Kompas.com - 23/12/2021, 16:18 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Herry Wirawan, seorang guru dan terdakwa dalam kasus pemerkosaan 13 santriwati yang merupakan anak didiknya kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (23/12/2021).

Dalam pengadilan yang berlangsung secara hybrid dan tertutup ini, Kepala Kejaksaan tinggi Jawa Barat, Asep N Mulyana kembali turun mengawal persidangan dengan menjadi Jaksa Penuntut Umum.

Asep mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi yang mendukung pembuktian, bahwa Herry telah melakukan tindakan asusila hingga persetubuhan terhadap anak didiknya sendiri yang saat itu masih di bawah umur.

Baca juga: Kuasa Hukum Korban Herry Wirawan: Istri Pelaku Tahu Kenapa Tidak Melaporkan

Bahkan salah satu korbannya mengaku ada yang disetubuhi hingga berkali-kali.

"Dari salah satu saksi yang menyatakan bahwa mereka disetubuhi oleh si pelaku bahkan sampai empat kali," ucap Asep usai Persidangan.

Pada sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi ini menghadirkan tiga orang, yang terdiri dari dua orang dewasa dan satu orang anak.

Baca juga: Kejati Jabar: Korban Herry Wirawan Takut Lapor karena Terkurung di Yayasan

"Tiga saksi itu dua orang dewasa merupakan ketua RT dan satu orang saksi anak," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil.

Seperti diketahui, Herry memperkosa 13 santriwati di berbagai tempat, tak hanya dilakukan di yayasan pesantren yang dipimpin Herry, tapi juga di tempat lain seperti hotel hingga apartemen.

Peristiwa itu berlangsung selama lima tahun, sejak tahun 2016 sampai 2021. Pelaku adalah guru bidang keagamaan sekaligus pengurus yayasan.

Para korban diketahui ada yang telah melahirkan dan ada yang tengah mengandung.

Herry Wirawan didakwa primair melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dakwaan subsidair, Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Ancaman pidananya 15 tahun penjara. Tapi perlu digarisbawahi, di sini ada pemberatan (hukuman) karena dia (Herry Wirawan) sebagai tenaga pendidik (guru atau ustaz). Ancaman hukumannya jadi 20 tahun," ujar Plt Aspidum Kejati Jabar Riyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Longsor di Pamijahan Bogor, 12 Kampung Terdampak, Lahan Pertanian Rusak

Imbas Longsor di Pamijahan Bogor, 12 Kampung Terdampak, Lahan Pertanian Rusak

Bandung
Tangis Siti Lepas Suami Pergi Haji Gantikan Ibunya Meninggal karena Covid-19

Tangis Siti Lepas Suami Pergi Haji Gantikan Ibunya Meninggal karena Covid-19

Bandung
Mobil yang Tenggelam Berhasil Ditarik ke Darat, Bagaimana dengan 6 Koper Penuh Uang di Dalamnya?

Mobil yang Tenggelam Berhasil Ditarik ke Darat, Bagaimana dengan 6 Koper Penuh Uang di Dalamnya?

Bandung
Pesan Ridwan Kamil untuk Bima Arya dan Yana Mulyana soal Holywings

Pesan Ridwan Kamil untuk Bima Arya dan Yana Mulyana soal Holywings

Bandung
Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92, Polda Jabar Terjunkan Tim TAA

Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92, Polda Jabar Terjunkan Tim TAA

Bandung
Fakta Pengungkapan Uang Palsu di Cirebon, dari Beli Rokok hingga Ketahuan Pencetaknya Pasutri

Fakta Pengungkapan Uang Palsu di Cirebon, dari Beli Rokok hingga Ketahuan Pencetaknya Pasutri

Bandung
Pasutri di Cirebon Cetak Uang Palsu, Kepala Cabang BI Sebut Peredaran Uang Palsu Punya Tren Saat Momen Tertentu

Pasutri di Cirebon Cetak Uang Palsu, Kepala Cabang BI Sebut Peredaran Uang Palsu Punya Tren Saat Momen Tertentu

Bandung
[POPULER JAWA BARAT] Kesaksian Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang | Sopir Bus Maut Tasikmalaya Jadi Tersangka

[POPULER JAWA BARAT] Kesaksian Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang | Sopir Bus Maut Tasikmalaya Jadi Tersangka

Bandung
Kecelakaan Bus Sering Terjadi, Apa yang Harus Dilakukan agar Kejadian Serupa Tidak Terulang?

Kecelakaan Bus Sering Terjadi, Apa yang Harus Dilakukan agar Kejadian Serupa Tidak Terulang?

Bandung
Kronologi Mobil Pengangkut Uang Terjun ke Irigasi, Sudah Dievakuasi

Kronologi Mobil Pengangkut Uang Terjun ke Irigasi, Sudah Dievakuasi

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 28 Juni 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 28 Juni 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 28 Juni 2022: Cerah Berawan hingga Berawan

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 28 Juni 2022: Cerah Berawan hingga Berawan

Bandung
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Pengamat Minta Izin Perusahaan Bus yang Terlibat Kecelakaan Dicabut

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Pengamat Minta Izin Perusahaan Bus yang Terlibat Kecelakaan Dicabut

Bandung
Mobil Pengangkut Uang yang Terjun ke Irigasi di Karawang Akhirnya Bisa Dievakuasi

Mobil Pengangkut Uang yang Terjun ke Irigasi di Karawang Akhirnya Bisa Dievakuasi

Bandung
Polres Cirebon Kota Tangkap Pasutri Pencetak Uang Palsu, Beraksi 6 Bulan, Keuntungan Belasan Juta

Polres Cirebon Kota Tangkap Pasutri Pencetak Uang Palsu, Beraksi 6 Bulan, Keuntungan Belasan Juta

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.