Hari Pertama PSBB Proporsional, Pintu Masuk Kota Bandung Dipadati Kendaraan

Kompas.com - 11/01/2021, 08:30 WIB
Pintu masuk Kota Bandung terpantau padat di hari pertama pelaksanaan PPKM atau PSBB Proporsional di Jawa-Bali 11-25 Januari 2021. KOMPAS.com/RENI SUSANTIPintu masuk Kota Bandung terpantau padat di hari pertama pelaksanaan PPKM atau PSBB Proporsional di Jawa-Bali 11-25 Januari 2021.

BANDUNG, KOMPAS.com - Hari ini, Senin (11/1/2021), sebanyak 20 daerah di Jawa Barat resmi menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Proporsional. Salah satunya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.

Pada hari pertama ini, pintu masuk Kota Bandung dari arah timur yang menghubungkan ke Kabupaten Bandung, Garut, dan Tasikmalaya terpantau padat.

Pantauan Kompas.com pukul 07.00 WIB, kemacetan tetap terjadi di Cileunyi dan Cibiru Bandung.

Tak berbeda jauh dari hari-hari biasanya, kendaraan yang didominasi motor dan mobil pribadi ini memadati jalanan.

Baca juga: Puncak Bogor Longsor, Jalur ke Puncak Pass Lumpuh dari Dua Arah

 

Belum ada pemeriksaan ketat

Di titik pintu masuk Kota Bandung, daerah bundaran Cibiru, belum ada pemeriksaan ketat Kepolisian.

Hal ini berbeda dengan PSBB sebelumnya yang menerapkan pemeriksaan ketat seperti sarung tangan, masker, dan identitas diri.

Salah satu pengguna jalan, Riki Renaldi (22 tahun) mengatakan, ia tetap bekerja seperti biasa. Untuk menghindari kemacetan, ia pergi lebih pagi dari rumahnya di Rancaekek ke tempat kerjanya di Cicendo.

"Tadinya mau pergi santai saja karena ada pelaksanaan pengetatan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali (PSBB proporsional), tapi takut telat. Eh beneran, ternyata macet seperti hari biasanya," beber Riki.

Baca juga: Cerita Riswan, 8 Keluarganya Tertimbun Longsor Susulan di Sumedang Saat Siapkan Resepsi Pernikahan

 

Warga keluhkan harga kebutuhan pokok melambung

Pengguna jalan lainnya, Imah (43) mengatakan tidak tahu ada PSBB proporsional lagi. Ia keluar rumah untuk berbelanja ke pasar. 

"Ga tahu ada PSBB. Ibu mah tahunya harga-harga kebutuhan pokok makin tinggi saja. Pusing ibu mah," ucap dia.

Baca juga: Unpad Produksi CePAD, Rapid Test Antigen Akurasi 91,5 Persen, Harganya Rp 120.000

 

Sekolah tatap muka dibatalkan

Sementara itu, sekolah tatap muka yang dijadwalkan dimulai hari ini, batal dilakukan. Salah seorang orangtua siswa, Fitria mengatakan, pembatalan berkaitan dengan pelaksanaan PSBB proporsional.

"Kemarin kami orangtua dapat surat dari sekolah. Berdasarkan kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, pembelajaran tatap muka dibatalkan dulu," ucap dia.

Dalam surat itu disebutkan, sekolah akan dilakukan secara daring hingga 25 Januari 2021. Setelah itu, akan diberitahukan lebih lanjut.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia akan Turun Jika 95 Persen Warga Patuh Pakai Masker

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation di Ketapang Kalbar Diduga Dibakar Massa

Regional
Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Terima 19.200 Dosis Vaksin Sinovac, 9.600 Nakes di Banyumas Disuntik Besok

Regional
Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Sekolah di Kundur Utara Kepri Kembali Terapkan Pembelajaran Daring

Regional
Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Ibunda Menangis dan Pingsan di Pemakaman Pratu Dedi Hamdani: Jangan Halangi, Saya Ingin Melihat Dia

Regional
Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Seorang Istri Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Ini Motifnya

Regional
Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Seorang Kakek Diserang Puluhan Tawon, Teriakan Ini Sebelum Ditemukan Tewas

Regional
Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Misteri Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor BMKG Saat Dentuman di Bali

Regional
Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Adu Mulut, Anggota TNI di Bulukumba Dianiaya 10 Orang dengan Parang dan Busur

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Ba'a NTT

Regional
PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

PPKM di Banyumas Diperpanjang hingga 8 Februari, Penyekatan di Perbatasan Digencarkan

Regional
Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Diduga Takut Diceraikan, Seorang Istri Bantu Suami Lakukan Perkosaan

Regional
Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Fakta Dentuman Misterius di Bali, Bukan karena Gempa dan Penampakan Benda Bersinar di Langit

Regional
Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Regional
Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Seorang Istri Tewas Dibunuh Suaminya Gegara Uang Habis Dipakai untuk Belanja, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X