Nasib Kembar Siam Dempet Kepala Fadli-Fadlan, Kini Menderita Infeksi Saluran Udara

Kompas.com - 24/08/2019, 13:30 WIB
Fadlan dan Fadli, 8 bulan, bayi kembar siam dempet kepala asa Cianjur, Jawa Barat tengah menjalani perawatan di IGD RSUD Sayang, Cianjur KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANFadlan dan Fadli, 8 bulan, bayi kembar siam dempet kepala asa Cianjur, Jawa Barat tengah menjalani perawatan di IGD RSUD Sayang, Cianjur

BANDUNG, KOMPAS.com -  Bayi kembar siam asal Sukabumi, Fadli dan Fadlan (9 bulan) kembali dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin pada Kamis (22/8/2019) kemarin.

Direktur Medik & Keperawatan RSHS dr. Nucki Nursjamsi Hidajat menyebutkan bahwa bayi tersebut menderita infeksi saluran udara (bronchopneumonia). 

"Diagnosa kami sementara Fadli dan Fadlan menderita bronchopneumonia  jadi penyebab panas karena infeksi saluran nafas," kata Nucki di RSHS Bandung, Sabtu (24/8/2019).

Hal tersebut menyebabkan panas tubuh Fadli dan Fadlan mencapai 38 derajat celcius. Kini mereka dalam perawatan RSHS untuk terapi tuntas bronchopneumonia yang dideritanya. 

Baca juga: Pilihan Vaksin untuk Melindungi Anak dari Pneumonia

"Sekarang dirawat untuk terapi tuntas bronchopneumonia-nya sekaligus kita cek kembali untuk kesiapan terapi lanjutannya," terangnya.

Menurut Nucki, bayi kembar cukup rentan karena apabila satu bayi sakit maka akan menjangkiti kembarannya.

"Karena ada aliran darah yang nyambung. Kalau satu kena kuman nyebar ke sebelahnya. Untuk dosis obat pun harus diperhitungkan," jelas Nucki.

Nucki belum mengetahui pasti penyebab bayi kembar siam ini menderita infeksi saluran nafas. Namun kemungkinan lain itu ada, seperti udara, kondisi kecapean, bahkan dari pola asuh bisa menjadi penyebab mengingat anatomis Fadli Fadlan yang kurang baik.

"Kondisi kepala seperti itu makan nelen susah, mungkin karena kondisi, kan dititip ke kakaknya ya bukan semua sama ortunya, mungkin belum terlatih dengan baik, kalau ortunya kan sudah biasa. Mungkin juga kena flu karena kondisi udara, kecapekan juga bisa apalagi kondisi Fadli Fadlan secara anatomis juga kurang baik," ujarnya.

Baca juga: Sakit, Bayi Kembar Siam Fadli-Fadlan Dirujuk ke RSHS Bandung

Dirawat enam hari

Untuk memulihkan kondisinya, Fadli Fadlan akan dirawat di RSHS selama kurang lebih lima sampai enam hari.

Nantinya, tim dokter akan memperhatikan kondisi umum pasien seperti perbaikan cairan, gizi, dan pemberian antibiotik.

"Ada infeksi diberikan antobiotik sambil panasnya di kontrol," terangnya.

"Tapi tergantung dari respon kedua anaknya. Karena kalau sakit satu pasti sebelahnya itu ikut sakit," tambahnya.

Setelah keadaanya mulai membaik dan infeksinya hilang, Fadli dan Fadlan akan diperkenankan pulang.

"Setelah infeksi hilang, perbaikan keadaan umum supaya di rumah bisa tahan dengan kondisi lingkungan di rumahnya," tuturnya.

Baca juga: Kisah Fadlan dan Fadli, Bayi Kembar Siam Dempet Kepala, Keluarga Berharap Dioperasi



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Regional
Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Regional
Ratusan Pebalap Bakal Tanding di Banyuwangi International BMX 2019

Ratusan Pebalap Bakal Tanding di Banyuwangi International BMX 2019

Regional
Ratusan Makam Warga Keturunan Tionghoa Dibongkar untuk Pembangunan Rumah Sakit

Ratusan Makam Warga Keturunan Tionghoa Dibongkar untuk Pembangunan Rumah Sakit

Regional
Belasan Warga Cianjur Terjangkit Wabah DBD, 1 Orang Meninggal

Belasan Warga Cianjur Terjangkit Wabah DBD, 1 Orang Meninggal

Regional
Kata Ganjar soal Ida Fauziyah Jadi Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Jokowi

Kata Ganjar soal Ida Fauziyah Jadi Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Jokowi

Regional
Kisah Lengkap Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon, Penangkapan Tersangka Dihambat Gempa

Kisah Lengkap Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon, Penangkapan Tersangka Dihambat Gempa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X