Nenek 65 Tahun Tak Sengaja Melempar Sampah ke Mulut Kuda Nil, Kembali ke Taman Safari untuk Minta Maaf

Kompas.com - 10/03/2021, 12:12 WIB
Sejumlah foto yang menampilkan seekor kuda nil diberi makan sampah di Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial Senin (8/3/2021). Dok MedsosSejumlah foto yang menampilkan seekor kuda nil diberi makan sampah di Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial Senin (8/3/2021).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video yang menyebut ada orang melempar sampah botol plastik ke kuda nil di kebun binatang Taman Safari Indonesia (TSI), Puncak Bogor viral di media sosial.

Di video tersebut, pengunjung merekam sebuah mobilmerah marun yang penumpangnya diduga melempar sampah botol plastik di mulut kuda nil.

Ternyata mobil tersebut adalah milik Marsini (59) warga Kompleks Bumi Kencana, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Sementara pelaku pembungan adalah nenek K (56) yang masih keluarga Marsini.

Baca juga: Polisi: Nenek Pelempar Sampah ke Kuda Nil Belum Tersangka, Pengunggah Video akan Dipanggil

Dilansir dari Tribun Jabar, Marsini mengaku kaget saat ditanya terkait video mobilnya yang viral di media sosial.

Ia mengatakan saat kejadian, dia tidak ikut ke taman safari. Mobil tersebut dipinjam saudaranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya kaget, tahu dari ibu-ibu dan karang taruna di sini, nanyain itu (mobil yang ada di video) ke saya. Sebab saya kan ada di rumah enggak ikut berangkat ke sana," ujar Marsini (59), saat ditemui di kediamannya, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Animal Defenders: Usia Berapa Pun, Pelempar Sampah Plastik ke Kuda Nil Harus Mendapat Pelajaran

Ia mengatakan saudara yang meminjam mobil tersebut juga nggak tau kejadian tersebut. Keluarga mereka baru mengetahui video tersebut saat melihat ponsel.

"Yang pakai mobil juga enggak tahu ada yang lempar sampah. Mereka tahu setelah sampai di sini, melihat di handphone," kata Marsini.

Marsini menceritakan, setelah tahu ada video tersebut, semua yang ada di mobil saat itu sebanyak tujuh orang ditanya siapa yang melempar.

Baca juga: Nenek Pelempar Sampah Plastik ke Mulut Kuda Nil Minta Maaf, Kapolres: Tetap Kita Proses

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbukti di Jabar, Daerah yang Tinggi Vaksinasi, Angka Kematiannya Rendah

Terbukti di Jabar, Daerah yang Tinggi Vaksinasi, Angka Kematiannya Rendah

Bandung
Pembawa Bom Molotov dalam Demo Menolak PPKM di Bandung Jadi Tersangka

Pembawa Bom Molotov dalam Demo Menolak PPKM di Bandung Jadi Tersangka

Bandung
Wali Kota Bandung Dirawat di RS Bukan karena Covid-19

Wali Kota Bandung Dirawat di RS Bukan karena Covid-19

Bandung
Catat, Ini 13 Bansos yang Bisa Didapatkan Warga Jabar Saat PPKM Level 4

Catat, Ini 13 Bansos yang Bisa Didapatkan Warga Jabar Saat PPKM Level 4

Bandung
Obat Covid-19 Dijual Seharga Rp 10 Juta, 5 Orang Ditangkap Polda Jabar

Obat Covid-19 Dijual Seharga Rp 10 Juta, 5 Orang Ditangkap Polda Jabar

Bandung
Demo PPKM Disusupi Kelompok Berbaju Hitam, Bawa Bom Molotov hingga Rusak Fasilitas Umum

Demo PPKM Disusupi Kelompok Berbaju Hitam, Bawa Bom Molotov hingga Rusak Fasilitas Umum

Bandung
Bikin Ricuh Saat Demo PPKM, 150 Demonstran Ditangkap, Ada yang Bawa Bom Molotov

Bikin Ricuh Saat Demo PPKM, 150 Demonstran Ditangkap, Ada yang Bawa Bom Molotov

Bandung
'Kami Tidak Terima PPKM Diperpanjang, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Bagaimana Kami Bertahan Hidup'

"Kami Tidak Terima PPKM Diperpanjang, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Bagaimana Kami Bertahan Hidup"

Bandung
'PPKM Diperpanjang Kami Tak Terima, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Gimana Bisa Hidup'

"PPKM Diperpanjang Kami Tak Terima, Sekarang Saja Tidak Ada Solusi, Gimana Bisa Hidup"

Bandung
Para Pedagang Kibarkan Bendera Putih, Terpuruk dan Menyerah Hadapi Pandemi

Para Pedagang Kibarkan Bendera Putih, Terpuruk dan Menyerah Hadapi Pandemi

Bandung
Curhat PKL Saat PPKM Darurat: Kalau Tidak Mencari Uang Hari Ini, Kita Tidak Makan

Curhat PKL Saat PPKM Darurat: Kalau Tidak Mencari Uang Hari Ini, Kita Tidak Makan

Bandung
Cerita Desy Ratnasari, Tak Mengaku Anggota DPR Saat Kena Penyekatan, Tetap Lolos karena Patuh

Cerita Desy Ratnasari, Tak Mengaku Anggota DPR Saat Kena Penyekatan, Tetap Lolos karena Patuh

Bandung
UPDATE: Daftar Titik Penyekatan di Jalan Tol Jabar Selama PPKM Darurat

UPDATE: Daftar Titik Penyekatan di Jalan Tol Jabar Selama PPKM Darurat

Bandung
Penjelasan BEM Fisip Unpad soal Unggahan 'Kami Bersama Presiden Jokowi, tapi Boong'

Penjelasan BEM Fisip Unpad soal Unggahan "Kami Bersama Presiden Jokowi, tapi Boong"

Bandung
Tak Tega Anaknya Masuk Lapas, Ayah Pemilik Kedai Kopi: Mampu Bayar Denda PPKM, tapi Saya Harus Dukung Keputusannya

Tak Tega Anaknya Masuk Lapas, Ayah Pemilik Kedai Kopi: Mampu Bayar Denda PPKM, tapi Saya Harus Dukung Keputusannya

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X