Pangkas Ketergantungan Impor, Indonesia Bangun Pabrik Kabel Optik di Bandung

Kompas.com - 16/01/2020, 15:40 WIB
Ilustrasi kabel optik bawah laut. Istimewa.Ilustrasi kabel optik bawah laut.

BANDUNG, KOMPAS.com – Untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada kabel optik impor, sebuah pabrik besar segera dibangun di Bandung. Pabrik tersebut diklaim menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

“Dalam satu bulan kami mulai pembangunan pabrik. Rencananya di Soekarno-Hatta,” ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Jawa Barat, Boris Syaifulloh saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/1/2019).

Pabrik tersebut memiliki beberapa bagian. Ada pabrik kabel, perusahaan aksesoris kabel optik, dan lainnya.

Sehingga produksi pabrik ini akan memutus ketergantungan Indonesia pada impor kabel optik.

Baca juga: Harga Garam Hanya Rp 150 per Kilo, Pemerintah Diminta Perketat Impor

Sebab selama ini, 90 persen kebutuhan kabel optik Indonesia impor dari Korea, China, dan Italia.

“Dengan pabrik ini, tingkat komponen dalam negeri kita bisa mencapai 60 persen,” imbuhnya.

Boris yang juga CEO PT Borsya Cipta Communica (BCC) ini menjelaskan, dalam pembangunan pabrik, ada 7 perusahaan dari Korea Selatan dan China tertarik berinvestasi.

Pihaknya akan memilih tawaran terbaik yang diberikan tujuh perusahaan dalam waktu dekat ini.

“Pembagiannya nanti 51 persen berbanding 49 persen. Investor hanya menyediakan uang saja,” imbuhnya.

Pembangunan pabrik ini nantinya menjadi Lingkungan Industri Optik (LIO). LIO memiliki potensi besar bagi kepentingan dan kebuhan kabel optik nasional.

Selain memroduksi kabel optik, LIO akan memiliki akademi yang mempelajari dan memperkenalkan teknologi kabel optik.

Baca juga: Kejanggalan Penemuan Kerangka Manusia Duduk di Sofa Rumah Kosong Bandung

Kondisi ini akan menjadi nilai lebih. Selain membuat Indonesia berhasil memproduksi kabel optik mandiri, LIO akan melahirkan para ahli yang bergerak di bidang kabel optik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Regional
Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Regional
Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Regional
Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Regional
Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Regional
Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X