Pernah Dipukul Korban hingga Koma, Pelaku Balas Tusuk Korban hingga Tewas

Kompas.com - 25/02/2019, 17:11 WIB
Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.comIlustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com - Tersulut dendam, TS (31) dan temannya A alias Butong gelap mata.

Mereka menghabisi korban Rio Kartono (48) di Jalan Cipedes Hegar, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo Kota Bandung.

Atas perbuatannya itu, TS akhirnya harus mendekam di balik jeruji tahanan, sedang Butong kini masuk dalam daftar pencarian orang.

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Sabtu 2 Februari 2019 lalu sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat itu, pelaku yang tengah berboncengan dengan A alias Butong, berpapasan dengan korban Rio di tempat kejadian perkara (TKP).

"Saat papasan terjadilah perkelahian dan korban dikeroyok," kata Kapolsek Cicenco, Kompol Edy Kusmawan saat rilis di Mapolsek Cicendo, Senin (25/2/2019).

Baca juga: Polisi Periksa Hasil Visum dan 2 Saksi Terkait Penganiayaan Wartawan

Menurut Edy, pengeroyokan pelaku sendiri terbilang sadis hingga akhirnya korban mendapatkan sejumlah luka tusuk di tubuhnya dan luka pukulan dengan batu di kepala.

" Pelaku ini mengeroyok dan menusuk korban. Satu pelaku lagi (Butong) memukul kepala korban dengan bongkahan batu sehingga korban meninggal dunia," jelasnya.

Polisi yang mendapatkan laporan tersebut kemudian melakukan olah TKP dan mencari saksi di lokasi kejadian. Sampai akhirnya, polisi mendapatkan identitas pelaku yakni TS dan Butong.

Polisi akhirnya menangkap TS di Jalan Baladewa, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, sedang Butong masih dalam pencarian (DPO).

"Dalam 1x24 jam kami berhasil tangkap dan amankan pelaku," pungkasnya.

Adapun motif pelaku ini dilatarbelakangi dendam. Hal tersebut yang menyulut tindakan pelaku melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan kematian korban.

"Motif dendam terhadap korban, pelaku pernah dipukul korban," ungkapnya.

Dari tangan TS, polisi mengamankan barang bukti sepasang sepatu, obeng, celana jeans, ikat pinggang, hingga bongkahan batu.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) ke 3 Jo 351 Ayat 3 dan atau 338 KUHPidana.

"Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," kata Edy.

Sementara itu, pelaku TS mengaku kenal dengan korban sudah lama. Adapun dendam pelaku sendiri karena dirinya pernah dipukul korban dari belakang. TS pun mengaku tak tahu mengapa dirinya dipukul.

"Dendam, saya pernah dipukul korban sampai koma, itu dipukulnya dari belakang, saya enggak tahu kenapa saya di pukul," kata pria yang bekerja sebagai sekuriti itu.

Sampai akhirnya mereka berpapasan, TS dan Butong kemudian menganiaya korban hingga meninggal dunia.

"Yang belokin (motor) itu teman saya, katanya kita pukul lagi saja," kata pria berbadan besar dan bertato tersebut.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

221 Babi Mati Mendadak di Kota Kupang, Penyebabnya Masih Misteri

221 Babi Mati Mendadak di Kota Kupang, Penyebabnya Masih Misteri

Regional
Hendak Hadiri Persidangan Suami, Ibu Ini Malah Tewas Tertimbun Longsor

Hendak Hadiri Persidangan Suami, Ibu Ini Malah Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Akan Kunjungi Pangkal Pinang, PLN Siagakan Petugas

Wapres Ma'ruf Amin Akan Kunjungi Pangkal Pinang, PLN Siagakan Petugas

Regional
Waspada Banjir, Warga Pamekasan Mulai Selamatkan Barang-barang

Waspada Banjir, Warga Pamekasan Mulai Selamatkan Barang-barang

Regional
Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Regional
Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Regional
Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Regional
Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Regional
Duduk Perkara Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Duduk Perkara Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Regional
Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Regional
Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Regional
Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Regional
Pemilik Wedding Organizer Bodong yang Tipu Belasan Warga Semarang Ditangkap

Pemilik Wedding Organizer Bodong yang Tipu Belasan Warga Semarang Ditangkap

Regional
Cabuli Bocah 8 Tahun saat Tidur, Buruh Bangunan di Kupang Ditangkap

Cabuli Bocah 8 Tahun saat Tidur, Buruh Bangunan di Kupang Ditangkap

Regional
Cerita Aan Siswa Kelas 5 SD yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Rawat Ayah dan Nenek

Cerita Aan Siswa Kelas 5 SD yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Rawat Ayah dan Nenek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X