Dedi Mulyadi Usulkan Jawa Barat Digabung dengan Jakarta

Kompas.com - 02/09/2019, 15:22 WIB
Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi saat ditemui di DPD Golkar DKI Jakarta, di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi saat ditemui di DPD Golkar DKI Jakarta, di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

"Sehingga tak perlu keluarkan uang banyak untuk fasilitas pemerintah. Kan banyak yang kosong. Misalnya gedung DPR RI di Senayan bisa dipakai untuk anggota DPRD Jabar Raya," kata Dedi.

Bahkan, kata dia, jika Jawa Barat-Jakarta digabung, maka jumlah anggota DPRD provinsi pun bisa bertambah, dari sebelumnya 120 orang, menjadi 200 orang. Sebab, nanti juga akan ada penambahan perwakilan rakyat dari Jakarta.

Dedi mengatakan, usulan tersebut bukan hanya wacana. Dia berencana memperjuangkan usulan penggabungan Jabar-Jakarta itu jika nanti sudah dilantik menjadi anggota DPR RI.

"Sebab, penggabungan dua provinsi itu, pelayanan pemerintah kepada masyarakat menjadi efektif," katanya.

Menurutnya, penggabungan Jawa barat-Jakarta, adalah didasarkan pada kebutuhan, bukan keinginan. Yakni kebutuhan untuk melayani masyarakat lebih efektif.

Saat ditanya bukankah saat ini pemerintah sedang gencar melakukan pemekaran wilayah demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Dedi mengatakan kebijakan itu hanya cocok untuk tingkat kabupaten/kota dan desa atau kelurahan.

Dia berkata, pemerintah provinsi itu hanya bersifat administratif. Sementara pusat pelayanan publik itu berada di kabupaten/kota serta desa/kelurahan.

Misalnya, Dinas Kesehatan Provinsi tidak langsung memberi pelayanan kepada masyarakat, hanya monitoring dan evaluasi. Pelayanan langsung tetap dipusatkan di kota dan kabupaten.

"Jadi pemekaran itu hanya cocok untuk kabupaten saja. Tidak provinsi ataupun kota," katanya.

Terkoneksi

Terkait akses transportasi, Dedi mengatakan saat ini Jawa Barat dan Jakarta terintegrasi dan terkoneksi.

Menurutnya, jarak tempuh perjalanan dari daerah-daerah di jawa Barat ke Jakarta kini tidak akan lama lagi. Sebab, kini sudah ada dan akan dibangun lagi akses transportasi yang menjadikan Jawa Barat dan Jakarta itu lebih dekat.

Baca juga: Fakta Baru Wacana Pemindahan Ibu Kota Jabar, Hanya Usulkan Tegalluar hingga Komisi IV Menolak

Misalnya, tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) yang memperpendek jarak priangan Timur dengan Bandung dan Jakarta. Belum lagi kereta cepat, tol layang dan lainnya yang menjadikan Jawa Barat dan Jakarta tidak akan jauh lagi.

"Jadi dengan akses transportasi yang terintegrasi itu, maka Jakarta dan Jawa barat kian dekat. Dengan demikian penggabungan kedua wilayah itu menjadi Jabar Raya akan sangat memungkinkan," kata anggota DPR RI terpilih dari Golkar itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jeritan Pengungsi Majene: Bantuan Hanya di Tenda Besar, Air Bersih dan Susu Bayi Kurang

Jeritan Pengungsi Majene: Bantuan Hanya di Tenda Besar, Air Bersih dan Susu Bayi Kurang

Regional
Sempat Diperbaiki, Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar Kalsel Kembali Terputus

Sempat Diperbaiki, Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar Kalsel Kembali Terputus

Regional
Maling Curi Dorongan Bayi hingga Tabung Gas Milik Korban Sriwijaya Air

Maling Curi Dorongan Bayi hingga Tabung Gas Milik Korban Sriwijaya Air

Regional
Ditangkap di Sumut, Terpidana Kasus Pedagangan Manusia di NTT Kabur Sejak 2016

Ditangkap di Sumut, Terpidana Kasus Pedagangan Manusia di NTT Kabur Sejak 2016

Regional
9 Kecamatan di Probolinggo Diguyur Hujan Abu Vulkanik Semeru

9 Kecamatan di Probolinggo Diguyur Hujan Abu Vulkanik Semeru

Regional
Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Ngawi, Digelar Saat Pandemi Tanpa Kantongi Izin

Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Ngawi, Digelar Saat Pandemi Tanpa Kantongi Izin

Regional
5 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

5 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

Regional
'Saya Bangun dan Bangunan dari Atas Langsung Runtuh'

"Saya Bangun dan Bangunan dari Atas Langsung Runtuh"

Regional
Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Terduga Pelaku Terekam CCTV, Ini Ciri-cirinya

Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Terduga Pelaku Terekam CCTV, Ini Ciri-cirinya

Regional
Putra Sulung Tewas Saat Gempa, Juhida: Suami Bilang Allahuakbar, Bangunan dari Atas Langsung Runtuh

Putra Sulung Tewas Saat Gempa, Juhida: Suami Bilang Allahuakbar, Bangunan dari Atas Langsung Runtuh

Regional
Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Regional
Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Regional
Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Regional
Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X