Di Balik Kisah Difabel Rahmat Hidayat, Jago Desain, Idolakan Igun, hingga Ingin Bertemu Jokowi

Kompas.com - 01/12/2018, 20:12 WIB
Rahmat Hidayat saat memperlihatkan karya-karya desain busana di kediamannya, di Kampung Ciawitali RT 02 RW 06 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.  KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIRahmat Hidayat saat memperlihatkan karya-karya desain busana di kediamannya, di Kampung Ciawitali RT 02 RW 06 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

KOMPAS.com - Nama Rahmat Hidayat (25), pemuda asal Ciawitali, Bandung Barat, kini mulai dikenal. Bakatnya dalam bidang desain membuat banyak orang kagum.

Keterbatasan fisik yang dimiliki Rahmat tidak menjadi penghalangnya dalam berkarya dan menjadi desainer busana yang andal.

Meski tak pernah mencicipi pendidikan formal, desain busana karya Rahmat telah menjadikannya sebagai tulang punggung keluarga. 

Desain baju karya Rahmat menarik perhatian banyak orang, salah satunya desainer papan atas, Anne Avantie.

Rahmat pun berbagai cerita pengalaman hidupnya, termasuk keinginannya untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Inilah fakta dari perjuangan Rahmat Hidayat:

1. Memupuk mimpi jadi desainer sejak usia 7 tahun

Rahmat Hidayat saat tengah menyelesaikan desain busana di kediamannya di Kampung Ciawitali, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/11/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Rahmat Hidayat saat tengah menyelesaikan desain busana di kediamannya di Kampung Ciawitali, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/11/2018).

Rahmat lahir dari pasangan Ati Susilawati dan Hasan. Anak sulung dari lima bersaudara ini tinggal di Kampung Ciawitali RT 02 RW 06 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Dari Kota Bandung, rumah Rahmat berjarak sekitar 20 kilometer.

Jalan menuju ke rumah Rahmat tak mudah. Hanya ada jalan setapak yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Pria berusia 25 tahun ini memupuk mimpinya menjadi desainer sejak usia 7 tahun. Tekad dan semangat besar telah mengalahkan keterbatasan fisiknya.

Ragam karya desain busana yang ia goreskan membuat Rahmat menjadi terkenal, meski ia tak pernah mengenyam pendidikan formal.

"Saya suka gambar sejak umur 7 tahun," ucap Rahmat saat ditemui Kompas.com, Selasa (27/11/2018).

Baca Juga: Kisah Rahmat Hidayat, Difabel Asal Bandung Barat yang Jago Desain Busana (1)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Regional
Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Regional
Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Regional
Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Regional
Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Regional
Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Regional
PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X