Nurhayati Bebas, Tak Lagi Dijerat Jadi Tersangka gara-gara Bongkar Korupsi Kades, Ini Perjalanan Kasusnya

Kompas.com - 02/03/2022, 05:45 WIB

KOMPAS.com - Nurhayati, seorang bendahara Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi sorotan atas kasus yang menjeratnya.

Ia ditetapkan tersangka setelah melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kuwu atau Kepala Desa Citemu.

Kepala Desa Citemu Supriyadi diduga melakukan korupsi Dana Desa di tahun 2018, 2019, dan 2020

Akibat perbuatan itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp 818 juta.

Meski tidak turut memakan uang haram tersebut, Nurhayati dijadikan tersangka. Apa alasannya?

Baca juga: Kisah Nurhayati, Laporkan Korupsi Kepala Desanya, Malah Dijadikan Tersangka

Kapolres Cirebon Kota AKBP Fahri Siregar mengatakan, kepolisian melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap Nurhayati.

Penyidikan didasarkan petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sumber Cirebon.
Petunjuk itu tertuang dalam berita acara dan konsultasi.

“Petunjuknya itu diberikan dan dituangkan dalam berita acara koordinasi dan konsultasi. Dan sudah saya jelaskan bahwa, ada klausul kata-kata di dalam berita acara tersebut, agar dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap saudari Nurhayati karena perbuatannya termasuk melawan hukum, yang telah memperkaya saudara Supriyadi,” ujarnya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Nurhayati diduga melanggar Pasal 66 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Baca juga: Status Tersangka Nurhayati Resmi Dibatalkan Kejaksaan Negeri Cirebon

Penyebabnya, dia memberikan uang dana desa langsung ke Kepala Desa Citemu Supriyadi, bukan ke kaur dan kepala seksi pelaksana kegiatan. Hal ini menimbulkan kerugian negara.

Berdasarkan aturan tersebut, Nurhayati ditetapkan menjadi tersangka.

"Penetapan saudari Nurhayati sebagai tersangka juga sudah sesuai kaidah hukum. Berdasarkan petunjuk yang diberikan jaksa penuntut umum," ucap Kapolres Cirebon Kota AKBP Fahri Siregar, dilansir dari Antara.

Nurhayati menyandang status tersangka sejak akhir November 2021.

Baca juga: Dengar Status Tersangka Dibatalkan, Nurhayati Menangis

 

Tunda praperadilan karena dapat atensi dari Menkopulhukam

Elyasa Budianto, pengacara Nurhayati, memberikan keterangan di depan Kantor Pengadilan Negeri Kota Cirebon pada Rabu (23/2/2022).KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Elyasa Budianto, pengacara Nurhayati, memberikan keterangan di depan Kantor Pengadilan Negeri Kota Cirebon pada Rabu (23/2/2022).

Tim kuasa hukum Nurhayati bersiap melakukan gugatan praperadilan atas status tersangka kliennya.

Namun, mereka menundanya karena kasus ini mendapat perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

"Atas arahan Lembaga Bantuan Hukum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (LBH IKA UII), kami membuat surat ke Menkopolhukam, Pak Mahfud MD. Ada atensi dari Pak Mahfud, agar mendapatkan perlindungan hukum untuk Nurhayati. Jadi praperadilan ditunda," ungkap kuasa hukum Nurhayati, Elyasa Budianto, Rabu (23/2/2022).

Menurut Elyasa, salah satu alternatif yang bisa diajukan oleh Menkopolhukam adalah penerapan deponering, yakni dengan mengesampingkan kasus Nurhayati, tetapi tetap melanjutkan pokok perkara, yaitu korupsi yang dilakukan Kepala Desa Citemu.

"Titik tengah penyelesaian, apakah deponering dari perkaranya Bu Nurhayati, menunda, lanjut ke perkara pokok, baru membahas status Nurhayati," tuturnya.

Baca juga: Pengacara Nurhayati Tunda Praperadilan karena Menunggu Menkopolhukam

Mahfud MD kabarkan status tersangka Nurhayati dicabut

Menkopolhukam Mahfud MD di Taman Budaya Gunungkidul Sabtu (29/1/2022)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Menkopolhukam Mahfud MD di Taman Budaya Gunungkidul Sabtu (29/1/2022)

Setelah menyandang status tersangka selama kurang lebih tiga bulan, Nurhayati menemui titik terang.

Mahfud MD mengabarkan bahwa status tersangka Nurhayati dibatalkan.

"Untuk kasus Nurhayati yang dijadikan tersangka karena melaporkan kepala desanya, yang katanya akan bertemu saya dan berkirim surat kepada saya, maka saya sarankan tidak usah ketemu saya lagi karena pesannya sudah sampai. Dan saya sudah melakukan komunikasi dengan Polri dan Kejaksaan yang intinya sedang diusahakan agar tidak dilanjutkan. Bahkan, saya bicara dengan Bareskrim bahwa itu insya Allah secepatnya akan dilakukan," paparnya, dikutip dari akun YouTube Kemenko Polhukam RI.

Kabar itu disambut gembira oleh Nurhayati dan keluarganya.

Kakak Nurhayati, Junaedi, menjelaskan bahwa kabar pencabutan status tersangka tersebut membuat adiknya menangis bahagia.

"Kami sangat senang, adik saya langsung menangis mendengar kabar tersebut. Dia juga menyampaikan sangat berterima kasih kepada banyak pihak," terangnya.

Meski begitu, pihak keluarga masih belum memperoleh surat resmi dari Polres Cirebon Kota.

"Tentu kami masih menunggu surat resminya. Semoga kabar bahagia ini menjadi kenyataan," harapnya.

Baca juga: Duduk Perkara Kasus Nurhayati, Berawal dari Laporkan Korupsi Kepala Desa, Jadi Tersangka, hingga Status Dibatalkan

 

Status tersangka Nurhayati resmi dibatalkan

Kapolres Cirebon Kota AKBP Fahri Siregar bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon memberikan keterangan soal kelanjutan kasus Nurhayati di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (1/3/2022).KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Kapolres Cirebon Kota AKBP Fahri Siregar bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon memberikan keterangan soal kelanjutan kasus Nurhayati di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (1/3/2022).

Harapan Junaedi itu akhirnya menjadi nyata. Pasalnya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan Nurhayati.

Maka dari itu, status tersangka Nurhayati resmi dibatalkan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon Hutamrin mengungkapkan, pengumuman ini disampaikan agar Nurhayati mendapatkan kepastian hukum dan segera bebas dari status tersangka.

Baca juga: Polda Jabar Sebut Nurhayati Bendahara yang Jadi Tersangka, Bukan Pelapor Kasus Korupsi APBDes di Cirebon

Mengenai kasus ini, dia menyampaikan bahwa Polres Cirebon Kota sudah menyerahkan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi untuk tersangka Supriyadi dan tersangka Nurhayati.

Keduanya telah dinyatakan P21 atau sudah lengkap.

Akan tetapi, dalam penelitian yang dilakukan Kejari, petugas belum menemukan niat jahat Nurhayati dalam kasus korupsi dana desa itu.

Baca juga: Soal Pencabutan Status Tersangka, Nurhayati Mengaku Belum Terima Surat Resminya

"Berdasarkan hasil penelitian, kami Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon belum mendapatkan niat jahat terhadap perbuatan Nurhayati. Sehingga pada hari ini, kami keluarkan SKP2 terhadap tersangka Nurhayati," tuturnya dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (1/3/2022) malam.

Hutamrin menyatakan, keputusan ini merupakan kerja sama antara Kejari Cirebon dengan Polres Cirebon Kota.

Sementara itu, status tersangka Kepala Desa Citemu Supriyadi dalam kasus dugaan korupsi dana desa tetap dilanjutkan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon | Editor: Pythag Kurniati, Abba Gabrillin), Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garis Polisi Rumah Korban Pembunuhan di Subang Dicabut, Dikembalikan ke Keluarga

Garis Polisi Rumah Korban Pembunuhan di Subang Dicabut, Dikembalikan ke Keluarga

Bandung
Belum Merdeka dari Pertambangan, Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tebing Karst Bandung Barat

Belum Merdeka dari Pertambangan, Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tebing Karst Bandung Barat

Bandung
Penembakan Kucing di Sesko TNI, Ridwan Kamil Angkat Bicara

Penembakan Kucing di Sesko TNI, Ridwan Kamil Angkat Bicara

Bandung
Kecelakaan di Puncak Cianjur, 4 Pengendara dan Penumpang Motor Tewas

Kecelakaan di Puncak Cianjur, 4 Pengendara dan Penumpang Motor Tewas

Bandung
Viral, Video Ormas Lakukan Pungli di Ciawi Bogor, Wajib Bayar jika Ingin Lewati Portal

Viral, Video Ormas Lakukan Pungli di Ciawi Bogor, Wajib Bayar jika Ingin Lewati Portal

Bandung
Ingin Jaga Kebersihan, Brigjen NA Tembak 6 Ekor Kucing di Sesko TNI Bandung

Ingin Jaga Kebersihan, Brigjen NA Tembak 6 Ekor Kucing di Sesko TNI Bandung

Bandung
Kapuspen TNI Ungkap Penembak Kucing di Area Sesko TNI

Kapuspen TNI Ungkap Penembak Kucing di Area Sesko TNI

Bandung
Rumah Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Akan Diwakafkan Jadi Masjid

Rumah Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Akan Diwakafkan Jadi Masjid

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Bandung
Mahasiswa Ini Pergoki Aksi Perburuan Landak Jawa di Pegunungan Sanggabuana

Mahasiswa Ini Pergoki Aksi Perburuan Landak Jawa di Pegunungan Sanggabuana

Bandung
Ambulans Tabrakan dengan Motor di Sukabumi, 1 Tewas 1 Luka Parah

Ambulans Tabrakan dengan Motor di Sukabumi, 1 Tewas 1 Luka Parah

Bandung
Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Balap Karung, Ini Penjelasan Polisi

Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Balap Karung, Ini Penjelasan Polisi

Bandung
Kisah Saepuloh Panjat Tiang Bendera Perbaiki Tali yang Tersangkut Saat Upacara HUT RI

Kisah Saepuloh Panjat Tiang Bendera Perbaiki Tali yang Tersangkut Saat Upacara HUT RI

Bandung
Hari-hari Soekarno di Penjara Sukamiskin

Hari-hari Soekarno di Penjara Sukamiskin

Bandung
Sejumlah Komunitas Tapak Tilas Peristiwa 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok

Sejumlah Komunitas Tapak Tilas Peristiwa 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.