Fakta di Balik Kebakaran Pasar Kosambi Bandung, 10 Jam Terbakar hingga 178 Lapak Hangus

Kompas.com - 20/05/2019, 12:45 WIB
Kebakaran Pasar Kosambi, Sabtu (18/5/2019)Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik Kebakaran Pasar Kosambi, Sabtu (18/5/2019)

KOMPAS.com - Kebakaran yang melanda basement Pasar Kosambi di Kota Bandung melalap 178 lapak dan 35 kios milik pedagang.

Tebalnya asap membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan si jago merah.

Berdasar keterangan petugas, kebakaran terjadi pada hari Sabtu (17/5/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.


Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung merencanakan akan merelokasi para pedagang Pasar Kosambi pasca-kebakaran.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Api diduga berawal dari kios kelapa

Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-Fotos Ilustrasi api.

Titik api pertama kali ditemukan oleh sekuriti pasar saat sedang patroli. Sekuriti mendapat laporan dari petugas PHL Sampah bahwa kios kelapa yang terletak di semi basement terbakar.

Saat itu petugas sekuriti langsung melakukan pemadaman awal dengan menggunakan APAR sebanyak 20 tabung.

"Kebakaran dari jam 20.00 WIB, laporannya ke kami pukul 21.00 WIB," kata A Kurni, Kabid Pemadam Dinas Kebakaran Kota Bandung, saat dihubungi via telepon.

Sampai saat ini, petugas belum dapat mengetahui penyebab kebakaran itu. Pihaknya masih mengupayakan pemadaman, guna mengantisipasi api naik ke lantai di atasnya.

"Di atasnya itu terdapat toko baju, sampai jam 8 tadi pagi belum naik ke atas, kami masih lakukan penanganan," katanya.

Baca Juga: Asap Tebal dan Ruangan Panas Sulitkan Petugas Jangkau Titik Api di "Basement" Pasar Kosambi

2. Selama 10 jam terbakar, 178 lapak dan 35 kios luluh lantak

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi lokasi kebakaran di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019). dokumentasi Humas Pemkot Bandung. Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi lokasi kebakaran di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, 178 lapak meja dan 35 kios hangus dilalap si jago merah.

"Lapak meja 178 yang terbakar dan 35 kios. Sampai saat ini masih dilakukan proses pemadaman. Lokasi yang terbakar ialah semi basement, bukan basement-nya," kata Kombes Pol Irman Sugema, Minggu dini hari.

Seperti diketahui, kebakaran melanda Pasar Kosambi, Kota Bandung, Sabtu (18/5/2019) malam hingga Minggu (19/5/2019) dini hari.

Baca Juga: Kebakaran di Pasar Kosambi Bandung Hanguskan 178 Lapak dan 35 Kios

3. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan

ilustrasi pemadam kebakaran. (Shutterstock) ilustrasi pemadam kebakaran. (Shutterstock)

Kapolrestabes Bandung menambahkan, pihak Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung telah mengerahkan 15 unit kendaraan pancar ke lokasi kebakaran.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Rachmat Hidayat mengatakan barang yang ada di dalam pasar mudah terbakar.

"Barang-barang di dalam terbuat dari kayu, pedagangnya rata-rata berjualan sayur dan kelapa. Informasi juga kami peroleh bahwa ada kendaraan roda dua dan empat yang terjebak di bagian basement, tapi ada yang sudah dievakuasi keluar," katanya.

Kepolisian, Damkar, dan PD Pasar sudah berkoordinasi dan pihak PD Pasar mengkonfirmasi bahwa bagian basement masih aman dari kobaran api.

Baca Juga: Seorang Kakek di Bandung Tewas Tertimbun Longsor

4. Asap tebal menjadi kendala petugas padamkan api

Ilustrasi kebakaran
Kompas.com/Ai Chintia Ratnawati Ilustrasi kebakaran

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung kesulitan menjangkau titik api di basement Pasar Kosambi.

Hal tersebut terjadi lantaran asap tebal dan panasnya suhu ruangan di basement tersebut.

"Asapnya tebal, perih ke mata, suhu udaranya juga panas, kita sulit jangkau titik api di tengah," kata A Kurnia via telepon, Minggu (19/6/2019).

Saking tebalnya asap yang keluar dari basement tersebut, petugas yang menggunakan breathing apparatus pun tidak dapat bertahan lama.

"Kalau masuk dengan breathing apparatus hanya bertahan 15 menit, itu juga agak jauh dari titik api," tuturnya.

"Kalau kita terus masuk ke dalam riskan juga. Apalagi kebakaran lebih dari 10 jam," imbuhnya.

Baca Juga: Kelenteng Terbakar, Patung dari Emas Murni Seberat 3,5 Kg Tak Jelas Kondisinya

5. Wali Kota Bandung: Kita akan relokasi

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi SD Aji Tunggal, Jalan Sukup Baru, Kelurahan Pasirendah, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (2/4/2019). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi SD Aji Tunggal, Jalan Sukup Baru, Kelurahan Pasirendah, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (2/4/2019).

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi lokasi kebakaran di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (19/5/2019).

Oded memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mencari lokasi untuk tempat relokasi pedagang Pasar Kosambi.

"Kita padamkan dulu hari ini. Untuk relokasi kios, kita menunggu setelah pemadaman selesai," kata Oded dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (19/5/2019) pagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), Kota Bandung Dadang Iriana mengungkapkan, sebanyak 71 petugas dan 20 unit mobil pemadam dikerahkan sejak Sabtu (18/5/2019) malam.

Dugaan sementara, api berasal dari basemen tempat berdagang makanan, sayur mayur, dan lainnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Bakal Cari Lokasi untuk Relokasi Pedagang Pasar Kosambi

Sumber: KOMPAS.com (Putra Prima Perdana, Agie Permadi, Khairina)

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Yogyakarta Dingin, Warga Pakai Jaket Tebal hingga Minum Jahe Panas

Yogyakarta Dingin, Warga Pakai Jaket Tebal hingga Minum Jahe Panas

Regional
Heboh Aksi Seorang Pria Bongkar Makam Ayahnya, Jasad Disimpan di Samping Liang Lahat

Heboh Aksi Seorang Pria Bongkar Makam Ayahnya, Jasad Disimpan di Samping Liang Lahat

Regional
Jembatan Penghubung Sumsel-Babel Berbiaya Rp 15 Triliun Segera Dibangun

Jembatan Penghubung Sumsel-Babel Berbiaya Rp 15 Triliun Segera Dibangun

Regional
Update Hari ke-20 Pencarian Helikopter MI-17 yang Hilang di Papua

Update Hari ke-20 Pencarian Helikopter MI-17 yang Hilang di Papua

Regional
Calon Mahasiswi Diperkosa Lalu Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Semak Belukar

Calon Mahasiswi Diperkosa Lalu Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Semak Belukar

Regional
Lulusan Sekolah Pariwisata Banyak Dicari, 77 Persennya Sudah Bekerja Meski Belum Diwisuda

Lulusan Sekolah Pariwisata Banyak Dicari, 77 Persennya Sudah Bekerja Meski Belum Diwisuda

Regional
Pesantren yang Pimpinannya Diduga Cabuli 15 Santri Diminta Tak Lagi Beroperasi

Pesantren yang Pimpinannya Diduga Cabuli 15 Santri Diminta Tak Lagi Beroperasi

Regional
Warga Beramai-ramai ke Makam Kuno yang Baru Ditemukan, Ini Alasannya

Warga Beramai-ramai ke Makam Kuno yang Baru Ditemukan, Ini Alasannya

Regional
Suhu Ekstrem Dingin dan Panas Rusak Tanaman di Bandung, Petani Terancam Merugi

Suhu Ekstrem Dingin dan Panas Rusak Tanaman di Bandung, Petani Terancam Merugi

Regional
Data BPJS Kesehatan Salah, Ratusan Warga Datangi Kantor Desa Mejagong

Data BPJS Kesehatan Salah, Ratusan Warga Datangi Kantor Desa Mejagong

Regional
Warga Karimun Gelar Doa Bersama, Istri Nurdin Basirun Telepon Panitia Acara

Warga Karimun Gelar Doa Bersama, Istri Nurdin Basirun Telepon Panitia Acara

Regional
Sedang Cari Ikan, 2 Warga Aceh Timur Hilang Terseret Ombak Besar

Sedang Cari Ikan, 2 Warga Aceh Timur Hilang Terseret Ombak Besar

Regional
Kisah TKI Turini, 21 Tahun Terpisah dari Keluarga, Ditemukan Melalui Facebook

Kisah TKI Turini, 21 Tahun Terpisah dari Keluarga, Ditemukan Melalui Facebook

Regional
Dampak Bentrok Mesuji, Warga Mengungsi, Anak-anak Takut ke Sekolah

Dampak Bentrok Mesuji, Warga Mengungsi, Anak-anak Takut ke Sekolah

Regional
Viral Video Anggota Polantas Dimarahi Pria yang Ngaku Profesor Hukum, Ini Penjelasannya

Viral Video Anggota Polantas Dimarahi Pria yang Ngaku Profesor Hukum, Ini Penjelasannya

Regional
Close Ads X