Jadwal Penerbangan Bandara Kertajati Normal, Tidak Terdampak Kabut Asap

Kompas.com - 16/09/2019, 17:19 WIB
Bandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun. Dok. Humas Angkasa Pura IIBandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun.

BANDUNG, KOMPAS.com - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati masih lancar menyusul adanya kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia.

Airport Operation and Performance Group Head PT BIJB Agus Sugeng mengatakan, ada lima bandara pasangan Kertajati yang aktivitas penerbangannya berpotensi terdampak kebakaran hutan. Yakni rute tujuan Medan, Batam, Pekanbaru, Banjarmasin dan Balikpapan.

"Alhamdulillah untuk Kertajati untuk saat ini masih normal seperti biasa. Cuma memang yang sedikit agak khawatir pairing kita, pasangan kita. Kebetulan ada lima bandara yang terdampak, tiga di Sumatera dan dua di Kalimantan. Memang yang agak khawatir itu ke Pekanbaru karena Riau kan, tapi Bandara Sultan Syarif Kasim itu masih layak didarati sehingga belum ada perubahan," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Kabut Asap, 23 Rute Penerbangan Lion Group dari Bandara APT Pranoto Dialihkan ke Balikpapan

Hingga saat ini, kata Agus, aktivitas penerbangan masih tetap berjalan sesuai arahan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Airnav.

"Tapi alhamdulillah informasi dari BMKG sana masih bisa diterbangi. Sehingga belum ada delay apalagi cancel ataupun pengalihan, semua berjalan normal," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Agus mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Airnav untuk mengetahui informasi terkini kondisi jarak pandang pesawat.

"Kami tadi pagi sudah koordinasi dengan teman-teman dari Airnav memang kalau sewaktu-waktu ada informasi perubahan cuaca terutama jarak pandang ekstrem segera kita akan mengambil langkah untuk menangani persoalan kabut," tuturnya.

Agus menambahkan, kebakaran hutan di Indonesia tak berdampak terhadap jumlah penumpang di Kertajati. Saat ini, keterisian di Bandara Kertajati masih berkisar di 60 persen.

"Kalau sekarang memang keadaan low season tapi boleh lah di atas 60 persen load factor kita. Dampaknya bukan karena kabut tapi karena low season saja," jelasnya. 

Baca juga: Jarak Pandang Hanya 150 Meter, Bandara Supadio Pontianak Lumpuh Total



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X