JKN BPJS Naik, Wali Kota Bandung Harap Kebijakan Pusat Tidak Bebani Masyarakat

Kompas.com - 30/10/2019, 21:11 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung Oded M Danial

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah resmi menaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap kebijakan tersebut sudah di pikirkan matang-matang oleh pemerintah pusat, sehingga tak membebani maayarakat.

Hal ini disampaikan  Oded di Kantor BATAN Bandung, Jalan Taman Sari, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

"Saya berharap mudah-mudahan apa yang dilakukan pemerintah pusat dengan kebijakannya ini sudah dipikirkan, dihitung sehingga tidak membebani masyarakat," kata Oded. 

Baca juga: BPJS Kesehatan: Kenaikan Iuran Tak Besar Dibandingkan Manfaatnya...

Saat ini, pihaknya akan menunggu dan melihat respons dari masyarakat terkait naiknya iuran JKN tersebut.

"Kita lihat di lapangan kalau sudah diimplementasikan akan terlihat seperti apa itu kebijakan. Nanti akan disampaikan ke pemerintah pusat," kata Oded.

Setelah adanya respons dari masyarakat, Oded pun akan berkomunikasi dengan BPJS Kesehatan. 

"Kita lihat saja dulu nanti akan ada komunikasi dengan BPJS kesehatan juga," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Naiknya JKN BPJS tahun depan ini, menyusul ditandatanganinya peraturan Presiden (perpres) Nomor 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis, 24 Oktober 2019 dan sudah diunggah ke laman setneg.go.id. 

Baca juga: INFOGRAFIK: Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mulai 2020



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dimediasi Terkait Gugatan Warisan, Anak Peluk Ibu dan Adik-adiknya, Tawarkan Konsep Perdamaian

Dimediasi Terkait Gugatan Warisan, Anak Peluk Ibu dan Adik-adiknya, Tawarkan Konsep Perdamaian

Regional
Positif Covid-19 di Sulut Tembus 3.011 Kasus

Positif Covid-19 di Sulut Tembus 3.011 Kasus

Regional
ASN Puskesmas Ditemukan Tewas dengan Tubuh Terbakar Bersama Sepeda Motor

ASN Puskesmas Ditemukan Tewas dengan Tubuh Terbakar Bersama Sepeda Motor

Regional
Mahasiswi S2 Ditemukan Tewas di Rumah Kekasih, Keluarga Duga Korban Dibunuh Lalu Digantung

Mahasiswi S2 Ditemukan Tewas di Rumah Kekasih, Keluarga Duga Korban Dibunuh Lalu Digantung

Regional
Jenazah Mahasiswi S2 Hukum Ditemukan Tergantung di Rumah Kekasih, 23 Saksi Diperiksa

Jenazah Mahasiswi S2 Hukum Ditemukan Tergantung di Rumah Kekasih, 23 Saksi Diperiksa

Regional
Disebut Gantung Diri, Suami di Bengkulu Ternyata Dibunuh Istri

Disebut Gantung Diri, Suami di Bengkulu Ternyata Dibunuh Istri

Regional
Siang Ini, Gelombang di Pantai Selatan Yogya Diperkirakan Capai 6 Meter, Nelayan Selamatkan Perahu

Siang Ini, Gelombang di Pantai Selatan Yogya Diperkirakan Capai 6 Meter, Nelayan Selamatkan Perahu

Regional
'Sedih Dilaporin Sama Bapak Sendiri'

"Sedih Dilaporin Sama Bapak Sendiri"

Regional
Staf KPU Yahukimo Tewas Dibacok, Pelaku Bercelana Loreng dan Berambut Gimbal

Staf KPU Yahukimo Tewas Dibacok, Pelaku Bercelana Loreng dan Berambut Gimbal

Regional
2 Warga Sukabumi Meninggal akibat Covid-19

2 Warga Sukabumi Meninggal akibat Covid-19

Regional
Biaya Sendiri, Tukang Pijat Tunanetra Dirikan Sekolah Gratis bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Biaya Sendiri, Tukang Pijat Tunanetra Dirikan Sekolah Gratis bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Bank Sampah Kini Punya Aplikasi dan Bisa Ditukar Emas

Bank Sampah Kini Punya Aplikasi dan Bisa Ditukar Emas

Regional
Mahasiswi S2 Hukum Tewas Tergantung di Rumah Kekasih, Keluarga Menduga Korban Dibunuh

Mahasiswi S2 Hukum Tewas Tergantung di Rumah Kekasih, Keluarga Menduga Korban Dibunuh

Regional
Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Regional
Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X