Kasus Penipuan Mobil Murah Akumobil, Dirut Ditetapkan Tersangka hingga 350 Orang Jadi Korban

Kompas.com - 06/11/2019, 14:40 WIB
Ilustrasi penipuan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penipuan.

KOMPAS.com - Aparat kepolisian Polrestabes Bandung mengamankan tujuh orang yang terdiri dari tiga orang direktur dan empat staf administrasi Akumobil yang diduga melakukan penipuan.

Polisi mengamankan ketujuhnya karena para nasabah yang membeli mobil di Akumobil kendaraanya tak kunjung datang.

Setelah mengamankan tujuh orang tersebut, polisi menetapkan direktur utama Akumobil berinisial BJB sebagai tersangka.

Guna kepentingan penyelidikan, polisi pun membuka posko pelaporan bagi korban dugaan penipuan Akumobil.

Hasil sementara ada sekitar 350 korban, adapun total kerugian sementara mencapai Rp 35 miliar.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Diduga lakukan penipuan

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai. KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP M Rifai mengatakan, merasa ditipu. Para nasabah yang membeli mobil di Akumobil mendatangi kantor perusahaan itu, mereka pun melakukan demo protes karena kendaraanya tak kunjung datang.

"Mereka protes karena dua tiga bulan kendaraan tak kunjung ada," katanya Rifai, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (1/11/2019).

Terkait kasus dugaan penipuan ini, Rifai mengatakan, bahwa korbannya diduga mencapai ratusan.

Polisi sedang melakukan pendataan korban, saat ini baru ada tiga orang yang melapor dugaan penipuan tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X