Sempat Erupsi, Ini Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Kompas.com - 26/06/2019, 08:33 WIB
Foto udara letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 Wib dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut). ANTARA FOTO/BISNIS INDONESIA/NURUL HIDAYATFoto udara letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 Wib dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gunung Anak Krakatau erupsi pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 09.22 WIB. Saat erupsi, tinggi kolom abu tidak teramati.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani menjelaskan, erupsi sempat terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 29 detik.

Namun, saat erupsi ini tidak terdengar suara dentuman.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," kata Kasbani dalam pesan singkatnya, Rabu (26/6/2019).

Baca juga: Menpar Sebut Pantai di Banten Aman dari Dampak Status Gunung Anak Krakatau

Berdasarkan pengamatan pada Rabu pagi pukul 00.00 - 06.00 WIB, ombak laut terlihat tenang. Namun, asap kawah tidak teramati.

"CCTV puncak tertutup debu," jelasnya.

Saat pengamatan, katanya, cuaca dalam kondisi mendung dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Sedangkan suhu udara sekitar 22.2-24 °C dengan kelembaban udara 77-85 persen, dengan tekanan udara 0-0 mmHg.

Baca juga: 5 Fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Masih Fluktuatif hingga Arah Semburan Debu Vulkanik

Gunung yang memiliki tinggi 157 meter di bawah permukaan laut ini terdeteksi terjadi tremor.

"Jumlah letusan 1, Amplitudo 45 mm, Durasi 78 detik.Tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-35 mm (dominan 7 mm)," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X