Ini Alasan Bahar bin Smith Aniaya 2 Remaja

Kompas.com - 24/05/2019, 10:44 WIB
Bahar bin Smith tampak menggunakan kemeja hitam masuk ruang sidang. KOMPAS.com/AGIEPERMADIBahar bin Smith tampak menggunakan kemeja hitam masuk ruang sidang.

KOMPAS.com - Terdakwa kasus penganiayaan, Bahar bin Smith mengakui telah menganiaya dua remaja, CAJ dan MKU.

Kepada hakim, Bahar mengaku menganiaya kedua remaja itu  karena ia tidak terima istrinya diakui sebagai istri korban saat berlakon bak Bahar di Bali.

"Benar atau tidak diakui istri itu masalah harga diri. Dia (korban) bilang tidak pernah mengakui Kak Fadrun sebagai istri dia di Bali. Tapi menurut Amir, dia mengaku-ngakui istri saya. Karena tidak ngaku, akhirnya saya bawa ke lapangan," kata Bahar saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Kamis (24/5/2019).

Baca juga: Bahar bin Smith Akui Bersalah Aniaya 2 Remaja

Dia mengaku marah saat istrinya dibawa-bawa ke dalam aksi penipuan yang dilakukan oleh korban di Bali.

Walaupun kata dia banyak yang mengaku sebagai dirinya, ia sangat tidak terima jika ada yang mengaku suami istrinya untuk meyakinkan orang lain.

"Saya marah mereka mengaku-ngakui istri saya. Yang mulia, yang mengaku sebagai saya banyak, yang menipu orang banyak. Banyak yang menipu disuruh Habib Bahar, bahkan jutaan. Tapi yang bikin saya marah adalah ketika dia membawa nama istri saya dan mengakui istri saya agar orang-orang yakin itu saya," kata dia.

Baca juga: Saksi di Sidang Bahar bin Smith Mengaku Urunan Rp 4 Juta untuk Tiket Pulang Bahar Palsu

Bahar mengetahui informasi tersebut dari temannya di Bali bernama Amir. Namun, kata dia korban tidak mengakui perbuatannya saat mengklaim istri Bahar sebagai istrinya.

"Padahal tidak usah lah ngomong gitu. Saya kesal ketika saya tanya dia tidak mengakui. Padahal kalau dia mengakui, dia tidak akan apa-apa," kata Bahar.

Dia juga menjawab hal sama ketika ditanya jaksa terkait alasannya menganiaya dua korban. Bahar menyebut alasannya lantaran menjaga harga diri istrinya dan anak-anaknya.

"Saya orang yang menghormati perempuan. Bagi yang tidak menghormati, sama juga tidak menghormati ibu. Saya jaga harga diri istri saya yang menjaga keturunan saya sebagai cucu ke-31 dari Nabi Muhammad," kata Bahar.

Setelah itu Bahar mengaku menggunduli korban agar tidak bisa menyerupai dirinya lagi. Selain itu, kata dia, hukuman tersebut merupakan budaya dari pondok pesantren miliknya jika ada pelanggaran.

"Saya cukur (korban) biar gak sama seperti saya lagi, sebab rambutnya kuning, sama seperti saya ini," katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Regional
Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Regional
Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Regional
Duduk Perkara Siswa Dipaksa Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Duduk Perkara Siswa Dipaksa Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Regional
Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Regional
Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Regional
Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Regional
Pemilik Wedding Organizer Bodong yang Tipu Belasan Warga Semarang Ditangkap

Pemilik Wedding Organizer Bodong yang Tipu Belasan Warga Semarang Ditangkap

Regional
Cabuli Bocah 8 Tahun saat Tidur, Buruh Bangunan di Kupang Ditangkap

Cabuli Bocah 8 Tahun saat Tidur, Buruh Bangunan di Kupang Ditangkap

Regional
Cerita Aan Siswa Kelas 5 SD yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Rawat Ayah dan Nenek

Cerita Aan Siswa Kelas 5 SD yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Rawat Ayah dan Nenek

Regional
Siswa SD di Sumut Tewas Tertabrak Truk Tronton Saat Menyebrang

Siswa SD di Sumut Tewas Tertabrak Truk Tronton Saat Menyebrang

Regional
Kronologi Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Kronologi Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Regional
Cemburu, Suami Bunuh Istri di Depan 2 Anaknya di Sidoarjo

Cemburu, Suami Bunuh Istri di Depan 2 Anaknya di Sidoarjo

Regional
Pasien yang Diisolasi RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia, Bukan karena Virus Corona

Pasien yang Diisolasi RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia, Bukan karena Virus Corona

Regional
Bantah Siswa Makan Kotoran Manusia, Ini Klarifikasi Seminari BSB Maumere

Bantah Siswa Makan Kotoran Manusia, Ini Klarifikasi Seminari BSB Maumere

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X