Kasus Herry Wirawan Masuk Kategori Kejahatan Kekerasan Seksual

Kompas.com - 11/01/2022, 14:42 WIB
Herry Wirawan pemerkosa 13 santriwati dituntut hukuman mati. Dok. Kejati JabarHerry Wirawan pemerkosa 13 santriwati dituntut hukuman mati.

BANDUNG,KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana menyebut, kasus Herry Wirawan yang memperkosa 13 santriwati masuk kategori kejahatan kekerasan seksual.

"Mengacu kepada konvensi PBB menentang penyiksaan hukuman yang tidak manusiawi di mana perbuatan terdakwa masuk kategori kekerasan seksual," ucap Asep usai Sidang Herry Wirawan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Bandung, Selasa (11/1/2022).

Asep mengatakan, kekerasan seksual yang dilakukan terdakwa dilakukan pada anak didiknya yang merupakan perempuan asuh yang berada dalam relasi kuasa.

Baca juga: Herry Wirawan Tak Cuma Dituntut Hukuman Mati, tetapi Juga Kebiri Kimia

"Jadi anak anak berada dalam kondisi yang tidak berdaya karena berada dalam tekanan pelaku dan kedudukan pelaku selaku pendiri pengasuh sekaligus pemilik pondok pesantren," ucap Asep.

Seperti diketahui, Jaksa menuntut Herry dengan hukuman mati, dengan tambahan hukuman kebiri kimia hingga penyebaran identitas terdakwa.

"Maka dalam tuntutan kami, kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati," ucap Asep.

Menurut Asep, tuntutan itu merupakan bukti dan komitmen kejaksaan untuk memberikan efek jera kepada pelaku atau pihak lainnya yang akan melakukan kejahatan serupa.

Tuntutan hukuman tersebut sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 17 Tahun 2016 yentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Baca juga: Jaksa Minta Hakim Bubarkan Yayasan hingga Rampas Aset Herry Wirawan untuk Ganti Rugi Korban

Seperti diketahui, Herry memperkosa 13 santriwati di beberapa tempat, yakni di Yayasan pesantren, hotel, hingga apartemen.

Fakta persidangan pun menyebutkan bahwa terdakwa memperkosa korban di gedung Yayasan KS, pesantren TM, pesantren MH, basecamp, Apartemen TS Bandung, Hotel A, Hotel PP, Hotel BB, Hotel N, dan Hotel R.

Peristiwa itu berlangsung selama lima tahun, sejak tahun 2016 sampai 2021. Pelaku adalah guru bidang keagamaan sekaligus pimpinan yayasan itu.

Para korban diketahui ada yang telah melahirkan dan ada yang tengah mengandung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lembang Park & Zoo Bandung: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tariknya

Lembang Park & Zoo Bandung: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tariknya

Bandung
Wana Wisata Ranca Upas Bandung : Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tariknya

Wana Wisata Ranca Upas Bandung : Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tariknya

Bandung
Geger, Warga Bandung Temukan Mayat Bayi Terbungkus Kain Kafan di Pinggir Jalan

Geger, Warga Bandung Temukan Mayat Bayi Terbungkus Kain Kafan di Pinggir Jalan

Bandung
Unggahan Viral Mahasiswa Tak Ikut Kuliah Presiden Jokowi Akan Disanksi, Ini Kata Rektor Unpar

Unggahan Viral Mahasiswa Tak Ikut Kuliah Presiden Jokowi Akan Disanksi, Ini Kata Rektor Unpar

Bandung
Badan Penuh Lumpur, Kakek Ini Selamat dari Longsoran Tebing Setinggi 150 Meter di Sumedang

Badan Penuh Lumpur, Kakek Ini Selamat dari Longsoran Tebing Setinggi 150 Meter di Sumedang

Bandung
NFT Lukisan Ridwan Kamil Terjual Rp 45 Juta di OpenSea, Didonasikan untuk Anak Yatim Piatu

NFT Lukisan Ridwan Kamil Terjual Rp 45 Juta di OpenSea, Didonasikan untuk Anak Yatim Piatu

Bandung
Jabar Quick Response Buka Kanal Bantuan Perbaiki Jembatan, Warga Bisa Lapor ke Sini

Jabar Quick Response Buka Kanal Bantuan Perbaiki Jembatan, Warga Bisa Lapor ke Sini

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 16 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 16 Januari 2022

Bandung
Pantai Pangandaran: Lokasi, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Pantai Pangandaran: Lokasi, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Bandung
2 Pemancing Korban Perahu Terbalik di Cilacap Ditemukan Tewas

2 Pemancing Korban Perahu Terbalik di Cilacap Ditemukan Tewas

Bandung
5 Rumah Rusak di Sukabumi akibat Gempa Banten, Dihuni 22 Jiwa

5 Rumah Rusak di Sukabumi akibat Gempa Banten, Dihuni 22 Jiwa

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 15 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 15 Januari 2022

Bandung
Gempa M 6.6  di Banten Dirasakan di 14 Daerah di Jabar, 2 Rumah Rusak Sedang

Gempa M 6.6 di Banten Dirasakan di 14 Daerah di Jabar, 2 Rumah Rusak Sedang

Bandung
Buruh Tani di Karawang Tembak Petani Lainnya Gara-Gara Dendam Lama Soal Pilkades

Buruh Tani di Karawang Tembak Petani Lainnya Gara-Gara Dendam Lama Soal Pilkades

Bandung
Dampak Gempa Sumur Banten, Rumah Roboh dan Gedung Sekolah Rusak di Pandeglang

Dampak Gempa Sumur Banten, Rumah Roboh dan Gedung Sekolah Rusak di Pandeglang

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.