Ini Aneka Konsekuensi Kota Bandung Masuk Zona Merah Covid-19

Kompas.com - 02/12/2020, 06:50 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

BANDUNG, KOMPAS.com - Status Zona Merah penyebaran Covid-19 yang saat ini disandang Kota Bandung bakal menimbulkan beberapa konsekuensi terutama di sektor-sektor yang telah mendapatkan kebijakan relaksasi seperti sektor perdagangan dan tempat-tempat hiburan.

"Yang jelas (kapasitas pengunjung rumah makan, restoran dan kafe, bioskop, tempat hiburan malam, hotel) dari sebelumnya 50 persen turun ke 30 persen," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, jam operasional berbagai sektor perdagangan juga akan kembali diturunkan.

"Jam operasional yang biasanya maksimal jam 21.00 WIB bisa kembali pukul 18.00 WIB. Termasuk kendaraan umum dari kapasitas 50 persen jadi turun ke 30 persen.

Tinggal nanti kalau sudah jadi aturan, dijalankan dengan ajeg atau tidak," ungkapnya.

Baca juga: Sederet Fakta Bandung Zona Merah Covid-19, Angka Positif Aktif Capai 759 hingga Langkah Pemerintah

Meski demikian, aturan tersebut belum bisa diterapkan lantaran harus melewati proses rapat terbatas yang diputuskan oleh Wali Kota Bandung sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Rapat terbatas juga akan menentukan apakah Kota Bandung akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau hanya memperketat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Harus revisi Peraturan Wali Kota dulu. Di rapat terbatas nanti berbagai aspek akan didengar," tuturnya.

Baca juga: Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Ema menambahkan, dengan status Kota Bandung menjadi zona merah penyebaran Covid-19, beberapa sektor yang telah mendapatkan relaksasi juga akan di evaluasi apakah telah menjalankan protokol kesehatan dengan benar.

"Kita akan evaluasi semua kegiatan yang sudah direlaksasi baik perdaganagan maupun tempat hiburan. Kemudian kita ingin di lapangan tidak ada sedikitpun pemanfaatan ruang publik  dan juga kerumunan yang terjadi," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Regional
Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Regional
Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Regional
Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Regional
Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Regional
Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Regional
PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

Regional
Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Regional
Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Regional
Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Regional
Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X