Pemprov Jabar Bidik Industri Pencemar Sungai Cilamaya dan Cileungsi

Kompas.com - 02/10/2019, 21:09 WIB
Sudah 22 tahun Sungai Cilamaya menghitam dan bau menyengat. Warga meminta Gubernur Jabar Ridwan Kamil turun tangan. KOMPAS.com/FARIDA FARHANSudah 22 tahun Sungai Cilamaya menghitam dan bau menyengat. Warga meminta Gubernur Jabar Ridwan Kamil turun tangan.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menindak tegas industri pencemar sungai Cilamaya Kabupaten Karawang dan Cileungsi Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Bambang Riyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap industri yang diduga membuang limbah ke dua sungai tersebut.

"Sementara di dari data yang kita miliki Cileungsi ada 56 industri dan Cilamaya ada 26 industri yang terindikasi mencemari,” kata Bambang di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (2/10/2019).

Ia menuturkan, pihaknya telah mendapat instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar segera turun tangan untuk mengatasi persoalan limbah di dua sungai tersebut.


Baca juga: Diterjang Puting Beliung, 35 Rumah di Cilamaya Kulon Karawang Rusak

"Pak Gubernur sudah memerintahkan akan turun tangan ke sungai-sungai bermasalah di Jawa Barat, salah satunya Cileungsi dan Cimalaya," ungkapnya.

Khusus untuk penanganan Sungai Cileungsi, kata Bambang, telah diperkuat dengan rekomendasi Ombudsman yang meminta Pemprov mengambil alih penanganan dari Pemkab Bogor.

"Bogor sebetulnya sudah berupaya, namun dinilai belum optimal," ujarnya.

Adapun untuk sungai Cilamaya yang melintasi wilayah Karawang, Subang dan Purwakarta akan dibenahi setelah pihaknya melihat situasi pencemaran yang sudah sama beratnya.

Saat ini, sambung Bambang, ia tengah menyiapkan pranata penuntasan sungai-sungai tersebut karena tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya seperti Sungai Citarum.

Proses ini juga akan melibatkan banyak pihak seperti TNI, Polri serta penyiapan dukungan anggaran.

"Ini baru sekarang artinya kita menata dulu payung hukumnya dan siapa saja yang terlibat di dalamnya, itu sudah kita siapkan. Dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah ada dan siap, dengan anggaran yang tidak ada sebelumnya kita harus bisa, secepatnya," jelasnya. 

Baca juga: Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
Kepala BPBD NTB Dukung Polisi Mengungkap Korupsi Bantuan Pasca Bencana

Kepala BPBD NTB Dukung Polisi Mengungkap Korupsi Bantuan Pasca Bencana

Regional
Awasi TN Komodo, Pemprov NTT Siapkan Aplikasi Teknologi Digital

Awasi TN Komodo, Pemprov NTT Siapkan Aplikasi Teknologi Digital

Regional
Tol Layang Jakarta-Cikampek Segera Beroperasi, Kapolda Cek Kesiapan

Tol Layang Jakarta-Cikampek Segera Beroperasi, Kapolda Cek Kesiapan

Regional
Jalur Bromo Longsor Sepanjang 17 Meter, Wisatawan Diminta Waspada

Jalur Bromo Longsor Sepanjang 17 Meter, Wisatawan Diminta Waspada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X