Daftar Daerah Zona Hitam, Merah, Kuning, Biru dan Hijau Covid-19 di Jabar

Kompas.com - 20/05/2020, 16:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri konferensi pers perkembangan Covid-19 Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri konferensi pers perkembangan Covid-19 Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Jabar.

Salah satunya adalah soal level kewaspadaan Covid-19 di 27 daerah yang menjadi salah satu acuan PSBB parsial dilanjutkan atau tidak.

Pria yang akrab disapa Emil itu menuturkan, ada delapan aspek yang jadi perhitungan.

Seperti, laju pertumbuhan orang dalam pemantauan (ODP) per kelurahan, laju pasien dalam pengawasan (PDP), laju kesembuhan, kematian, reproduksi, transmisi, pergerakan masyarakat, hingga risiko geografis.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Mei 2020

Setiap daerah, kata Emil, diberi skor berdasar indikator tadi.

Dari angka 8-11 masuk level lima atau warna hitam (zona kritis), skor 12-14 level empat warna merah (berat), 15-17 level tiga warna kuning (cukup berat), 18-20 level dua warna biru (moderat) dan 21-24 level satu warna hijau (normal).

"Kami sudah memberikan panduan apa yang harus dilakukan dalam berkegiatan. Kegiatan dari level 1-5 beda-beda. Yang level 5 pergerakan mendekati 0 persen, level 4 kegiatan 30 persen, selanjutnya 60 persen, lalu boleh 100 persen tanpa kerumunan. Belum ada yang masuk ke level 1 warna hijau, maksimal di level 2," tutur Emil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (20/5/2020).

Kemudian dari hasil analisa, tim Gugus Tugas Covid-19 Jabar memberikan skor bagi 27 kota kabupaten di Jabar. Yakni, Kabupaten Bekasi (14), Kota Bekasi (12), dan Kota Cimahi (12). Ketiga kota itu masuk zona merah.

"Jadi kepada tiga kota ini dan kabupaten diharapkan melanjutkan seperti yang sudah dilaksanakan," ucapnya.

Kemudian ada 19 daerah di zona kuning. Yakni Kabupaten Bandung (17), Kabupaten Bogor (16), Kabupaten Ciamis (17), Kabupaten Cianjur (16), Kabupaten Cirebon (16), Kabupaten Indramayu (17), Kabupaten Karawang (16), Kabupaten Kuningan (17), Kabupaten Majalengka (16), Kabupaten Purwakarta (15), Kabupaten Subanh (16), Kabupaten Sukabumi (17), Kabupaten Tasikmalaya (17), Kota Bandung (16), Kota Banjar (16), Kota Bogor (16), Kota Cirebon (15), Kota Depok (16) dan Kota Tasikmalaya (17).

"Sembilan belas kabupaten kota berada di level kuning. Sehingga kegiatan bisa meningkat 60 persen dengan tetap jaga jarak dan protokol kesehatan. Itu adalah 19 kota kabupaten yang turun dari level merah, total 70,4 persen," ungkap Emil.

Baca juga: Guru Ngaji, Imam Mushala dan Kaum Difabel di Jabar Dapat Paket Sembako

Sementara Kabupaten Bandung Barat (18), Kanupaten Garut (18), Kabupaten Sumedang (18), dan Kota Sukabumi (18) berada di zona biru. Artinya, aktivitas kegiatan bisa 100 persen namun tetap menghindari kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kurang lebih hasil dari delapan indeks tadi menghasilkan angka. Angkanya dikonversi menjadi level kewaspadaan," jelas Emil.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Regional
Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Ditemukan 28 Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong, Diduga Tertular dari Uang

Regional
Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Disebut Mirip Polisi India Saat Tertibkan Warga yang Tak Pakai Masker, Polda Maluku: Itu Kata Wartawan

Regional
Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Seluruh Pasien Corona dari Klaster Keagamaan di Kulon Progo Sembuh

Regional
Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Risma Mengamuk soal Mobil PCR, Ini Kata Kepala BPBD Jawa Timur

Regional
Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X