Ridwan Kamil Mengaku Siap ke Mabes Polri, Beri Keterangan Terkait Kegiatan Rizieq Shihab

Kompas.com - 19/11/2020, 13:52 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan kesiapannya memenuhi undangan Bareskrim Mabes Polri terkait permintaan klarifikasi soal kerumunan dalam kegiatan Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Ia menyebutkan, surat undangan itu ia terima pada Rabu (18/11/2020) sore.

"Jadi bahasanya bukan diperiksa, tapi dimintai tambahan keterangan terkait acara di Bogor. tentunya saya sebagai warga negara yang taat hukum (undangan) seperti ini wajib kita penuhi dengan sebaik-baiknya," ujar Emil, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Kapolda Jabar Dicopot, Dinilai Gagal Tegakkan Prokes, Ridwan Kamil: Polisi Punya Pertimbangan Humanis

Emil mengatakan, kerumunan yang terjadi menjadi atensi publik lantaran Rizieq Shihab sudah lama tak berada di Tanah Air.

"Ekses itu seperti yang sudah kita pahami, kepolisian meminta klarifikasi dari sebagai pemimpin wilayah tempat terjadinya peristiwa tadi walaupun latar belakang dan asal-muasal situasinya itu tidak bisa dipersamakan," ungkapnya.

Baca juga: Ridwan Kamil soal Kerumunan Rizieq Shihab: Tegas di Lapangan bagi Aparat Itu Tidak Sederhana, Bisa Berujung Bentrok

Jabar dan DKI tak sama...

Namun, ia menilai kondisi penanganan kegiatan antara di Jabar dan daerah lain tak bisa dipersamakan. Sebab, tugas gubernur di luar DKI Jakarta hanya bersifat koordinatif dan tak mengurusi hal teknis kegiatan di setiap kabupaten dan kota.

"Semua provinsi di luar Jakarta itu sistem kewenangan pemerintahannya berbeda. Kalau di luar Jakarta semua kewenangan teknis itu ada di wali kota dan bupati. Jadi ada ribuan kegiatan setiap tahun di seluruh Jawa Barat itu dikelola oleh bupati dan wali kota. Karena hubungan antara bupati, wali kota, dan gubernur itu koordinatif yang tidak wajib melaporkan, hanya sifatnya koordinasi," paparnya.

Baca juga: Polda Jabar soal Pemeriksaan Kerumunan Rizieq Shihab: Ridwan Kamil Pasti Hadir, Bupati Bogor Belum Ada Konfirmasi

Rencananya, ia datang ke Jakarta pukul 09.00 WIB didampingi Kepala Biro Hukum Pemprov Jabar lantaran bakal membahas soal peraturan penegakan protokol kesehatan serta proses hierarki kewenangan pemimpin daerah.

"Saya kira itu saja sementara yang bisa saya sampaikan mengenai elaborasinya tentunya tidak bisa saya sampaikan. Karena saya menunggu jawaban pertanyaan yang akan dilaksanakan oleh pihak kepolisian," jelasnya.

Baca juga: Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, Bupati Bogor Sampai Ketua RT di Megamendung Akan Diperiksa



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh Sungai Dipenuhi Busa di Banyumas, Begini Kesaksian Warga

Heboh Sungai Dipenuhi Busa di Banyumas, Begini Kesaksian Warga

Regional
Kamis Siang, KPU Gelar Debat Calon Gubernur Sumbar

Kamis Siang, KPU Gelar Debat Calon Gubernur Sumbar

Regional
4 Bulan Hilang, Ternyata Wanita Ini Dibunuh Selingkuhan, Jenazah Dikubur di Fondasi Rumah

4 Bulan Hilang, Ternyata Wanita Ini Dibunuh Selingkuhan, Jenazah Dikubur di Fondasi Rumah

Regional
Kronologi Kasus Percobaan Perkosaan di Pinggir Jalan, 4 Ibu-ibu Jadi Korban dalam Sehari

Kronologi Kasus Percobaan Perkosaan di Pinggir Jalan, 4 Ibu-ibu Jadi Korban dalam Sehari

Regional
Sungai Serayu Meluap, 1.000-an Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Serayu Meluap, 1.000-an Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Bodebek Bebas dari Zona Merah

Untuk Pertama Kalinya, Bodebek Bebas dari Zona Merah

Regional
Cerita Evakuasi Kapal Ikan China di Natuna, Bawa Ribuan Ton Ikan Campuran, Dikawal Keluar ZEE

Cerita Evakuasi Kapal Ikan China di Natuna, Bawa Ribuan Ton Ikan Campuran, Dikawal Keluar ZEE

Regional
Video Viral Seorang Pria Coba Perkosa Ibu-ibu di Pinggir Jalan, Ternyata Korbannya 4 Orang

Video Viral Seorang Pria Coba Perkosa Ibu-ibu di Pinggir Jalan, Ternyata Korbannya 4 Orang

Regional
KN Tanjung Datu-301 Selamatkan Kapal Ikan China Terombang-ambing di Laut Natuna, Ini Kronologinya

KN Tanjung Datu-301 Selamatkan Kapal Ikan China Terombang-ambing di Laut Natuna, Ini Kronologinya

Regional
Sumedang Jadi Zona Oranye Covid-19, Pemkab Luncurkan Aplikasi Baru

Sumedang Jadi Zona Oranye Covid-19, Pemkab Luncurkan Aplikasi Baru

Regional
Sungai Serayu Meluap, Jalan Provinsi di Banyumas Lumpuh

Sungai Serayu Meluap, Jalan Provinsi di Banyumas Lumpuh

Regional
Ini Kawasan Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Padang

Ini Kawasan Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Padang

Regional
6 Daerah di Jabar Zona Merah, Ridwan Kamil Imbau Warga Tak Liburan

6 Daerah di Jabar Zona Merah, Ridwan Kamil Imbau Warga Tak Liburan

Regional
'Mas kalau Dikasih 1 Kilo Virus Mungkin Tidak Apa, tapi Kasihan Orang yang Sepuh'

"Mas kalau Dikasih 1 Kilo Virus Mungkin Tidak Apa, tapi Kasihan Orang yang Sepuh"

Regional
Jelang Debat Putaran Kedua Pilkada Solo, Gibran Sudah Simulasi, Bagyo Tanpa Persiapan Khusus

Jelang Debat Putaran Kedua Pilkada Solo, Gibran Sudah Simulasi, Bagyo Tanpa Persiapan Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X