26 Juli Diusulkan Jadi Hari Anak Yatim Nasional

Kompas.com - 27/07/2018, 07:36 WIB
Ilustrasi anak ThinkstockIlustrasi anak
Penulis Reni Susanti
|

BANDUNG, KOMPAS.com - Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak-Panti Sosial Asuhan Anak (Fornas LKSA-PSAA) mengusulkan, setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Anak Yatim Nasional.

"Anak-anak yatim itu perlu dibahagiakan. Anak-anak kita yang boleh dikatakan kurang beruntung karena sudah ditinggalkan ayah dan ibunya," ujar Ketua Fornas LKSA-PSAA H Yanto Mulya Pibiwanto di Bandung, Kamis (26/2/2018).

Anak yatim, sambung Yanto, sama halnya dengan anak lainnya. Mereka akan menjadi orang yang sukses di masa depan, sehingga harus mendapat perhatian.

"Saya sedih karena tidak ada perwakilan saat peringatan Hari Anak Nasional kemarin," tuturnya.

Baca juga: Zohri, Sang Juara Dunia Lari U-20, Hidup Yatim Piatu di Rumah Lapuk dan Tak Bisa Beli Sepatu (1)

Untuk itu, berdasarkan kesepakatan 5.540 lembaga pengasuhan anak anggota Fornas LKSA-PSAA seluruh Indonesia, disepakati pencanangan Hari Anak Yatim Nasional setiap 26 Juli.

Pencanangan ini didukung oleh KPAI dan akan diusulkan ke pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Dipilih tanggal 26 disesuaikan dengan tanggal munas dan tidak berjauhan dengan peringatan Hari Anak Nasional," ungkapnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan, dukungan terhadap Hari Anak Yatim Nasional dikarenakan salah satu fokus KPAI adalah anak yatim piatu.

"Ini menjadi isu nasional karena banyak yang secara struktural maupun kultural terlantar. Menurut data Kemensos jumlahnya banyak mencapai 4,5 juta," ungkapnya.

Ia berharap, persoalan ini bisa terjawab oleh PP 44 Tahun 2017 tentang Pengasuhan Anak. Salah satu stakeholder penting dalam pelaksanaan PP ini adalah panti asuhan.

Baca juga: Sapi Milik Anak Yatim Piatu yang Dicuri, Rencananya untuk Sekolah

Selain mengurus anak yatim, panti asuhan menyiapkan orangtua pengganti yang dilatih Dinas Sosial untuk menampung anak-anak yang tidak memiliki orangtua.

"Hari ini, 600 kepala panti yang mewakili panti di Indonesa siap dan mendukung PP tersebut dan berharap PP segera diimplemantasikan. Saat ini Permensos tentang itu sedang digodok," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Regional
Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Regional
Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Regional
Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Regional
Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Regional
Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X