Banjir Serang, Wagub Banten: Butuh Sistem Peringatan Dini di Bendungan Sindangheula

Kompas.com - 05/03/2022, 16:19 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Bendungan Sindangheula yang berada di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten belum dilengkapi sistem peringatan dini.

Menurut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, sistem peringatan dini dibutuhkan masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Cibanten untuk mempersiapkan diri jika bendungan Sindangheula meluap.

Diketahui, pada 1 Maret 2022 kondisi bendungan yang baru satu tahun diresmikan Presiden Joko Widodo itu sudah melebihi kapasitas daya tampung.

Daya tampung hanya 9 juta meter kubik. Namun saat terjadi hujan deras pada Selasa (1/3/2022), menyebabkan volume air mencapai 11 juta kubik. Akibatnya, debit air di bendungan meluap dan mengalir ke Sungai Cibanten sebanyak 2 juta meter kubik.

Baca juga: Baru Diresmikan Setahun, Wali Kota Serang Sebut Bendungan Sindangheula Meluap Sebabkan Banjir Serang

"Early warning sistem perlu, apabila di Bendungan Sindangheula debit sudah tinggi sudah lebih kapasitas, mengalir ke sungai. Jadi kita bisa memberikan informasi kepada masyarakat kaitan early warning sistem seperti di (bendungan) Katulampa (Bogor)," kata Andika beberapa waktu lalu.

Selain meluapnya air di bendungan Sindangheula, banjir yang melanda Kota Serang juga disebabkan sedimentasi dan penyempitan sungai karena banyaknya bangunan di sepadan sungai Cibanten.

"Pembenahan yang ada di daerah spadan sungai bangunan juga di tertibkan, di Kota Serang juga banyak perumahan yang padat penduduk. Nanti terkait penertiban IMB nya harus betul betul disertai RTH," ujar Andika.

Andika memastikan Pemprov Banten akan mendukung Pemkot Serang untuk bersama sama membenahi permasalahan banjir.

Baca juga: Penjelasan BBWS soal Bendungan Sindangheula Disebut Meluap Sebabkan Banjir di Serang

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, untuk jangka pendeknya akan meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian untuk melakukan normalisi sungai Cibanten.

"Pemkot minta yang utama normalisasi Cibanten dari Sindangheula sampai ke Karangantu, karena memang kuncinya (normalisasi) jika tidak akan terjadi lagi banjir di Kota Serang," kata Syafrudin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pekan Pascagempa Cianjur, 8 Korban Masih Dicari hingga Jokowi Tinjau Pembangunan Huntap Penyintas

Dua Pekan Pascagempa Cianjur, 8 Korban Masih Dicari hingga Jokowi Tinjau Pembangunan Huntap Penyintas

Bandung
Sejarah KA Argo Parahyangan, Dulu Terdampak Tol Cipularang Kini Terdesak Kereta Cepat

Sejarah KA Argo Parahyangan, Dulu Terdampak Tol Cipularang Kini Terdesak Kereta Cepat

Bandung
Cerita Ibu di Cianjur Trauma Ada Gempa Susulan, Takut Tidur di Dalam Rumah hingga Buat Tenda Sendiri di Kebun

Cerita Ibu di Cianjur Trauma Ada Gempa Susulan, Takut Tidur di Dalam Rumah hingga Buat Tenda Sendiri di Kebun

Bandung
Tanpa Pesta Meriah, Nurdin dan Nida Menikah di Tengah Reruntuhan Gempa Cianjur: Bahagia tapi Sedih

Tanpa Pesta Meriah, Nurdin dan Nida Menikah di Tengah Reruntuhan Gempa Cianjur: Bahagia tapi Sedih

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 6 Desember 2022: Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 6 Desember 2022: Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 6 Desember 2022: Berawan hingga Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Bandung Hari Ini, 6 Desember 2022: Berawan hingga Hujan Petir

Bandung
Gempa Susulan Masih Meneror Warga Cianjur, Dede Pilih Tidur di Kebun

Gempa Susulan Masih Meneror Warga Cianjur, Dede Pilih Tidur di Kebun

Bandung
4 Hari Terakhir, Banjir Luapan Sungai Cikapundung Rendam 1.000 Rumah di Kampung Cijagra Bandung

4 Hari Terakhir, Banjir Luapan Sungai Cikapundung Rendam 1.000 Rumah di Kampung Cijagra Bandung

Bandung
Pencarian Korban Gempa Cianjur Nihil, Tim SAR Terkendala Cuaca

Pencarian Korban Gempa Cianjur Nihil, Tim SAR Terkendala Cuaca

Bandung
20 Rumah dan Vila di Bogor Rusak Dihantam Hujan dan Angin Puting Beliung

20 Rumah dan Vila di Bogor Rusak Dihantam Hujan dan Angin Puting Beliung

Bandung
Masih Ada 8 Korban Gempa Cianjur Hilang Tertimbun Longsor

Masih Ada 8 Korban Gempa Cianjur Hilang Tertimbun Longsor

Bandung
Jaringan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Sukabumi Terungkap, 9 Orang Diciduk

Jaringan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Sukabumi Terungkap, 9 Orang Diciduk

Bandung
Menengok Kampung Mujiah Karawang, Dikepung Sungai Cibeet hingga Jadi Langganan Banjir

Menengok Kampung Mujiah Karawang, Dikepung Sungai Cibeet hingga Jadi Langganan Banjir

Bandung
Buron 2 Hari, Pelaku Penyiraman Air Keras ke Istri Ditangkap di Bekasi

Buron 2 Hari, Pelaku Penyiraman Air Keras ke Istri Ditangkap di Bekasi

Bandung
Gaduh Kemunculan 2 Versi Usulan UMK Bandung Barat, Buruh dan Pemerintah Beda Landasan

Gaduh Kemunculan 2 Versi Usulan UMK Bandung Barat, Buruh dan Pemerintah Beda Landasan

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.