Ridwan Kamil Minta Warga Jakarta Tidak Berwisata ke Jabar Selama PSBB

Kompas.com - 14/09/2020, 17:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri konferensi pers di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri konferensi pers di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warga Jakarta menahan diri untuk tidak berwisata ke Jawa Barat selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II.

"Kami mengimbau warga Jakarta tidak dulu bepergian ke berwisata ke Jabar, karena hampir 70 persen di Puncak, di mana kan warga Jakarta. Kalau begitu kan tidak mengetatkan, hanya memindahkan interaksi pergerakan. Kami sudah lakukan koordinasi," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Putuskan Bogor, Depok, dan Bekasi Menerapkan PSBM

Emil memastikan, pembatasan antarwilayah di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) akan terjadi setelah penerapan PSBB di Jakarta.

Saat ini, Dinas Perhubungan Jabar masih membahas skema pembatasan tersebut.

"Wali Kota, Bupati juga sedang menghitung jumlah warga yang kerja informal di Jakarta. Gara-gara PSBB ketat, mereka terdampak tidak bisa berjualan, sehingga berpengaruh pada bansosnya. Ini sedang dihitung apakah PSBB ini di-support dana Bodebek, Provinsi atau pusat," tutur Emil.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut RS di Depok Mulai Penuh dan Mengkhawatirkan

Emil berharap, dalam masa PSBB jilid II ini koordinasi antara Pemprov Jabar dan DKI Jakarta bisa lebih intens, agar setiap kebijakan bisa menjadi keputusan terbaik bagi masyarakat.

"Makanya saya bilang, keputusan di DKI punya pengaruh di regional sampai nasional. Mudah-mudahan koordiansinya bisa lebih baik, lebih mendalam, sehingga semuanya mendukung, tidak terkesan ada perbedaan yang jadi ramai," kata dia.

Selain itu, Emil berencana untuk meninjau fasilitas kesehatan di Bodebek mengingat mayoritas penyebaran Covid-19 terjadi di sana.

"Rutenya, besok di Bandung, lanjut ke Bogor, lanjut ke Depok. Dari sana saya akan membuat pemetaan dan pengetatan, karena ada request," kata Emil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X