Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kompas.com - 22/10/2019, 09:15 WIB
Muhammad Reza Nurrahman (22 tahun) lulus dari Fisika ITB dengan IPK 3,98. KOMPAS.com/RENI SUSANTIMuhammad Reza Nurrahman (22 tahun) lulus dari Fisika ITB dengan IPK 3,98.

“Ayah Reza bekerja sebagai sopir, ibu Reza ibu rumah tangga. Kami sekeluarga hidup sederhana,” ucapnya.

Minimnya keuangan keluarga membuat Reza berusaha sendiri saat menginginkan sesuatu. Sejak kecil, ia akan menabung untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Begitupun dalam hal pendidikan. Reza akan belajar dengan tekun untuk menjadi juara kelas. Karena dengan juara kelas, ia akan mendapatkan hadiah buku di semester berikutnya.

“Kalau SD dan SMP ada dana BOS karena wajib belajar sembilan tahun. Untuk SMA Reza dapat beasiswa dari SMA Darul Falah,” imbuhnya.

Sebelum pindah ke SMA Darul Falah saat kelas 2 SMA, Reza mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari SMA sebelumnya yang membuat sakit hati.

Saat itu, Reza terpilih mewakili sekolah untuk seleksi Asian Physics Olympiad dan diwajibkan mengikuti training selama sebulan.

Kemudian kepala SMA bilang, sekolah tidak bisa mengantar sehingga Reza harus pergi sendirian. Padahal selama ini Reza tidak pernah bepergian jauh.

Saat Reza melaksanakan pelatihan yang berbarengan dengan pembagian rapot, sekolah memanggil orangtua Reza. Kepada sang ibu, Ika Minarti, sekolah bilang kalau Reza lolos seleksi Asian Physics Olympiad, maka ia terancam tidak naik kelas.

Mendapat kabar tersebut, Reza terpukul. Padahal ia tengah membawa nama sekolah untuk lolos di Olimpiade Sains tingkat Asia.

“Saya tidak bisa fokus, sehingga akhirnya hanya duduk di urutan 9 dan yang masuk ke tahap selanjutnya 8 besar,” ungkapnya.

Baca juga: Herayati, Anak Pengayuh Becak, Lulus ITB dengan Predikat Cum Laude

Sekembalinya ke Bandung Barat, ia memilih untuk pindah sekolah ke SMA Darul Falah. Di luar dugaan, SMA tersebut memberikan beasiswa full termasuk seragam dan lainnya. Reza pun menjadi lulusan pertama SMA Darul Falah yang tembus ITB.

Masa kuliah

Memasuki ITB yang merupakan impiannya sejak SMP tentu membuatnya bahagia. Ia kemudian mengajukan beasiswa dan namanya sempat tidak ada di Bidikmisi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

5 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

Regional
'Saya Bangun dan Bangunan dari Atas Langsung Runtuh'

"Saya Bangun dan Bangunan dari Atas Langsung Runtuh"

Regional
Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Terduga Pelaku Terekam CCTV, Ini Ciri-cirinya

Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Terduga Pelaku Terekam CCTV, Ini Ciri-cirinya

Regional
Putra Sulung Tewas Saat Gempa, Juhida: Suami Bilang Allahuakbar, Bangunan dari Atas Langsung Runtuh

Putra Sulung Tewas Saat Gempa, Juhida: Suami Bilang Allahuakbar, Bangunan dari Atas Langsung Runtuh

Regional
Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Regional
Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Regional
Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Regional
Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Regional
Satgas Covid-19 Sumbar: Belum Ditemukan Ada Nakes Alami Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi

Satgas Covid-19 Sumbar: Belum Ditemukan Ada Nakes Alami Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi

Regional
Aktivitas Gunung Merapi, 36 Kali Guguran Lava Pijar hingga Potensi Arah Erupsi

Aktivitas Gunung Merapi, 36 Kali Guguran Lava Pijar hingga Potensi Arah Erupsi

Regional
6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan Tanpa Busana di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan Tanpa Busana di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X