Pasutri Penjual Daging Celeng di Bandung Mengaku Untung Rp 60 Juta Per Tahun

Kompas.com - 30/06/2020, 22:10 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan tersangka pasutri  penjual daging celeng oplosan, di Mapolresta Cimahi, Selasa (30/6/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan tersangka pasutri penjual daging celeng oplosan, di Mapolresta Cimahi, Selasa (30/6/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pasang suami isteri (pasutri) berinisial T(45) dan R (24) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi karena telah menjual belikan daging celeng (babi hutan) oplosan.

Pasutri ini mengaku bahwa ide awal jual beli daging ini berawal dari sang isteri pada tahun 2014. 

"Ide saya, suami diajak," kata tersangka R saat rilis pengungkapan di Mapolresta Bandung, Selasa (30/6/2020).

R mengaku mendapatkan daging celeng itu dari para pemburu babi hutan di wilayah Sukabumi. Saat dibeli, daging tersebut sudah berbentuk potongan.

"Beli dari pemburu itu Rp 20.000 per kilonya," kata R.

Baca juga: Pasutri Jual Daging Celeng Oplosan Selama 6 Tahun, Dipasarkan ke Tasikmalaya, Cianjur dan Bandung

Dalam sebulan kirim 70 kg

R kemudian menawarkan daging tersebut ke pelanggannya, dan menjual daging celeng tersebut Rp 48.000 per kilonya.

"Sekali kirim 30 kilogram, paling banyak 60 kilogram," kata R.

Akan tetapi menurut R, pengiriman tak dilakukan tiap bulan, melainkan tergantung barang ada atau tidaknya.

"Kadang sebulan, kadang dua bulan sekali gimana barang," katanya.

Namun ia mengaku bahwa dalam sebulan bisa mengirim daging celeng sebanyak 70 kilogram. "Keuntungan pertahunnya 60 juta," ucap R.

Hasil keuntungan tersebut dipakai R dan suaminya sehari-sehari.

Baca juga: Daging Celeng Oplosan Pasutri di Bandung Jadi Bahan Baku Bakso hingga Rendang

Berjualan daging celeng sejak 2014

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan bahwa pasutri ini telah menjual daging celeng sejak tahun 2014. 

Ada empat pelanggan tetap yang berasal berbagai daerah di Jawa Barat, yakni didaerah Majalaya, Tasikmalaya, Purwakarta, Canjur dan Bandung.

Akan tetapi Yoris memastikan bahwa pasutri ini tak menjual daging celeng tersebut ke tempat umum ataupun pasar tradisional, melainkan mengantarkan langsung ke tempat pelanggannya berada.

"Tidak dijual di tempat umum atau di pasar tradisional," kata Yoris.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 di Sulut Tembus 3.011 Kasus

Positif Covid-19 di Sulut Tembus 3.011 Kasus

Regional
ASN Puskesmas Ditemukan Tewas dengan Tubuh Terbakar Bersama Sepeda Motor

ASN Puskesmas Ditemukan Tewas dengan Tubuh Terbakar Bersama Sepeda Motor

Regional
Mahasiswi S2 Ditemukan Tewas di Rumah Kekasih, Keluarga Duga Korban Dibunuh Lalu Digantung

Mahasiswi S2 Ditemukan Tewas di Rumah Kekasih, Keluarga Duga Korban Dibunuh Lalu Digantung

Regional
Jenazah Mahasiswi S2 Hukum Ditemukan Tergantung di Rumah Kekasih, 23 Saksi Diperiksa

Jenazah Mahasiswi S2 Hukum Ditemukan Tergantung di Rumah Kekasih, 23 Saksi Diperiksa

Regional
Disebut Gantung Diri, Suami di Bengkulu Ternyata Dibunuh Istri

Disebut Gantung Diri, Suami di Bengkulu Ternyata Dibunuh Istri

Regional
Siang Ini, Gelombang di Pantai Selatan Yogya Diperkirakan Capai 6 Meter, Nelayan Selamatkan Perahu

Siang Ini, Gelombang di Pantai Selatan Yogya Diperkirakan Capai 6 Meter, Nelayan Selamatkan Perahu

Regional
'Sedih Dilaporin Sama Bapak Sendiri'

"Sedih Dilaporin Sama Bapak Sendiri"

Regional
Staf KPU Yahukimo Tewas Dibacok, Pelaku Bercelana Loreng dan Berambut Gimbal

Staf KPU Yahukimo Tewas Dibacok, Pelaku Bercelana Loreng dan Berambut Gimbal

Regional
2 Warga Sukabumi Meninggal akibat Covid-19

2 Warga Sukabumi Meninggal akibat Covid-19

Regional
Biaya Sendiri, Tukang Pijat Tunanetra Dirikan Sekolah Gratis bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Biaya Sendiri, Tukang Pijat Tunanetra Dirikan Sekolah Gratis bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Bank Sampah Kini Punya Aplikasi dan Bisa Ditukar Emas

Bank Sampah Kini Punya Aplikasi dan Bisa Ditukar Emas

Regional
Mahasiswi S2 Hukum Tewas Tergantung di Rumah Kekasih, Keluarga Menduga Korban Dibunuh

Mahasiswi S2 Hukum Tewas Tergantung di Rumah Kekasih, Keluarga Menduga Korban Dibunuh

Regional
Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Regional
Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Regional
Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X