Pungli “Hantui” Pemakaman Khusus Covid-19 di Bandung

Kompas.com - 11/07/2021, 16:09 WIB
Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). Petugas pikul jenazah mengatakan, pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut mengalami peningkatan sebanyak 20 hingga 30 jenazah per hari dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya lima hingga delapan jenazah per hari. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc. ANTARA/RAISAN AL FARISITenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). Petugas pikul jenazah mengatakan, pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut mengalami peningkatan sebanyak 20 hingga 30 jenazah per hari dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya lima hingga delapan jenazah per hari. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

KOMPAS.com - Dugaan kasus pungutan liar “menghantui” pemakaman khusus Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Bandung, Jawa Barat.

Sejumlah orang menjadi korbannya.

Pria berinisial YC salah satunya. Sewaktu hendak memakamkan pamannya di TPU Cikadut pada 5 Juli 2021, dia terkejut karena ada pungutan yang harus dibayar.

Oleh oknum tersebut, Y awalnya diminta membayar Rp 1,7 juta. Proses tawar-menawar terjadi.

"Setelah negosiasi alot, akhirnya kami deal Rp 700.000 ke preman. Uangnya kami serahkan ke preman di situ, bukan petugas resmi,” ujarnya, 5 Juli 2021.

Baca juga: Warga Kaget Dipungut Rp 1,2 Juta untuk Makamkan Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut

Pengalaman serupa juga dialami W. Sewaktu tiba di TPU Cikadut untuk mengebumikan ayahnya pada 23 Juni 2021, dia dimintai uang Rp 1,75 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kata si oknum, uang tersebut dipakai untuk mengangkut dan memakamkan jenazah. Karena tidak ada uang, W menego menjadi Rp 1 juta.

"Abdi teh nawis, da abdi teh sanes nuju hajat (saya menawar, karena saya bukannya sedang berpesta)," ucapnya.

Baca juga: Keluarga Jenazah Pasien Covid-19 di Bandung Diminta Rp 4 Juta, Alasannya Beda Agama

“Pemakaman malam memang lebih mahal”

Korban lainnya adalah YT. Pada 6 Juli 2021 sekitar pukul 23.00 WIB, dia hendak memakamkan ayahnya.

Dia kaget ketika dimintai uang sebesar Rp 4 juta untuk biaya pemakaman.

Uang itu diminta oleh pria berinisial R, yang mengaku sebagai koordinator pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut.

"Dia bilang pemakaman Covid-19 untuk non-muslim tidak dibayar pemerintah, hanya yang muslim saja yang ditanggung pemerintah. Dia minta Rp 4 juta supaya ayah saya bisa dimakamkan," tuturnya, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Terungkap, Oknum Petugas yang Minta Rp 4 Juta ke Keluarga Pasien Covid-19 Ternyata Tenaga Pemikul Jenazah

Sama seperti korban lainnya, YT juga menawar biaya tersebut hingga akhirnya disepakati di angka Rp 2,8 juta.

"Sebelumnya saya minta turun lagi Rp 2 juta, tapi temannya (R) nyeletuk, dia bilang sudah untung dikasih segitu. Kemarin yang non-muslim ada yang sampai Rp 3,5 juta. Akhirnya kita setuju di angka Rp 2,8 juta," ungkapnya.

YT yang meminta tanda terima, diberikan secarik kertas oleh R. Di dalam kertas yang ditandatangani oleh R itu terdapat rincian biaya.

Di sana dituliskan biaya gali liang lahad sebesar Rp 1,5 juta; biaya angkut peti jenazah Rp 1 juta; dan papan nisan salib seharga Rp 300.000.

"Dia (R) bilang, kalau pemakaman malam memang lebih mahal," sebut YT.

Baca juga: Keluarga Jenazah Pasien Covid-19 Diminta Rp 4 Juta di TPU Cikadut Bandung, Ini Kata Ridwan Kamil


Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras di Bandung Berujung Maut, Usep Tewas Dibunuh Kakak Beradik, Begini Kronologinya

Pesta Miras di Bandung Berujung Maut, Usep Tewas Dibunuh Kakak Beradik, Begini Kronologinya

Bandung
Jabar Salip DKI Jakarta di Puncak Klasemen Medali PON XX Papua, Ridwan Kamil: Mari Gaskeun!

Jabar Salip DKI Jakarta di Puncak Klasemen Medali PON XX Papua, Ridwan Kamil: Mari Gaskeun!

Bandung
Simak Aturan Ganjil Genap di Jalur Menuju Lembang

Simak Aturan Ganjil Genap di Jalur Menuju Lembang

Bandung
Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas di Terminal Cicaheum Ditangkap Saat Kejar Korban sampai Kantor Polisi

Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas di Terminal Cicaheum Ditangkap Saat Kejar Korban sampai Kantor Polisi

Bandung
Kronologi Atlet Disabilitas Dipalak dan Dianiaya Preman di Terminal Cicaheum, Korban Dikejar sampai Kantor Polisi

Kronologi Atlet Disabilitas Dipalak dan Dianiaya Preman di Terminal Cicaheum, Korban Dikejar sampai Kantor Polisi

Bandung
Kronologi Porsche Magnum Tabrak Driver Ojol hingga Kehilangan Kaki, Berawal Terobos Lampu Merah

Kronologi Porsche Magnum Tabrak Driver Ojol hingga Kehilangan Kaki, Berawal Terobos Lampu Merah

Bandung
Hartanya Naik Rp 6,6 M, Ridwan Kamil: Jangan Curiga, Saya Punya Usaha Menyejahterakan Dibanding Sekarang

Hartanya Naik Rp 6,6 M, Ridwan Kamil: Jangan Curiga, Saya Punya Usaha Menyejahterakan Dibanding Sekarang

Bandung
Ini Sumber Kenaikan Harta Kekayaan Ridwan Kamil yang Capai Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Ini Sumber Kenaikan Harta Kekayaan Ridwan Kamil yang Capai Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Bandung
Jumlah Harta Kekayaan Ridwan Kamil Rp 20 Miliar, Naik Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Jumlah Harta Kekayaan Ridwan Kamil Rp 20 Miliar, Naik Rp 6,6 Miliar dalam Setahun

Bandung
Syarat Masuk Mal, Hotel, dan Rumah Ibadah di Bandung

Syarat Masuk Mal, Hotel, dan Rumah Ibadah di Bandung

Bandung
“Tadi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Lapor ke Saya mengenai Holywings, Saya Bilang Tutup Saja'

“Tadi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Lapor ke Saya mengenai Holywings, Saya Bilang Tutup Saja"

Bandung
Ganjil Genap di Bandung Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Sanksi

Ganjil Genap di Bandung Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Sanksi

Bandung
Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Kang Djuned, Selang Oksigen, dan Pengabdian Tanpa Batas

Bandung
Pakai Selang Oksigen Saat Hadiri Sidang Mahasiswa, Kang Djuned: 35 Tahun Jadi Dosen, Bekerja dengan Hati

Pakai Selang Oksigen Saat Hadiri Sidang Mahasiswa, Kang Djuned: 35 Tahun Jadi Dosen, Bekerja dengan Hati

Bandung
Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Soal Mural Bernada Kritik, Ridwan Kamil: Jangan-jangan karena Kita Jarang Dialog

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.