PKB Jabar Imbau Sesama Kader Harus Panggil "Kang Bro" dan "Teh Sis"

Kompas.com - 11/01/2021, 00:18 WIB
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda saat menyampaikan pidato pada pembukaan Muswil PKB di Bandung, Sabtu (9/1/2021). IstimewaKetua DPW PKB Jabar Syaiful Huda saat menyampaikan pidato pada pembukaan Muswil PKB di Bandung, Sabtu (9/1/2021).

KOMPAS.com – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat Syaiful Huda menggagas gaya baru sapaan sesama, yakni "Kang Ajengan", "Kang Bro" dan "Teh Neng" atau "Teh Sis".

Hal itu digagas Huda dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jawa Barat, di GH Universal Hotel, Jalan Setia Budi, Kota Bandung, Sabtu (9/1/2021).

Huda mengatakan, perubahan cara menyapa itu bertujuan untuk membumikan misi yang telah dijadikan jargon PKB Jabar, yakni "Peduli Umat, Melayani Rakyat". Misi itu kemudian dimanifestasikan dalam sapaan yang akrab sesama kader.

“Inilah cara kita untuk mendekatkan diri dengan masyarakat terutama dengan para milenial. Untuk itu saya ingin semua kita ketika bertemu kita menyapa dengan sapaan ‘Kang Ajengan atau 'Kang Bro’. Kalau perempuan ‘Teh Neng’ atau ‘Teh Sis’,” ujar Huda dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: PKB Jabar Rombak 600 PAC, Pengurus Dipegang Anak Kiai yang Masih Muda

Huda meminta gaya sapaan itu dijadikan kebiasaan setiap hari, termasuk untuk anggota dewan dari PKB.

Menurut Huda, semua kader PKB harus menjadi Kang Ajengan di mana-mana dan mengurus pondok pesantren, masjid, dan surau-surau yang ada yang kadang ditinggalkan.

"Anggota dewan bahkan sering lupa kalau dirinya adalah Kang Ajengan,” kata Huda yang merupakan ketua Komisi X DPR RI ini.

Selain itu, kata Huda, sapaan Kang Ajengan itu menunjukkan jati diri kader sebagai santri dan ini merupakan cita-cita bersama. Sebab, semua santri yang tergabung di PKB semuanya harus menjadi santri walupun dia sudah menjadi anggota dewan.

"Jangan malah menjadi anggota dewan tapi lupa kesantriannya,” kata Huda.

Sementara panggilan "Kang Bro" dan "Teh Sis", kata Huda, digunakan dalam konteks misi melayani rakyat.

Sementara itu, berdasarkan hasil Muswil PKB Jabar, Syaiful Huda ditetapkan kembali sebagai ketua tanfidz DPW PKB Jabar untuk lima tahun ke depan. Sementara Acep Jamaludin ditunjuk sebagai sekretaris DPW. 

Baca juga: PKB Jabar Minta Ulama Pilih Tokoh untuk Pilkada Serentak 2020

Selanjutnya Aceng Adang Ruhiyat sebagai ketua Dewan Syuro DPW PKB dan Sidkon Djampi ditetapkan sebagai sekretaris Dewa Syuro PKB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Regional
Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Regional
Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Regional
Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Regional
Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Regional
Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Regional
PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

Regional
Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Regional
Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Regional
Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Regional
Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Regional
Dentuman Misterius di Bali, BMKG Catat Anomali Sinyal Berdurasi 20 Detik

Dentuman Misterius di Bali, BMKG Catat Anomali Sinyal Berdurasi 20 Detik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X