PD Pasar Bermartabat Diminta Hengkang dari Pasar Andir Bandung

Kompas.com - 02/12/2019, 17:50 WIB
Sejumlah warga saat melintasi tumpukan roda berjualan para pedagang Pasar Andir di Jalan Rajawali Kota Bandung, Jumat (5/2/2016). Para pedagang terpaksa berjualan di jalan lantaran belum adanya tempat yang layak. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANISejumlah warga saat melintasi tumpukan roda berjualan para pedagang Pasar Andir di Jalan Rajawali Kota Bandung, Jumat (5/2/2016). Para pedagang terpaksa berjualan di jalan lantaran belum adanya tempat yang layak.

BANDUNG, KOMPAS.com - PD Pasar Bermartabat, perusahaan milik pemkot Bandung, diminta angkat kaki dari Pasar Andir dan menyerahkan secara sukarela pengelolaan Andir Trade Center kepada PT Aman Prima Jaya (APJ).

Kuasa Hukum PT APJ, Bhaskara Nainggolan mengatakan, permintaan kepada PD Pasar Bermartabat tersebut tidak menyalahi aturan karena sudah sesuai dengan keputusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) pada tanggal 5 Maret 2019 yang menyatakan bahwa PT APJ adalah pengelola Pasar Andir yang sah sampai 28 September 2020.

PD Pasar Bermartabat kemudian melakukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) terkait keputusan BANI tersebut. Namun pada tanggal 24 Oktober 2019, MA telah mengeluarkan keputusan menolak gugatan PD Pasar Bermartabat.

"Proses banding sudah selesai di MA, permohonan PD Pasar sudah ditolak. Kami meminta kepada PD Pasar Bermartabat secara sukarela menyerahkan pengelolaan kepada PT APJ," kata Bhaskara, di Bandung, Senin (2/12/2019).

Baca juga: PT APJ Tuding Pemkot Bandung Ambil Alih Paksa Pengelolaan Pasar Andir

Lebih lanjut Bhaskara menyarankan agar PD Pasar Bermartabat legawa untuk menyerahkan pengelolaan Pasar Andir ke PT APJ, sebelum terjadi eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Menurut dia, permintaan untuk menyerahkan secara sukarela pengelolaan Pasar Andir sudah dilakukan PT APJ lewat surat resmi sebanyak dua kali kepada PD Pasar Bermartabat. Namun surat tersebut tidak pernah dibalas.

"Permohonan eksekusi masuk tanggal 29 November 2019 ke PN Bandung. Malu sebenarnya kalau sampai ada eksekusi paksa," aku Bhaskara.

Bhaskara menjelaskan, sejak PD Pasar Bermartabat mengambil alih paksa pengelolaan Pasar Andir di tahun 2016 hingga proses hukum penyelesaian sengketa berlangsung di BANI dan MA yang sudah memakan waktu 3 tahun, pihaknya mengalami kerugian cukup besar.

“Kalau ada transaksi penjualan kios oleh PD Pasar sudah pasti itu ilegal. Biaya jasa, pendapatan parkir yang tidak jelas larinya ke mana, ada juga pedagang yang hendak bayar kepada kami tapi diintimidasi oleh pihak PD Pasar. Jika ditotal kerugian kami bisa mencapai Rp 65 miliar,” ungkapnya.

Dihubungi lewat ponselnya, Lusi Lesminingwati selaku Pjs Direktur Utama PD Pasar Bermartabat mengaku telah melakukan koordinasi dengan PT APJ untuk berdamai.

"Kalau PT APJ tidak mau berdamai tidak masalah. Kita akan melakukan upaya hukum lainnya," ujar Lusi.

Baca juga: BANI Putuskan Pasar Andir Dikelola PT APJ, Pemkot Bandung Ajukan Banding

Lusi menambahkan, PD Pasar Bermartabat akan menunggu langkah-langkah yang akan ditempuh PT APJ termasuk langkah eksekusi.

"Kita siap saja. Langkah apapun yang akan dilakukan PT APJ akan kami ladeni," tandasnya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Regional
Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Regional
Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Regional
Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Regional
Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Regional
Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X