6-17 Mei Dilarang Mudik, Jeritan Sopir Bus AKAP: Tahun Lalu PSBB, Tak Ada Pemasukan, Tak Dapat Bantuan...

Kompas.com - 09/04/2021, 16:16 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAIlustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran tahun ini, semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta akan dibatasi sepanjang 6-17 Mei 2021.

Hal tersebut tentu berdampak pada pekerja yang bergerak di bidang transportasi, salah satunya yang dikeluhkan oleh seorang sopir bus jurusan Bandung - Surabaya, Anto (42).

Ditemui di Terminal Cicaheum Bandung, Anto mengeluhkan kebijakan tersebut yang pasti akan berdampak pada pendapatannya sehari-sehari.

Tak hanya pihak perusahaan, tapi juga pihak pekerja yang menggeluti dunia jasa transportasi ini berdampak signifikan.

"Dengan kebijakan seperti itu tentu berdampak pak, bukan hanya perusahaan tapi kami juga sebagai sopir terdampak juga," ucap Anto, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Lowongan Kerja Surabaya, Pemkot Butuh 500 Sopir dan Awak Bus

Tahun lalu ada PSBB, tak ada pendapatan, tak ada bantuan

Pengalaman pahit pun terjadi pada tahun lalu pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Anto mengaku pendapatannya menurun drastis hingga 70 persen, bahkan tanpa pendapatan sama sekali.

Sementara bantuan tak kunjung ia terima baik dari pemerintah setempat, maupun perusahaan tempat ia bekerja.

"Seperti tahun kemarin, tentu sangat rugi, dan kami pekerja tak dapat bantuan baik dari perusahaan maupun dari pemerintah, bantuan hanya sembako dari desa," ucapnya.

Baca juga: Mudik Dilarang, Pengusaha Bus Sumbar Minta Pemerintah Beri Bansos untuk Sopir

Sementara Anto harus menafkahi dan membiayai keluarganya. Namun apa daya Anto hanya dapat pasrah menelan kebijakan yang ada bulat-bulat.

Anto berharap jelang puasa tahun ini pemerintah tak menutup akses transportasi secara total, dan mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dengan memperhitungkan hajat warga yang bekerja pada bidang transportasi.

"Semoga gak ditutup (Terminal), setidaknya ada prokes, waktu PSBB diperbolehkan jalan, misal penduduk 40 di isi 20, kalau ditutup semua waduh susah saya," ucap supir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ini.

Baca juga: Ada Larangan Mudik 6-17 Mei, Pengusaha Angkutan: Kami seperti Mati Segan Hidup Tak Mau

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi: Budaya Beli Baju Lebaran Tak Bisa Dibendung meski Ada Pandemi

Dedi Mulyadi: Budaya Beli Baju Lebaran Tak Bisa Dibendung meski Ada Pandemi

Bandung
Imbau Warga Taat Prokes Saat Ibadah, Wali Kota Bandung: Kita Diwajibkan Ikhtiar Hindari Serangan Covid-19

Imbau Warga Taat Prokes Saat Ibadah, Wali Kota Bandung: Kita Diwajibkan Ikhtiar Hindari Serangan Covid-19

Bandung
Dedeh Campurkan Oli yang Dikira Minyak Goreng ke Tumis Kangkung, Keluarganya Keracunan

Dedeh Campurkan Oli yang Dikira Minyak Goreng ke Tumis Kangkung, Keluarganya Keracunan

Bandung
Kangkung yang Dimasak dengan Oli Rasanya Biasa Saja, Bahkan Korban Habis Sepiring

Kangkung yang Dimasak dengan Oli Rasanya Biasa Saja, Bahkan Korban Habis Sepiring

Bandung
'Mudik Dilarang Bukannya Membatasi Silaturahmi, tapi untuk Melindungi...'

"Mudik Dilarang Bukannya Membatasi Silaturahmi, tapi untuk Melindungi..."

Bandung
Tiga Petinggi Sunda Empire Tak Lagi Dipenjara, Ini Alasannya

Tiga Petinggi Sunda Empire Tak Lagi Dipenjara, Ini Alasannya

Bandung
Detik-detik Perusakan Graha Persib oleh Suporter, Saksi: Massa yang Datang 2 Gelombang, hingga Ratusan Motor

Detik-detik Perusakan Graha Persib oleh Suporter, Saksi: Massa yang Datang 2 Gelombang, hingga Ratusan Motor

Bandung
Graha Persib Dirusak Massa Suporter Usai Kalah dari Persija, Ini Penjelasan Polisi

Graha Persib Dirusak Massa Suporter Usai Kalah dari Persija, Ini Penjelasan Polisi

Bandung
Dulu Miskin dan Tertinggal, Desa di Bandung Ini Raih Omzet Rp 30 Miliar, Ini Ceritanya

Dulu Miskin dan Tertinggal, Desa di Bandung Ini Raih Omzet Rp 30 Miliar, Ini Ceritanya

Bandung
Tulis Kalimat Romantis, Begini Cara Ridwan Kamil Semangati Istrinya yang Positif Covid-19

Tulis Kalimat Romantis, Begini Cara Ridwan Kamil Semangati Istrinya yang Positif Covid-19

Bandung
Curhat Atalia Positif Covid-19, Mengaku Taat Prokes hingga Ridwan Kamil Hanya Bisa Memandang dari Balik Kaca

Curhat Atalia Positif Covid-19, Mengaku Taat Prokes hingga Ridwan Kamil Hanya Bisa Memandang dari Balik Kaca

Bandung
Ini Kata Polisi soal Motor Diikat Warga di Tiang Depan Pos Ronda: Belum Ada Laporan

Ini Kata Polisi soal Motor Diikat Warga di Tiang Depan Pos Ronda: Belum Ada Laporan

Bandung
Depresi Pasca-melahirkan, Mengenal Gangguan Kesehatan Mental Perinatal (3)

Depresi Pasca-melahirkan, Mengenal Gangguan Kesehatan Mental Perinatal (3)

Bandung
Cerita Para Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Takut Anak Saya Mati (2)

Cerita Para Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Takut Anak Saya Mati (2)

Bandung
Cerita Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Mau Mati Saja, tapi Ingin Anak Saya Hidup (1)

Cerita Perempuan Penyitas Depresi Pasca-melahirkan: Saya Mau Mati Saja, tapi Ingin Anak Saya Hidup (1)

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X