Ridwan Kamil: Harus Ada Regulasi untuk Skuter Listrik

Kompas.com - 05/12/2019, 18:11 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (5/12/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan harus segera ada regulasi yang mengatur penggunaan skuter listrik.

Ia pun memerintahkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk berkoordinasi dengan kabupaten dan kota untuk merancang regulasi tersebut.

"Sudah kami bahas memang domainnya ada di kota. Sudah diarahkan Dishub Jabar khususnya Bandung, boleh di mana yang tidak boleh di mana. Sudah kami arahkan, kami mulai di Bandung. Sudah berkoordinasi lewat Dishub Provinsi untuk Dishub Bandung intinya akan diregulasi," kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Skuter Listrik Diharapkan Tetap Bisa Beroperasi sebagai First dan Last Mile

Emil mengatakan, regulasi skuter listrik bukan berarti menghambat inovasi.

Namun, terjadinya beberapa insiden yang menelan nyawa harus menjadi pembelajaran agar penggunaan skuter listrik tak memicu kecelakaan lalu lintas.

"Poinnya kami tidak menghalangi inovasi, ini kan distrupsi, ada barang baru ada cara baru orang bergerak yang disukai masyarakat. Tapi, kekosongan regulasi sering kali membuat terjadi hal yang tak diinginkan seperti di Jakarta, ada yang meninggal dunia, naik ke jembatan, karena distrupsi ini belum teregulasi," tutur dia.

Emil pun mengimbau agar penyedia jasa sewa skuter listrik agar ikut berperan aktif menjaga ketertiban lalu lintas. Ia mengingatkan agar keselamatan selalu jadi prioritas utama.

"Saya kira kasus di Jakarta sudah menjadi pelajaranlah agar mereka menyosialisasikan, karena keselamatan yang utama," ujar dia.

Seperti diberitakan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat sedang mengkaji regulasi penggunaan otoped listrik.

Hal itu dilakukan menyikapi mulai maraknya penyalagunaan otoped listrik di Kota Bandung.

Seperti diketahui, sewa otoped listrik tengah digandrungi masyarakat Bandung.

Meski dianggap sebagai alternatif transportasi, otoped dinilai berpotensi membahayakan bagi pengguna kendaraan lantaran dipakai di jalan raya.

Baca juga: Penemuan Kerangka Manusia di Kawasan Hutan Parongpong Bandung Masih Misteri

Kekosongan regulasi ini juga dimanfaatkan oleh anak di bawah umur. Dalam sejumlah akun Twitter kini tengah ramai diperbincangkan tiga anak kecil yang menggunakan otoped listrik di Jalan Layang Pasupati, Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, saat ini belum ada aturan mengatur penggunaan otoped listrik di jalan.

"Sampai saat ini belum ada aturannya terkait otoped listrik ini. Kami samakan dengan sepeda. Di Kota Bandung khususnya, contoh ada trotoar yang diperkenankan untuk masuk sepeda. Untuk sementara saran dari kami perlakuannya seperti itu. Saat ini kami sedang kaji regulasinya. Mudah-mudahan akhir 2019 beres," ujar Hery. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Tabrak Lari Beruntun di Makassar hingga Pelakunya Diamuk Massa

Kronologi Tabrak Lari Beruntun di Makassar hingga Pelakunya Diamuk Massa

Regional
ADD Lebih Besar dari APBD, Perangkat Desa di Maluku Diminta Serius Selesaikan Masalah Kemiskinan

ADD Lebih Besar dari APBD, Perangkat Desa di Maluku Diminta Serius Selesaikan Masalah Kemiskinan

Regional
Mobil Angkot Tersangkut di Atap Rumah di Ambon, 7 Penumpang Terluka

Mobil Angkot Tersangkut di Atap Rumah di Ambon, 7 Penumpang Terluka

Regional
221 Babi Mati Mendadak di Kota Kupang, Penyebabnya Masih Misteri

221 Babi Mati Mendadak di Kota Kupang, Penyebabnya Masih Misteri

Regional
Hendak Hadiri Persidangan Suami, Ibu Ini Malah Tewas Tertimbun Longsor

Hendak Hadiri Persidangan Suami, Ibu Ini Malah Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Akan Kunjungi Pangkal Pinang, PLN Siagakan Petugas

Wapres Ma'ruf Amin Akan Kunjungi Pangkal Pinang, PLN Siagakan Petugas

Regional
Waspada Banjir, Warga Pamekasan Mulai Selamatkan Barang-barang

Waspada Banjir, Warga Pamekasan Mulai Selamatkan Barang-barang

Regional
Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Regional
Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Diduga Stres, Pria di Makassar Tabrak Sejumlah Kendaraan Saat Bawa Anak dan Istri

Regional
Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Bikin Jalan Lewati Hutan Lindung di Garut, Pegiat Lingkungan Protes

Regional
Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Terjebak Lahar Hujan di Kediri, 25 Penambang Pasir Selamat

Regional
Duduk Perkara Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Duduk Perkara Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Dilakukan Kakak Kelas, Seminari Minta Maaf

Regional
Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Berangkat ke Sekolah, Seorang Guru di Sumbawa Barat Tewas Ditombak

Regional
Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Upaya Satpol PP Tasikmalaya Tekan Korban Jiwa akibat Miras Oplosan

Regional
Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X