Penanganan TPPU Kasus Akumobil di Ambil Alih Polda Jabar

Kompas.com - 30/11/2019, 13:15 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

BANDUNG, KOMPAS com - Polda Jabar mengambil alih Tindak Pidana Pencucian Uang kasus dugaan penipuan jual mobil murah Akumobil.

Itu diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri, setelah sebelumnya Polrestabes Bandung membuat laporan terkait TPPU dan melakukan gelar perkara di Ditreskrimsus Polda Jabar.

"Untuk kasus pidana pencucian uangnya itu diambil alih oleh polda karena locusnya bukan hanya di Bandung saja tapi ada locus di cirebon dan sekitarnya," kata Galih di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Polisi Pidanakan 4 Direktur Terkait Penipuan Akumobil


Dikatakan, jumlah korban dan barang bukti pun kini bertambah. Adapun barang bukti tersebut terdiri dari lima mobil fortuner, lima kendaraan motor besar, satu unit mercedez benz dan Lexus, mobil carry dan colt, serta uang senilai Rp 300 juta, perhiasan emas, tas brosur yang disebar dalam fire sale.

"(Korban) sekitar 2000-an tapi yang saya sampaikan tadi seperti barang bukti yang bertambah ini nilainya lumayan ya ini belinya sekitar Rp 1,4 miliar," kata Galih.

Saat ini polisi fokus pada pemberkasan untuk menyelesaikan kasus ini.

"Karena dengan adanya TPPU yang ditangani Polda, harapanya aset recovery bagaimana barang bukti ini nantinya bisa dikembalikan atau gimana itu nanti gimana putusan pengadilan," kata Galih.

"Yang pasti nanti dari polda terkait dengan alat bukti yang lain karena aliran dana dari 18 akun bank yang sudah diblokir itu akan dibongkar secara rinci kemana saja uang itu beredar," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan tujuh orang pegawai Akumobil terdiri dari direktur dan staf untuk dilakukan pemeriksaan.

Ketujuhnya diamankan Kamis (31/10/2019) malam, ketika konsumen perusahaan itu menggeruduk kantor Akumobil yang berada di Jalan Sadakeling, Kota Bandung.

Mereka memprotes perusahaan tersebut lantaran kendaraan yang dibelinya tak kunjung datang.

Baca juga: Polisi Tetapkan Satu Tersangka Lain dalam Kasus Akumobil

Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Direktur Utama Akumobil yang berinisial BJB, AY Direktur Keuangan dan Administrasi, FR Direktur Operasional Marketing, RS Direktur Divisi Motor, dan MH Direktur Operasional, dan MI Direktur HRD Akumobil.

Polisi menilai para tersangka ini membuat suatu PT bernama Akudigital Indonesia atau Akumobil.

Perusahaan ini menawarkan mobil seharga 50-59 juta, padahal harga sebenarnya di pasaran sekitar RP 150 juta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
Kepala BPBD NTB Dukung Polisi Mengungkap Korupsi Bantuan Pasca Bencana

Kepala BPBD NTB Dukung Polisi Mengungkap Korupsi Bantuan Pasca Bencana

Regional
Awasi TN Komodo, Pemprov NTT Siapkan Aplikasi Teknologi Digital

Awasi TN Komodo, Pemprov NTT Siapkan Aplikasi Teknologi Digital

Regional
Tol Layang Jakarta-Cikampek Segera Beroperasi, Kapolda Cek Kesiapan

Tol Layang Jakarta-Cikampek Segera Beroperasi, Kapolda Cek Kesiapan

Regional
Jalur Bromo Longsor Sepanjang 17 Meter, Wisatawan Diminta Waspada

Jalur Bromo Longsor Sepanjang 17 Meter, Wisatawan Diminta Waspada

Regional
Teater Gandrik Digelar di Surabaya Tanpa Djaduk Ferianto

Teater Gandrik Digelar di Surabaya Tanpa Djaduk Ferianto

Regional
Pascabentrok Warga 2 Desa di Sumbar, 120 Personel Polisi Disiagakan di Perbatasan

Pascabentrok Warga 2 Desa di Sumbar, 120 Personel Polisi Disiagakan di Perbatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X