Kompas.com - 28/01/2022, 17:43 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Polres Serang Kota melakukan gelar perkara khusus perkara pemerkosaan gadis keterbelakangan mental berusia 21 tahun hingga hamil asal Kota Serang, Banten.

Gelar perkara dilakukan sebagai tindaklanjut hasil pemeriksaan Polda Banten yang menilai penerapan restorative justice tidak sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021.

Selain itu, penghentian perkara tersebut dinilai tim Wasidik Ditreskrimum Polda Banten terlalu prematur.

Baca juga: Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Diduga Ada Kesalahan Penyidik

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Hutapea mengatakan, gelar perkara khusus yang dihadiri oleh penyidik, Propam, dan Wasidik mepaparkan kembali perjalanan kasus yang sudah dihentikan penyidikannya tersebut.

"Kita akan dalami kasus ini. Kita akan periksa yang bersangkutan baik pelapor, terlapor kemudian korban. Kita akan ikuti sesuai rekomendasi yang ada dari hasil gelar perkara luar biasa," kata Maruli kepada wartawan di kantornya. Jumat (28/1/2022).

Dijelaskan Maruli, penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan kepada kedua tersangka yakni EJ (39) yakni paman korban dan tetangga korban S (46).

Kedua tersangka sebelumnya sudah dibebaskan oleh penyidik karena adanya kesepakatan damai antara keluarga korban dan tersangka

Sehingga, pelapor mencabut laporannya dan penyidik menempuh jalur restorative justice.

"Kita sudah langsung akan lakukan pemeriksaan. Terhadap pelaku yang sudah dijadikan tersangka dan kemarin sudah dibebaskan. Nanti diperiksa, ditunggu," ujar Maruli.

Selain pelaku, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk korban.

"Kita maraton kejar periksa. Siapapun yang terlibat dalam perkara ada dua pelaku, termasuk saksi yang lain kita akan dalami lagi," tegas dia.

Baca juga: Polda Banten Sebut Penghentian Kasus Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental Prematur dan Salahi Aturan

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan sejak Jumat (21/1/2022), tim Bidpropam dan Wasidik menemukan adanya kesalahan dalam penghentian perkara tersebut.

"Penghentian penyidikan tidak seharusnya dilakukan oleh penyidik, melainkan tetap melanjutkan perkaranya hingga dapat disidangkan ke pengadilan,” kata Shinto melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 3 Juli 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 3 Juli 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Bandung
Harga Cabai Tinggi, Mentan: Tak Hanya Pedagang, Petani Juga Harus Menikmati

Harga Cabai Tinggi, Mentan: Tak Hanya Pedagang, Petani Juga Harus Menikmati

Bandung
Motor Asep Dicuri, Pelaku Diberi Tembakan Peringatan karena Sembunyi di Bawah Kasur.

Motor Asep Dicuri, Pelaku Diberi Tembakan Peringatan karena Sembunyi di Bawah Kasur.

Bandung
Sembunyi di Balik Kasur Warga, Pelaku Curanmor di Bogor Menyerah Usai Diberi Tembakan Peringatan

Sembunyi di Balik Kasur Warga, Pelaku Curanmor di Bogor Menyerah Usai Diberi Tembakan Peringatan

Bandung
[POPULER JAWA BARAT] Soal MyPertamina, Organda Ciamis Ancam Mogok Massal | Warga Bangun Masjid Mirip Kabah

[POPULER JAWA BARAT] Soal MyPertamina, Organda Ciamis Ancam Mogok Massal | Warga Bangun Masjid Mirip Kabah

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 2 Juli 2022: Berawan hingga Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 2 Juli 2022: Berawan hingga Hujan Sedang

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 2 Juli 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 2 Juli 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Bandung
11 Hektar Pantai di Subang Tergerus Abrasi, Satu Desa Nyaris Hilang Ditelan Laut

11 Hektar Pantai di Subang Tergerus Abrasi, Satu Desa Nyaris Hilang Ditelan Laut

Bandung
Driver Ojol Tewas Setelah Terjerat Kabel Melintang di Jalan

Driver Ojol Tewas Setelah Terjerat Kabel Melintang di Jalan

Bandung
Startup Korea Temukan 40 Titik Kebocoran Pipa Air di Sukabumi, Cukup untuk 3.000 Warga

Startup Korea Temukan 40 Titik Kebocoran Pipa Air di Sukabumi, Cukup untuk 3.000 Warga

Bandung
Geliat Objek Wisata Citarum Purba di Bandung Barat, Sanghyang Heleut Mulai Ramai di Libur Sekolah

Geliat Objek Wisata Citarum Purba di Bandung Barat, Sanghyang Heleut Mulai Ramai di Libur Sekolah

Bandung
Hari Pertama Beli BBM Bersubsidi Pakai MyPertamina di Bandung, Masih Pendaftaran

Hari Pertama Beli BBM Bersubsidi Pakai MyPertamina di Bandung, Masih Pendaftaran

Bandung
Beli Pertalite Harus Pakai MyPertamina, Sopir Angkot: Jangan Persulitlah, Penumpang Juga Susah

Beli Pertalite Harus Pakai MyPertamina, Sopir Angkot: Jangan Persulitlah, Penumpang Juga Susah

Bandung
Tjahjo Kumolo Dikenal Sebagai Pejabat yang Santun

Tjahjo Kumolo Dikenal Sebagai Pejabat yang Santun

Bandung
Rindu Tanah Suci, Warga Pelosok Bandung Barat Bangun Masjid Mirip Kabah

Rindu Tanah Suci, Warga Pelosok Bandung Barat Bangun Masjid Mirip Kabah

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.