Korban Penipuan Mobil Murah di Bandung Diduga Capai 350 Orang, Ini Faktanya

Kompas.com - 07/11/2019, 17:12 WIB
Facebook/Daily Mail

KOMPAS.com - Kasus penipuan yang diduga dilakukan perusahaan Akudigital Indonesia atau Akumobil di Bandung, Jawa Barat, terus didalami oleh polisi.

Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah konsumen tak kunjung mendapatkan mobil yang telah disepakati.

Lalu, beberapa waktu lalu, mereka mendatangi showroom Akumobil untuk menagih janji perusahaan.

Seperti diketahui, modus penipuan itu sendiri yakni menawarkan mobil dengan harga Rp 50 juta-Rp 59 juta per unit, padahal harga pasaran merek mobil tersebut hingga Rp 150 juta.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan tujuh orang pegawai Akumobil terdiri dari direktur dan staf untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah itu, polisi menetapkan Dirut Akumobil telah menjadi tersangka.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Modus penipuan yang diduga dilakukan Akumobil

Dari hasil penyelidikan polisi, modus penipuan itu yakni menawarkan mobil dengan harga Rp 50 juta-Rp 59 juta per unit. Sejatinya, harga pasaran merek mobil tersebut hingga Rp 150 juta.

"Mobil yang ditawarkan itu berupa Mobilio, Ayla, Calya, kemudian akan diberikan satu setengah bulan kerja berarti sekitar dua bulan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung AKBP M Rifai di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Penipuan Akumobil: Ayla, Calya hingga Mobilio Dijual Rp 50 Juta-Rp 59 Juta

2. Polisi gandeng PPATK, lacak dana Rp 35 miliar

Polisi gandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menyelidiki aliran dana konsumen yang diraup dari penjualan mobil murah Akumobil, yakni sekitar Rp 35 miliar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X