Kisah Tiga Anak Muda Bandung Rintis Bisnis "Sneakers" Lokal

Kompas.com - 30/04/2019, 07:30 WIB
Sneakers lokal buatan Bandung, di bawah produksi NAH Project. Foto diambil dari instagram @nah.project. Dok Instagram Nah ProjectSneakers lokal buatan Bandung, di bawah produksi NAH Project. Foto diambil dari instagram @nah.project.

KOMPAS.com - Anak muda tidak gaya tanpa menggunakan sepatu sneakers. Bentuknya yang unik, sederhana, terkesan sporty dan bisa digunakan saat formal maupun santai dengan pijakan yang nyaman menjadi saya tarik sepatu jenis ini.

Tidak hanya anak muda saja, kepala negara seperti Joko Widodo (Jokowi) tertangkap kamera sering menggunakan sneakers saat bertugas.

Sayangnya, di Indonesia, jenis sepatu yang populer sejak era 1990-an ini didominasi merek asing dengan harga mahal.

Namun, hal itu justru menjadi peluang bagi tiga anak muda asal Bandung, Jawa Barat. Mereka bertiga mencoba mendobrak dominasi sneakers merek luar dengan membangun sneakers merek lokal di bawah manajemen NAH Project.

Baca juga: Kisah Bella Jadi Pelopor Batik Khas Belitong dengan Omzet Rp 300 Juta Per Bulan

Semenjak membangun bisnisnya di 2017, sneakers garapan mereka laku keras. Mereka bahkan disebut perintis sneakers merek lokal.

Brand sneakers lokal pertama

Ifa Hanifah, Managing Director NAH Project asal Bandung, Jawa Barat bercerita, pasar sneakers di Indonesia masih sangat luas dan punya peluang besar untuk berkembang.

Apalagi, selain anak muda, sneakers juga dilirik oleh kalangan profesional. Peluang bisnis sneakers inilah yang digarap oleh Ifa dan dua rekannya.

"Kami melihat peluang sneakers di Indonesia itu besar banget, bahkan sampai ada komunitasnya di beberapa kota. Dan selama ini belum ada pemain lokal yang menggarap bisnis ini," jelas Ifa seperti dikutip dari KONTAN.

Baca juga: Dicap Jadi Trendsetter Mukena Motif, Ini Kisah Rina Membesarkan Tatuis Mukena

 

NAH Project resmi meluncur ke pasaran sejak Oktober 2017 lalu sebagai pelopor sneakers lokal.

Ifa menjelaskan bahwa dirinya bersama dua founder NAH Project lain yakni Rizky Arief Dwi Prakoso dan Karina Innadindya sama-sama merintis bisnis sneakers dari awal.

Awalnya, Ifa bergabung di NAH Project sebagai Head of Marketing.

"Sebenarnya, kalau dibilang founder NAH sendiri ya Rizky dan Karin, tapi saat ini mereka sudah tidak aktif sebagai CEO NAH dan sudah tidak aktif dalam proses bisnisnya. Saya juga ikut merintis ini dari awal, gabung sebagai head of marketing," jelas gadis kelahiran 1995 ini.

Baca juga: Fakta di Balik Kisah Sukses Heru Si Peternak Ikan Cupang, Untung Rp 15 Juta Per Bulan hingga Bantu Cegah DBD

Penjualan hanya via online

Keluar sebagai brand sneakers lokal pertama di tanah air, NAH Project memproduksi sekitar 10 model sneakers dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 270.000 sampai Rp 415.000 per pasang.

Ifa mengatakan, jika saat ini kapasitas produksi NAH Project sudah mencapai 10.000 pasang sepatu per bulan.

"Kalau penjualannya saat ini mencapai 3.000 - 4.000 pasang per bulan. Padahal dulu waktu awal-awal hanya sekitar 30 - 50 pasang per bulan," katanya.

Semua penjualan dilakukan lewat online melalui Instagram, web, dan e-commerce. (Elisabeth Adventa)

Artikel ini sudah tayang di KONTAN dengan judul "Ini kisah anak muda Bandung merintis sneakers lokal"

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

Regional
Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

Regional
Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubarkan Diri karena Abai Protokol Kesehatam

Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubarkan Diri karena Abai Protokol Kesehatam

Regional
Cerita Dokter di Padang Positif Covid-19 Setelah 8 Bulan Ambil Swab 6.000 Pasien

Cerita Dokter di Padang Positif Covid-19 Setelah 8 Bulan Ambil Swab 6.000 Pasien

Regional
Pergoki Terduga Pencuri dan Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam, 2 Satpam Divonis Penjara, Ini Faktanya

Pergoki Terduga Pencuri dan Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam, 2 Satpam Divonis Penjara, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Regional
Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Regional
Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Regional
Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Regional
Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Regional
Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Regional
Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Regional
Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Regional
Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X