Mulai 1 Desember, Sebagian Perjalanan Kereta Api dari Bandung Berubah, Ini Jadwalnya

Kompas.com - 04/11/2019, 20:23 WIB
ilustrasi kereta api Shutterstockilustrasi kereta api

BANDUNG, KOMPAS.com – Mulai 1 Desember 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan grafik perjalanan KA (Gapeka) 2019 sesuai Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1781 Tahun 2019.

Penggunaan Gapeka 2019 menggantikan Gapeka 2017, akan memengaruhi jadwal perjalanan KA, waktu tempuh perjalanan, perpanjangan relasi KA, dan hadirnya beberapa KA baru.

“Untuk itu, tolong diperhatikan jadwal keberangkatannya,” ujar Deputy Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Hendra Wahyono di Bandung, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Menhub Targetkan Operasional KA Bandara Adi Soemarmo Sebelum Tahun Baru 2020


Hendra mengatakan, ada perubahan jadwal dan rute yang signifikan dalam Gapeka 2019. Perubahan tersebut yakni:

1. KA Pasundan dari Kiaracondong ke Surabaya Gubeng. Semula berangkat pada 05.35 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 10.15 WIB.

2. KA Kahuripan dari Kiaracondong ke Blitar, yang semula berangkat pukul 18.10 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 23.15 WIB.

3. KA Kutojaya Selatan dari Kiaracondong ke Kutoarjo, yang semula berangkat pukul 21.00 WIB menjadi 22.15 WIB.

4. KA Harina dari Bandung ke Cikampek, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi, yang semula berangkat pukul 21.25 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 21.40 WIB.

5. KA Ciremai dari Bandung ke Cikampek, Cirebon, Semarang Tawang, yang semula berangkat pada pukul 06.15 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 08.10 WIB.

6. KA Malabar dari Bandung ke Malang yang semula berangkat dari Stasiun Bandung pada pukul 15.45 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat 19.50 WIB.

7. KA Mutiara Selatan dari Bandung ke Surabaya Gubeng, Malang yang semula berangkat dari Stasiun Bandung pada 16.50 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 20.55 WIB.

Perubahan waktu tempuh

KA Pasundan relasi Bandung Kiaracondong ke Surabaya Gubeng mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh 82 menit, dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit.

Perpanjangan relasi

Tak hanya itu, ada beberapa KA yang mengalami perpanjangan relasi. Kereta tersebut yakni:

1. KA Argo Wilis dan Turangga sebelumnya Bandung - Surabaya Gubeng pp kini menjadi Gambir - Bandung - Surabaya Gubeng pp.

2. KA Mutiara Selatan sebelumnya Bandung - Surabaya Gubeng - Malang pp kini menjadi Gambir - Bandung - Surabaya Gubeng - Malang pp.

3. KA Malabar sebelumnya Bandung - Malang pp kini menjadi Pasar Senen - Bandung - Malang pp.

Baca juga: Kisah Wibby Beli Tiket KA Pakai Paspor karena Tak Punya E-KTP: Seperti Orang Asing di Negeri Sendiri

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Regional
Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Regional
Bus Pariwisata Alami Kecelakaan di Subang, 6 Orang Tewas

Bus Pariwisata Alami Kecelakaan di Subang, 6 Orang Tewas

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat

Bolos Kerja 176 Hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat

Regional
Siswi SD Diperkosa 8 Pemuda, Korban Dibuat Mabuk dengan Lem Cap Kambing

Siswi SD Diperkosa 8 Pemuda, Korban Dibuat Mabuk dengan Lem Cap Kambing

Regional
Solusi Permanen Risma untuk Atasi Banjir di Surabaya

Solusi Permanen Risma untuk Atasi Banjir di Surabaya

Regional
Cerita Bagus Selamatkan Diri Saat Mobilnya Terseruduk Truk Kontainer di Tol Cipularang

Cerita Bagus Selamatkan Diri Saat Mobilnya Terseruduk Truk Kontainer di Tol Cipularang

Regional
Menteri PDTT Persilakan Dana Desa Digunakan untuk Mitigasi Bencana

Menteri PDTT Persilakan Dana Desa Digunakan untuk Mitigasi Bencana

Regional
Cerita Gadis yang Dilamar si Dukun Cilik: Awalnya Tak Tahu Itu Ponari

Cerita Gadis yang Dilamar si Dukun Cilik: Awalnya Tak Tahu Itu Ponari

Regional
Gubernur Kalsel Traktir 24.000 Warga Makan Durian

Gubernur Kalsel Traktir 24.000 Warga Makan Durian

Regional
Alasan Pasutri Cianjur Bayar Biaya Persalinan dengan Uang Koin

Alasan Pasutri Cianjur Bayar Biaya Persalinan dengan Uang Koin

Regional
Urung Diumumkan, Achmad Purnomo Ingin Rekomendasi PDI-P Turun Secepatnya

Urung Diumumkan, Achmad Purnomo Ingin Rekomendasi PDI-P Turun Secepatnya

Regional
Fakta Samirin Divonis Penjara, dari Memungut Getah Karet untuk Beli Rokok hingga  Anggota DPR Prihatin

Fakta Samirin Divonis Penjara, dari Memungut Getah Karet untuk Beli Rokok hingga Anggota DPR Prihatin

Regional
Pilkada 2020, Tokoh Pesantren Gelar Kongres Santri Hindari Perpecahan

Pilkada 2020, Tokoh Pesantren Gelar Kongres Santri Hindari Perpecahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X