NEWS
Salin Artikel

11 Tersangka Sindikat Penggelapan Elpiji, dari Pemodal hingga Oknum Pegawai SPBE

Secara keseluruhan, sudah 11 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Komisaris Besar Polisi Ibrahim Tompo mengatakan, dari pengembangan dua pelaku yang ditangkap kepolisian di lokasi tanah sewa tempat pemindahan gas bersubsidi ke tabung gas 50 kilogram nonsubsidi, kini Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kembali menetapkan tersangka lainnya.

"Pengembangan dari dua tersangka sekarang jadi 11 orang. Jadi ada penambahan sembilan orang," ucap Ibrahim di Mapolda Jabar, Senin (25/7/2022).

Dari para tersangka ini, terdapat karyawan dari perusahaan rekanan atau vendor yang digunakan PT Pertamina.

"Ini bukan hanya pelaku yang menggelapkan Elpiji ada juga kaitan dengan perusahaan dengan pengangkutan dan perusahaan karyawan dari perusahaan penerima subsidi ini," ucap Ibrahim.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Arif Rachman mengatakan penggelapan gas bersubsidi ini dilakukan secara berjenjang dan sindikasi.

Pengungkapan penggelapan gas bersubsidi ini berdasarkan perintah Kapolri dan Kapolda Jabar, dalam pengamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas bersubsidi.

Atas dasar perintah itu, tim khusus pun dibentuk guna melakukan pengawasan dan monitoring gas bersubsidi terutama di jalur distribusinya.

Sejumlah informasi yang dihimpun dari masyarakat yang menyebutkan, ada dugaan aktivitas ilegal di salah satu lahan di sekitar Patokbeusi, Desa Tanjung, Kabupaten Subang.

"Berdasarkan keterangan masyarakat melaporkan ke Polres Subang sering keluar masuk tangki besar dan bau gas menyengat," ucap Arif.


Berbekal informasi itu, tim kemudian melakukan penyelidikan, dan akhirnya melakukan penggerebekan pada 14 Juli 2022 sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebanyak dua pelaku diamankan dalam penangkapan ini, yakni seorang sopir dan pengawasnya.

"Perkembangannya ada dua orang lagi dari sopir dan distributornya yaitu PT ER ini diamankan. Dari empat orang ini bahwa ini adalah sindikasi yang melibatkan berbagai orang dan kelompok ini, total 11 orang," ucap Arif.

Dari 11 tersangka ini, polisi membaginya menjadi tiga klaster, yakni pemodal atau pemilik uang, penyedia elpiji yang merupakan oknum dari transportir dan SPBE, serta pelaksana lapangan.

"Dari ketiga klaster ini ada 11 orang dan disampaikan di awal ini bahwa banyak sekali kerugian negara atas kelompok ini," ucap Arif.

Modus yang dilakukan pelaku yakni memindahkan gas subsidi dari tangki yang dibawa transpoting ke tangki bekas yang dimodifikasi yang disimpan di satu lahan di wilayah Patokbeusi, Subang.

Tangki tersebut merupakan penyimpanan sementara gas subsidi, untuk kemudian gas tersebut dimasukan kedalam tabung elpiji 50 kg non subsidi.

Barang bukti yang disita petugas yakni 3 tangki transportir kapasitas 20 ton dan 15 ton, tangki kecil yang dibangun sindikat pelaku tanpa memperhatikan standar pengamanan Pertamina.

Diberitakan sebelumnya, Satu kendaraan truk pengangkut gas elpiji subsidi diamankan Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Jabar, Desa Tanjung, Patokbesi, Kabupaten Subang, Kamis (14/7/2022) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sindikat penyalahguna gas bersubsidi ini beroperasi setiap tengah malam hingga pagi untuk mengelabui patroli petugas.

Sindikat yang melibatkan sopir truk transporter salah satu perusahaan rekanan atau vendor yang digunakan Pt Pertamina ini membawa 20 ton gas bersubsidi yang diambil dari kilang Eretan Indramayu, Jawa Barat.


Rencananya puluhan ton gas bersubsidi ini akan dibawa SPBE Linggarjati Majalengka.

Namun saat dalam perjalanan, truk tersebut malah dibelokan sang sopir ke sebuah lahan sewa bekas penggilingan padi di samping jalur pantura Payokbeusi Subang.

Di lokasi itu, para pelaku mengambil sebagian gas bersubsidi dalam tangki truk untuk dipindahkan ke dalam tangki bekas yang dimodifikasi di lahan tersebut.

Dari tangki tempat penyimpanan sementara ini, gas kemudian dimasukan kedalam puluhan tabung gas non subsisdi 50 kilogram, untuk kemudian di distribusikan ke Tanggerang, Jakarta hingga Cirebon.

Dengan adanya pengungkapan ini, polisi berhasil menyelamatkan keungan negara sebesar 11 mikiar per bulan.

Pelaku sendiri telah mengaku telah melakukan aksi ilegal ini selama tiga bulan tapi baru beroperasi selama dua bulan.

Akibat tindakan tersebut, sindikat penyalahguna gas bersubsidi ini telah merugikan negara hingga Rp 8 miliar per bulannya.

Dari kegiatan ilegal ini, polisi juga mengamankan MH dan TA yang berperan sebagai pengawas kegiatan ilegal di salah satu lahan sewa di Subang tersebut.

https://bandung.kompas.com/read/2022/07/25/200336078/11-tersangka-sindikat-penggelapan-elpiji-dari-pemodal-hingga-oknum-pegawai

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.