Mengaku sebagai Calo SMP Negeri, Guru Honorer di Bandung Ditangkap

Kompas.com - 28/11/2019, 17:43 WIB
Ilustrasi sekolah KOMPAS.com/JunaediIlustrasi sekolah

BANDUNG, KOMPAS.com - AN (37), seorang guru honorer di salah satu sekolah dasar (SD) di Bandung, Jawa Barat, harus berurusan dengan hukum, lantaran menipu sejumlah orang tua siswa.

AN mengaku bisa meloloskan siswa ke sekolah menengah pertama (SMP) negeri melalui jalur 'belakang' pada penerimaan siswa Juli 2019 lalu.

"Iming-imingnya bisa meloloskan ke SMP negeri di wilayah Kecamatan Cidadap," kata Kapolsek Cidadap AKP Rina Perwitasari di Mapolsek Cidadap, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: Tabrak Sepeda Motor, Sopir Bus Transjogja Jadi Tersangka

Untuk meloloskan ke SMP Negeri, guru perempuan itu mematok harga Rp 5 juta, dan biaya administrasi sebesar Rp 250.000.

Ada enam orangtua yang terbujuk rayu pelaku.

Setelah korban mengirim uangnya, pelaku kemudian mengajak anak korban ke sekolah yang dituju untuk mengikuti kegiatan pengenalan sekolah.

Namun, saat orang tua mengecek ke sekolah, ternyata nama anaknya tidak terdaftar di sekolah yang dituju.

"Setelah dicek, ternyata nama anaknya tidak ada," kata Rina.

Korban yang merasa tertipu kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Berbekal pengaduan orangtua siswa, polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap AN.

"Motifnya kebutuhan ekonomi," tutur Rina.

Atas perbuatannya AN dijerat Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 4 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Regional
Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Regional
Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Regional
Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Regional
Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Regional
Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X