Bawaslu Jabar Nilai Pilkada Langsung Masih Efektif, tapi...

Kompas.com - 19/12/2019, 19:59 WIB
Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan saat ditemui dalam kegiatan Evaluasi Pengawasan Pemilihan Umum Pemilu 2019 di El Royal Hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKetua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan saat ditemui dalam kegiatan Evaluasi Pengawasan Pemilihan Umum Pemilu 2019 di El Royal Hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat ( Bawaslu Jabar) menemukan fenomena di masyarakat yang mulai meragukan pilkada langsung.

Fenomena tersebut jadi tantangan bagi penyelenggaraan pilkada 2020

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (19/12/2019).

"Tantangan untuk Pilkada 2020 adalah mulai muncul wacana meragukan proses pilkada secara langsung. Ada arah mengembalikan ke DPR, ada yang melakukan catatan kritis yang menilai pilkada langsung tidak efektif," kata Abdullah. 

Meski demikian, Bawaslu Jawa Barat secara institusi masih menganggap proses pemilu melalui Pilkada langsung adalah cara yang efektif.

Namun, dalam proses penyelenggaraan pilkada langsung banyak yang harus dibenahi.

"Secara institusi kelembagaan bawaslu menilai bahwa pemilu secara langsung ini masih efektif tentu dengan beberapa catatan," lanjut Abdullah.

Baca juga: Kemendagri Ingatkan Tiga Ancaman Kerawanan Pilkada 2020

Kecurangan di pilkada langsung

Selain menekan sampai habis angka kecurangan seperi praktik politik uang dan praktik politik transaksional, lembaga penyelenggara pemilu juga perlu dibenahi.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan fraud yang dilakukan penyelenggara, misalnya, manipulasi dalam proses rekap atau kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara sendiri. Oleh karena itu, penataan untuk perbaikan itu penting untuk dilakukan," tuturnya.

Untuk itu, Bawaslu kerap mengumpulkan seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pemilu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X