Banjir Bandang, Pemkot Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Kompas.com - 22/03/2018, 06:38 WIB
Sejumlah rumah di bantaran sungai Cipamokolan rusak tersapu banjir bandang, Selasa (20/3/2018) sore. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANISejumlah rumah di bantaran sungai Cipamokolan rusak tersapu banjir bandang, Selasa (20/3/2018) sore.

BANDUNG, KOMPAS.com - Menanggapi kondisi banjir bandang yang terjadi di wilayah Cicaheum Kota Bandung, Pejabat Sementara (PJs) Wali Kota Bandung Muhamad Solihin menetapkan status tanggap darurat bencana untuk Kota Bandung.

"Ya kita tetapkan tanggap darurat, untuk kota Bandung, iya kita siapkan tanggal darurat," kata Solihin di Posko Bencana Kelurahan Cicaheum seusai meninjau lokasi banjir, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, kejadian banjir bandang di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati dan Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong ini tergolong kejadian luar biasa.

Pihaknya mengaku peristiwa ini di luar prediksi. Pasalnya, meski hujan besar tidak begitu lama, namun aliran sungai begitu deras disertai lumpur.

 

(Baca juga : 15 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Bandang di Kota Bandung)

"Yang kami perkirakan, ini lumpur di daerah utara penanganan kondisi seperti ini tidak bisa dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung tapi daerah otonom lainnya ini kondisi harus diselesaikan bersama," tuturnya.

Dengan adanya peristiwa ini, pihaknya akan mengusulkan perbaikan kebijakan-kebijakan penanganan di Kawasan Bandung Utara (KBU) dalam Musrenbang Provinsi Jawa Barat.

"Sehingga kita dapat memeroleh manfaat sebaik mungkin, jangan sampai kejadian yang kami alami hari ini terjadi di kemudian hari," tutur Solihin.

"Kita akan bahas sama-sama karena kepentingan bukan untuk Bandung saja," imbuhnya.

(Baca juga : Berita Foto: Banjir Bandang di Cicaheum Bandung, Lumpur Tebal, hingga Mobil Bertumpuk )

Sebuah kendaraan roda empat terlihat kotor dengan lumpur dan sampah di pinggirannya. Itu merupakan salah satu kendaraan yang sudah dievakuasi setelah sebelumnya bertumpuk terbawa arus banjir yang masuk ke gudang furnitur di Jalan AH Nasution, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong.KOMPAS.com/AGIE PERMADI Sebuah kendaraan roda empat terlihat kotor dengan lumpur dan sampah di pinggirannya. Itu merupakan salah satu kendaraan yang sudah dievakuasi setelah sebelumnya bertumpuk terbawa arus banjir yang masuk ke gudang furnitur di Jalan AH Nasution, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong.
Sebagai langkah antisipasi, ke depan pihaknya akan mengerahkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengantisipasi hal serupa apabila terjadi hujan besar di kemudian hari.

"Ini menjadi peringatan bagi kita semua menyelesaikan persoalan tidak parsial tapi harus terintegrasi dengan baik," ungkap Solihin.

Menurutnya, meski perizinan pembangunan di Pemerintah Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jabar sudah sangat ketat, namun pembangunan di Bandung Utara ini tetap harus diantisipasi.

"Jatihandap relatif karena perumahan memang sudah cukup padat dan yang harus diantisipasi yakni pembangunan di Bandung Utara," imbuhnya.

"Tapi kadang-kadang tentang pembukaan lahan pertanian sulit dicegah. Termasuk ini penanganan Citarum harum, bukan hanya membersihkan Sungai Citarum tapi di hulu harus ditanami pohon-pohon yang kuat," ujarnya.

Sementara itu, Solihin meninjau lokasi pemukiman warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, tampak akses pemukiman warga masih dipenuhi lumpur dan sampah.

Ia pun melihat langsung kondisi rumah warga yang mengalami rusak berat. Bantuan berupa sembako, obat-obatan, air bersih, dan peralatan keseharian lainnya didistribusikan langsung kepada warga.

"Dinas ketahanan pangan ada beras, Diskar, Dinas Sosial berbagai bantuan sudah disampaikan, dari masyarakat juga sudah banyak memberikan bantuan, dan semua satu pintu melalui posko agar terkoordinasi dengan baik," tuturnya.

Untuk anak-anak sekolah juga akan diberikan bantuan seragam, dan alat-alat sekolah dari Dinas Pendidikan. Berikut pendampingan untuk memulihkan trauma anak dari Dinas Sosial.

Sedangkan bangunan yang rusak, Pemkot Bandung akan memberikan bantuan dalam program rumah tidak layak huni (Rutilahu).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Regional
Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Regional
Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Regional
Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Regional
Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Regional
Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X