Atasi Banjir Bandung, Kementrian PUPR Bangun Floodway Cisangkuy

Kompas.com - 13/01/2020, 23:30 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau kemajuan proyek floodway Cisangkuy, Kabupaten Bandung, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (13/1/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIMenteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau kemajuan proyek floodway Cisangkuy, Kabupaten Bandung, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (13/1/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun floodway atau sodetan Cisangkuy, Kabupaten Bandung, sebagai rangkaian proyek pengendali banjir di wilayah Bandung Raya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau kemajuan proyek itu bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (13/1/2020).

Basuki mengatakan, sodetan itu memiliki panjang total 1,7 kilometer. Tujuannya, untuk mengurangi beban tampung Sungai Citarum serta menangkal banjir di wilayah Kamasan dan Banjaran, Kabupaten Bandung.

"Desain sodetan Cisangkuy bisa menampung 225 meter kubik air per detik. Ini akan kita alirkan di sini minimal 220 meter kubik per detik. Sehingga yang lewat Cisangkuy hanya sedikit, jadi mengurangi beban Citarum di Dayeuhkolot," kata Basuki.

Baca juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Ratusan Warga Bangun Sodetan di Sungai

Antisipasi banjir

Menurut Basuki, kombinasi proyek kolam retensi, sodetan dan terowongan Nanjung diharapkan bisa mengurangi banjir di Bandung Raya. Ia menargetkan proyek itu selesai dibangun akhir tahun nanti.

Basuki menjelaskan, tahun ini pihaknya akan membangun kolam retensi di Kecamatan Andir setelah sebelumnya kolam retensi Cieunteung telah selesai dibangun.

"Sama seperti di Curug Jompong kalau dibuka cepat surut, kalau ini disodet, ketarik sehingga Kamasan dan Banjaran bisa dikendalikan banjirnya. Kalau Dayeuhkolot dipengaruhi debit yang berkurang. Dengan ini mudah-mudahan Dayeuhkolot bisa kita atasi maksimum," ungkapnya.

Basuki berharap proyek yang dikebut di kawasan hulu Citarum akan tuntas tahun ini. Dengan demikian, proyek pengendalian air akan dialihkan ke wilayah hilir Citarum.

"Makanya disepakati dengan Pak Gubernur, Cekungan Bandung ini kalau bisa diselesaikan tahun ini pengendalian banjiranya. Supaya saya tahun depan bisa fokus ke hilir. Makanya saya harus selesaikan ini baru saya fokus. Karena kalau disebar uangnya jadi malah ecer-ecer. Tahun ini selesai tahun depan di sana pasti lebih bermanfaat," tutur Basuki.

Baca juga: Viral Video Aksi Pembacokan Brutal di Bandung, 1 Orang Terluka

Proyek pengendalian banjir ala Ridwan Kamil

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah proyek pengendalian banjir di wilayah hilir Citarum.

Saat ini, ada dua proyek besar yang sedang dikebut, yakni Waduk Sukamahi dan Bendungan Ciawi.

"Kemudian untuk solusi banjir Bekasi kita ada bendungan juga pekerjaan tata air nilainya Rp 4,6 triliun itu di area pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi sampai ke muara. Untuk Karawang di Cibeet sudah siap tinggal pembebasan lahan ada beberapa yang akan kita kebut oleh Pemda Karawang atau Pemprov," jelasnya. 

Baca juga: Viral Jalan Aspal di Bandung Keluarkan Asap Ternyata Kabel Telkom Terbakar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

Regional
Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

Regional
Kunjungi Huntara Lebak, Menteri PPPA Saksikan Sendiri Banyak Pengungsi Tak Pakai Masker

Kunjungi Huntara Lebak, Menteri PPPA Saksikan Sendiri Banyak Pengungsi Tak Pakai Masker

Regional
Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Regional
Eks Staf Ahli Ahok, Rian Ernest, Gagal Ikut Pilkada Batam Via Jalur Independen

Eks Staf Ahli Ahok, Rian Ernest, Gagal Ikut Pilkada Batam Via Jalur Independen

Regional
Fakta Komisioner KPU Dipecat karena Nikah Siri, Nikahi Anggota PPK dan Lakukan KDRT

Fakta Komisioner KPU Dipecat karena Nikah Siri, Nikahi Anggota PPK dan Lakukan KDRT

Regional
Jembatan Gantung Putus Saat Dilewati, Warga Sakit yang Ditandu Jatuh ke Sungai dan Meninggal

Jembatan Gantung Putus Saat Dilewati, Warga Sakit yang Ditandu Jatuh ke Sungai dan Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X