BPN: Tadi Pak Jokowi Bijak Ya, Meminta agar Menunggu Hasil dari KPU

Kompas.com - 17/04/2019, 22:09 WIB
konferensi pers Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jawa Barat. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. konferensi pers Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi pernyataan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang meminta semua pihak untuk tetap menunggu hasil hitung akurat alias real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tadi Pak Jokowi bijak ya, meminta agar menunggu hasil dari KPU. Kita juga akan tunggu,” ujar Sekretaris Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsj Jabar, Haru Suandharu saat ditemui di The Trans Ballroom, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019).

Haru mengatakan, terlalu berisiko ketika salah satu pasangan calon mengumumkan terlalu cepat kemenangannya dalam Pilpres 2019.

“Karena kalau sudah (menganggap) ini kemenangan itu bahaya. Saya kira akan muncul persoalan yang baru. Tapi dengan Pak Jokowi mengatakan ini belum final, itu bijak,” jelasnya.


Baca juga: Jokowi-Maruf Raih 80 Persen Suara, Wali Kota Solo Gunduli Kepalanya

Meski demikian, lewat hitung cepat yang dilakukan internal Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jawa Barat, Haru mengklaim jika pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga unggul di Provinsi Jawa Barat dengan perolehan suara 60 persen, sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin 40 persen.

“Posisi Jabar Prabowo sandi yang menang. Kita terus semangati teman- teman saksi karena saksi masih kerja ini sampai jam 12 malam. Jangan sampai mereka terpengaruh dengan berita-berita yang ada sehingga kemudian tidak fokus.

Klaim kemenangan Prabowo-Sandi juga dirilis oleh lembaga survei Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan yang mendanai semua operasional UKRI Bandung.

Baca juga: Quick Count Pilpres Kompas di Jawa Timur: Jokowi Ungguli Prabowo, tetapi Tidak di Madura

Dalam rilis Lapitek UKRI, hasil survei cepat lewat metode exit poll yang tersebar di 700 TPS di 34 provinsi di Indonesia, Pasangan capres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh 33,6 persen sementara pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandi menang telak dengan perolehan 66,4 persen suara.

“Berdasarkan hasil di atas, maka kami simpulkan pasangan Prabowo-Sandi memenangkan kontestasi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 dengan angka 66,4 persen,” kata Rektor UKRI, Boyke Setiawan.

Boyke menambahkan, alasan pihaknya memilih metode exit poll karena lebih cepat mendapatkan hasil. Selain itu, menurut dia secara akademis statistiknya sama dan bisa dipertanggungjawabkan karena dilakukan oleh akademisi.

"Kami yakin dengan hasil ini, sebab dilakukan oleh akademisi. Kalau kami ngarang pasti akan ketahuan dari sisi kaidah statistiknya," kata Boyke.

Disinggung soal pendanaan penghitungan lewat metode exit poll yang dilakukan UKRI, Boyke mengaku pendanaan dilakukan secara mandiri memanfaatkan dana Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang strukturnya ada di bawah binaan dirinya sebagai rektor.

"Kita memanfaatkan fasilitas UPT tersebut sehingga kami tinggal mencari relawan di luar sana. Jadi mandiri dana UKRI. Sekitar Rp 206 juta untuk UPT, kita beli alat, servernya ada 11, itu yang kita gunakan," ujarnya.



Terkini Lainnya

KPK Sudah Beri Peringatan, Masih Bolehkah PNS Pakai Mobil Dinas untuk Mudik?

KPK Sudah Beri Peringatan, Masih Bolehkah PNS Pakai Mobil Dinas untuk Mudik?

Regional
Rawan Bencana, SAR Ambon Siapkan Pengamanan Khusus Mudik Lebaran

Rawan Bencana, SAR Ambon Siapkan Pengamanan Khusus Mudik Lebaran

Regional
Ketua Waria di Palembang Tewas Dibunuh Kekasih

Ketua Waria di Palembang Tewas Dibunuh Kekasih

Regional
Ini Rekayasa Lalin di Jalur Mudik Cianjur

Ini Rekayasa Lalin di Jalur Mudik Cianjur

Regional
Bupati Ende Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Bupati Ende Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Regional
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Ramadhan, Ratusan Pemulung di Palopo Dapat Paket Sembako dari Polisi

Ramadhan, Ratusan Pemulung di Palopo Dapat Paket Sembako dari Polisi

Regional
Dua Kapal Perintis Berangkatkan 900 Pemudik Lewat Pelabuhan Ambon

Dua Kapal Perintis Berangkatkan 900 Pemudik Lewat Pelabuhan Ambon

Regional
Seorang Pensiunan TNI di Malang Meninggal saat Cat Makam Anak dan Istrinya

Seorang Pensiunan TNI di Malang Meninggal saat Cat Makam Anak dan Istrinya

Regional
Cerita Para Petugas yang Harus Siaga, Dikira Massa Sudah Tenang, Tiba-tiba Mengamuk Lagi

Cerita Para Petugas yang Harus Siaga, Dikira Massa Sudah Tenang, Tiba-tiba Mengamuk Lagi

Regional
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait 'Running Text' Hina Jokowi di Totem SPBU

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait "Running Text" Hina Jokowi di Totem SPBU

Regional

Close Ads X