Di Klinik Ini Bisa Berobat Gratis, Syaratnya Baca 1 Juz Al Quran

Kompas.com - 20/05/2019, 08:36 WIB
Dokter Yusuf Nugraha saat melakukan pemeriksaan terhadap pasiennya di Klinik Harapan Sehat, Cianjur, Jawa Barat. Sang dokter menggratiskan pasiennya namun harus mengaji 1 juz terlebih dahulu. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANDokter Yusuf Nugraha saat melakukan pemeriksaan terhadap pasiennya di Klinik Harapan Sehat, Cianjur, Jawa Barat. Sang dokter menggratiskan pasiennya namun harus mengaji 1 juz terlebih dahulu.

CIANJUR, KOMPAS.com – Suara orang mengaji terdengar sayup dari salah satu sudut ruangan di sebuah klinik di pinggiran kota Cianjur, Jawa Barat.

Aktivitas mengaji di klinik yang berlokasi di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu sendiri terasa lebih semarak sepanjang bulan Ramadhan ini.

Mereka yang melantunkan ayat-ayat Al Quran itu ternyata para pasien yang hendak berobat secara cuma-cuma di klinik bernama Harapan Sehat tersebut.

Sang pemilik, Dokter Yusuf Nugraha menggratiskan layanan kesehatan bagi siapa pun yang berobat ke kliniknya dengan syarat harus membaca Al Quran minimal satu juz terlebih dahulu.

“Mereka cukup bilang tidak mampu disertai dengan surat keterangan di bagian pendaftaran. Kemudian oleh pegawai kami akan diarahkan untuk mengaji terlebih dahulu sebelum diperiksa. Mengaji satu juz, juz mana saja,” tutur Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Kisah Yusuf Nugraha, Dokter dengan Tarif 10 Botol Plastik Bekas

Yusuf menuturkan, program tersebut sebenarnya telah lama digulirkan, namun masyarakat yang memanfaatkan programnya itu selama bulan Ramadhan tahun ini lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya.

“Alhamdulilah di bulan Ramadhan ini banyak pasien yang menggunakan fasilitas berobat gratis dengan mengaji 1 juz ini,” sebutnya.

Namun Yusuf menegaskan tidak ada paksaan, bahkan jika pasien dalam kondisi lemah, si pengantar pasien bisa menggantikannya mengaji.

“Setelah selesai mengaji, kami akan layani secara gratis, mulai pemeriksaanya, obatnya dan semuanya,” ucap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unjani Cimahi, Jawa Barat itu.

Baca juga: Bearada di Lahan Klinik, Kuburan Korban Tsunami Aceh Dipindahkan

Dokter muda itu pun menegaskan tak takut merugi dengan programnya tersebut. Ia bahkan mengaku pendapatan kliniknya selalu surplus.

Lagipula, pihaknya menerapkan subsidi silang dalam pengelolaan manajemen keuangan kliniknya itu sehingga tak memerlukan bantuan dari pemerintah dalam menjalankan programnya tersebut.

“Ini murni dari pengelolaan subsidi silang kilinik kami. Dari pasien mampu (pembayaran) kami putarkan untuk pasien yang tidak mampu,” katanya.

Dengan apa yang dilakukannya itu, Yusuf berharap suatu saat nanti semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, yang profesional, dan tentunya bisa terjangkau.

“Siapapun pada akhirnya tidak susah untuk mengakses failitas kesehatan,” ucapnya.

M. Akhsan (32), salah seorang pasien Klinik Harapan Sehat mengaku senang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus membayar dengan uang sepeser pun.

“Tadi saya mengaji dulu satu juz sebelum diperiksa. Alhamdulilah gratis, tidak bayar sepeser pun termasuk obatnya,” ucap Akhsan, Senin (20/05/2019).

Akhsan mengaku tahu adanya program tersebut dari orang-orang dan pasien yang pernah berobat ke klinik yang berada tepat di pertigaan Cilaku Cibeber dan Warungkondang itu.

“Kebetulan sudah dua hari ini badan saya pegal-pegal ditambah pusing dan demam, jadi saya datang ke sini untuk berobat, dan benar gratis hanya dengan mengaji,” ucapnya.

Akhsan berharap program ini bisa terus berlanjut tidak hanya di bulan Ramadhan saja, dan tentunya bisa diikuti oleh klinik-klinik lainnya.

“Program seperti ini sangat membantu kami sebagai masyarakat ekonomi lemah, mudah-mudahan diikuti yang lainnya,” ucapnya.

Terobosan yang dilakukan Yusuf ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Selama ini, dokter Yusuf Nugraha telah menyita perhatian publik lewat program berobat dengan bayaran 10 botol plastik bekas.

Pertimbangannya, selain untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam mendapatkan layanan kesehatan, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga dan membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Dipilihnya botol plastik sendiri karena sampah jenis anorganik tersebut sangat lama terurai di tanah jika dibuang secara sembarangan.

Atas inovasinya tersebut, Klinik Harapan Sehat yang didirikannya sejak 2008 itu pun pernah menyabet penghargaan sebagai Klinik Berprestasi di Jawa Barat.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Regional
Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Regional
Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Regional
Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Regional
Duduk Perkara Siswa Dipaksa Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Duduk Perkara Siswa Dipaksa Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Regional
Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Regional
Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Regional
Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Regional
Pemilik Wedding Organizer Bodong yang Tipu Belasan Warga Semarang Ditangkap

Pemilik Wedding Organizer Bodong yang Tipu Belasan Warga Semarang Ditangkap

Regional
Cabuli Bocah 8 Tahun saat Tidur, Buruh Bangunan di Kupang Ditangkap

Cabuli Bocah 8 Tahun saat Tidur, Buruh Bangunan di Kupang Ditangkap

Regional
Cerita Aan Siswa Kelas 5 SD yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Rawat Ayah dan Nenek

Cerita Aan Siswa Kelas 5 SD yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Rawat Ayah dan Nenek

Regional
Siswa SD di Sumut Tewas Tertabrak Truk Tronton Saat Menyebrang

Siswa SD di Sumut Tewas Tertabrak Truk Tronton Saat Menyebrang

Regional
Kronologi Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Kronologi Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Regional
Cemburu, Suami Bunuh Istri di Depan 2 Anaknya di Sidoarjo

Cemburu, Suami Bunuh Istri di Depan 2 Anaknya di Sidoarjo

Regional
Pasien yang Diisolasi RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia, Bukan karena Virus Corona

Pasien yang Diisolasi RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia, Bukan karena Virus Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X