Polda Jabar Tahan Pria Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri

Kompas.com - 16/05/2019, 08:29 WIB
Tim gabungan membawa IAS dari ruang penyidikan ke dalam mobil minibus menuju Kantor Polda Jabar, Senin malam (13/5/2019). Proses penanganan kasus IAS pria yang membuat dan menyebar video adu domba TNI-Polri dilimpahkan ke Polda Jabar. KOMPAS.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONTim gabungan membawa IAS dari ruang penyidikan ke dalam mobil minibus menuju Kantor Polda Jabar, Senin malam (13/5/2019). Proses penanganan kasus IAS pria yang membuat dan menyebar video adu domba TNI-Polri dilimpahkan ke Polda Jabar.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi melakukan penahanan terhadal IAS (49), pria yang membuat dan menyebarkan video adu domba TNI-Polri.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, IAS ditahan lantaran hukumannya di atas lima tahun.

"Ditahan, pasalnya sama meng-create, mengunggah dan men-share, di situ kan ITE, unsur itulah ancaman di atas lima tahun, maka dapat ditahan," kata Truno di Mapolda Jabar, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri Buat dan Sebar Video Minta Maaf

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan IAS sebagai tersangka karena mem-posting video viral bermuatan provokatif.

Video berdurasi 01.57 detik itu tersebar luas di media sosial.

Baca juga: IAS, Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri, Cari Bantuan Hukum ke BPN

Berdasarkan data kepolisian, IAS mengunggah video provokatif itu pada Minggu (12/5/2019).

IAS ditangkap pada Senin (13/5/2019) dini hari, polisi langsung melakukan pemeriksaan. Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, tim penyidik sudah memeriksa IAS sekitar enam jam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X