NEWS
Salin Artikel

Viral, Video Anak Dicukur Guru hingga Trauma, Kepala UPTD PPA Kabupaten Bandung Turun Tangan

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bandung Aang Koswara membenarkan bahwa timnya telah menerima aduan seorang ibu yang anaknya mengalami trauma setelah rambutnya dipotong guru di sekolah.

Kendati sudah menerima laporan, Aang menyebut orangtua anak tersebut baru melaporkan via hotline UPTD PPA Kabupaten Bandung.

"Barusan sudah saya telusuri melalui tim saya, ternyata benar. Hanya saja yang bersangkutan belum membuat laporan secara resmi ke kantor UPTD PPA," katanya dihubungi Kompas.com, Kamis (11/8/2022).

Aang mengatakan, yang bersangkutan merupakan warga Margaasih. Namun kepada Kompas.com Aang tidak memberitahu nama sekolah sekaligus nama dari pelapor.

"Itu warga Margaasih, nama Sekolahnya nanti kita cek dulu ke lapangan karena yang bersangkutan masih laporan lewat hotline," kata dia.

Merespons laporan tersebut, saat ini pihaknya telah melakukan penanganan lapangan.

Aang mengatakan, timnya sedang melaksanakan identifikasi dengan cara mendatangi alamat pelapor.

"UPTD sudah masuk ke rumahnya, sudah identifikasi juga. Hanya mungkin nanti kelanjutannya kita lihat hasil identifikasi tim," terangnya.

Hasil identifikasi, kata Aang, akan merujuk pada penanganan dan langkah selanjutnya terkait dengan kondisi sang anak. Pasalnya, dalam kasus ini yang menjadi korban adalah sang anak.

"Dilihat apa perlu psikolog atau bagaimana untuk penanganan, itu semua berdasarkan hasil lapangan," jelas dia.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut berdampak luas pada korban, pihaknya mengaku siap memberikan fasilitas berupa konseling psikolog anak.

"Karena kita itu lebih pada ke korban, bukan ke kasusnya atau ke pelaku, bukan masalah pelakunya. Paling kita lihat kepentingan atau keperluan korban setelah diindentifikasi apakah sang anak psikisnya terganggu atau drop, kalau seperti itu kita tangani dengan konseling psikolog," ungkapnya.

Sebelumnya, viral sebuah video di media sosial, baik Instagram dan TikTok terkait unggahan seorang Ibu yang menyesali tindakan sang guru terhadap anaknya. Sang ibu menceritakan kejadian ini di akun TikToknya, @reva.juliany.

Dalam akun tersebut, sang Ibu mengunggah dua buah video. Video pertama memperlihatkan beberapa foto rambut sang anak yang dipotong berantakan oleh sang guru. Dalam video itu, ibu tersebut menuliskan menyesali tindakan sang guru.

"Dek tumpahkan kekesalan itu sama mamah. Jangan kamu ingat, jangan pula kamu jadikan dendam di masa depan. Jadi anak soleh dan berhati luas, seluas samudera. Demi Allah mamah ridha, jadilah orang sukses, dan berjiwa besar tidak meremehkan orang atau hal kecil," tulisnya.

Tak sampai disitu, sang ibu juga mengunggah video kedua. Dalam video kedua terlihat sang ibu mendatangi sekolah dan melontarkan protes atas tindakan sang guru.

https://bandung.kompas.com/read/2022/08/11/171723678/viral-video-anak-dicukur-guru-hingga-trauma-kepala-uptd-ppa-kabupaten

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.