Diperiksa KPK, Ini Komentar Wali Kota Tasikmalaya

Kompas.com - 24/04/2019, 21:06 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, seusai keluar dari ruangannya dan diperiksa penyidik KPK hampir selama delapan jam lebih, Rabu (24/4/2019) malam. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, seusai keluar dari ruangannya dan diperiksa penyidik KPK hampir selama delapan jam lebih, Rabu (24/4/2019) malam.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman langsung dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK ke Jakarta setelah diperiksa secara maraton selama hampir 8 jam, Rabu (24/4/2019).

Setelah petugas KPK meninggalkan ruang wali kota, Budi sempat bertemu awak media saat dirinya keluar dari ruangan dengan didampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf dan Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dikcsan.

"Saya serahkan saja proses hukumnya ke KPK," kata Budi dengan wajah pucat dan kepala menunduk.

Saat para awak media menanyakan terkait kasus apa yang menimpanya, Budi hanya menjawab singkat. "Nanti, tanyakan saja ke KPK," katanya sembari keluar menuju pintu utama Bale Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Wali Kota dan Sekda Pemkot Tasikmalaya Diperiksa Maraton Selama 8 Jam

Budi pun langsung dinaikkan ke mobil Kijang LGX warna silver seorang diri. Namun, menurut petugas KPK, Budi akan langsung dibawa ke Jakarta.

Mobil yang membawa Budi sempat transit di Mako Polres Tasikmalaya Kota. Lalu Budi pindah ke mobil lain didampingi para petugas KPK menuju Jakarta.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengaku ia mendapat pesan dari Budi untuk menangani seluruh pekerjaan wali kota. Sebab, Budi sedang menjalani proses hukum di KPK.

Baca juga: KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya di Ruang Kerjanya Mulai Pagi hingga Sore

 

Namun saat ditanya kasus apa yang menjerat Budi, Yusuf enggan berkomentar banyak.

"Pak Wali hanya menitip pekerjaan kepada saya, karena beliau sedang menjalani proses hukum. Saya tidak tahu, nanti KPK saja yang menjelaskan. Maaf ya," kata Yusuf.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Regional
Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Regional
Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Regional
Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Regional
Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Regional
Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X