Saksi dan Penemu Video Diduga Kades di Bogor Arahkan Dukung Jokowi Dicecar Puluhan Pertanyaan

Kompas.com - 04/04/2019, 13:00 WIB
Bawaslu, Penyidik Polres hingga Kejaksaan tengah memeriksa saksi video kades yang diduga mengajak masyarakat mendukung Jokowi-Maruf, di Kantor Bawaslu Jalan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor,Kamis (4/4/2019) Kompas.com / Afdhalul IkhsanBawaslu, Penyidik Polres hingga Kejaksaan tengah memeriksa saksi video kades yang diduga mengajak masyarakat mendukung Jokowi-Maruf, di Kantor Bawaslu Jalan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor,Kamis (4/4/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor memeriksa saksi dan penemu video viral kepala desa (kades) di Bogor yang diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin.

"Saksi ada dua orang kemudian nanti menyusul penemu yang melaporkan ke Bawaslu. Sementara untuk kadesnya kita agendakan hari Jumat," kata Kordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris kepada Kompas.com, di Kantor Bawaslu Bogor, Jalan Pondol Rajeg Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Bawaslu Panggil Kepala Desa di Bogor soal Video Viral Diduga Ajak Warga Pilih Jokowi

Bawaslu, penyedik polres hingga kejaksaan turut hadir dalam pemeriksaaan tersebut dan sudah menyiapkan puluhan pertanyaan untuk diajukan kepada saksi dan penemu.

"Standar pemeriksaan kita bisa sampai 25 sampai 30 pertanyaannya, tentu terkait dengan peristiwa itu status saksi kemudian sejauh mana saksi mengetahui," ujarnya.

Sedianya, kades telah memenuhi syarat formil materil sebuah peristiwa pelanggaran dan akan di bahas lebih lanjut.

Baca juga: Dilaporkan, Video Viral Kepala Desa di Bogor Diduga Arahkan Warga Pilih Jokowi-Maruf

Namun, kata Abdul, tergantung sejauh mana pelapor mampu menyampaikan isi video dibuktikan dengan fakta.

"Video ini yang disampaikan penemu sejauh mana akurasi video itu tentu dari sentra gakumdu akan menguji lebih dalam. Bisa jadi saksi bertambah atau kita anggap cukup," bebernya.

"Idealnya batas waktu 14 hari kerja dan ini memang mendekati pemilu  Tentu kita musyawarahkan dengan sentra gakumdu, polisi dan kejaksaan agar secepatnya selesai," tambahnya.

Seperti diketahui, video viral seorang kepala desa berinisial T diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Video yang viral itu terjadi di Desa Cidokom, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jeritan Pengungsi Majene: Bantuan Hanya di Tenda Besar, Air Bersih dan Susu Bayi Kurang

Jeritan Pengungsi Majene: Bantuan Hanya di Tenda Besar, Air Bersih dan Susu Bayi Kurang

Regional
Sempat Diperbaiki, Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar Kalsel Kembali Terputus

Sempat Diperbaiki, Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar Kalsel Kembali Terputus

Regional
Maling Curi Dorongan Bayi hingga Tabung Gas Milik Korban Sriwijaya Air

Maling Curi Dorongan Bayi hingga Tabung Gas Milik Korban Sriwijaya Air

Regional
Ditangkap di Sumut, Terpidana Kasus Pedagangan Manusia di NTT Kabur Sejak 2016

Ditangkap di Sumut, Terpidana Kasus Pedagangan Manusia di NTT Kabur Sejak 2016

Regional
9 Kecamatan di Probolinggo Diguyur Hujan Abu Vulkanik Semeru

9 Kecamatan di Probolinggo Diguyur Hujan Abu Vulkanik Semeru

Regional
Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Ngawi, Digelar Saat Pandemi Tanpa Kantongi Izin

Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Ngawi, Digelar Saat Pandemi Tanpa Kantongi Izin

Regional
5 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

5 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

Regional
'Saya Bangun dan Bangunan dari Atas Langsung Runtuh'

"Saya Bangun dan Bangunan dari Atas Langsung Runtuh"

Regional
Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Terduga Pelaku Terekam CCTV, Ini Ciri-cirinya

Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Terduga Pelaku Terekam CCTV, Ini Ciri-cirinya

Regional
Putra Sulung Tewas Saat Gempa, Juhida: Suami Bilang Allahuakbar, Bangunan dari Atas Langsung Runtuh

Putra Sulung Tewas Saat Gempa, Juhida: Suami Bilang Allahuakbar, Bangunan dari Atas Langsung Runtuh

Regional
Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Regional
Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Regional
Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Regional
Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X