Hingga Kamis Pagi, PVMBG Catat 16 Kali Awan Panas Guguran Terjadi di Gunung Merapi

Kompas.com - 10/03/2022, 14:28 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Rentetan awan panas guguran sempat terjadi di Gunung Merapi pada tanggal 9 Maret 2022 malam sekitar pukul 23.18 hingga Kamis (10/3/2022) pagi pukul 06.00 WIB.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 16 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal kurang lebih 5 kilometer ke arah tenggara yaitu di alur Kali Gendol.

"Awan panas guguran ini menyebabkan hujan abu ke beberapa tempat terutama di sisi barat laut Gunung Merapi sejauh maksimal 13 kilometer," ucap Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono melalui keterangannya, Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Sejauh 5 Km, Terjauh Selama Fase Erupsi

Menurut Eko, aktivitas erupsi saat ini terhitung masih tinggi di mana guguran terjadi rata-rata sebanyak 140 kali per hari.

Aktivitas vulkanik internal juga masih tinggi ditunjukkan oleh data seismisitas dan deformasi.

Seismisitas internal (VTB dan MP) terjadi >5 kali/hari, sedangkan laju deformasi EDM RB1 sebesar 3,5 mm/hari. 

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, maka dapat kami simpulkan bahwa, aktivitas vulkanik Gunung Merapi ditetapkan pada tingkat 'Siaga'," ucapnya.

Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Badan Geologi merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya–upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," imbaunya.

Baca juga: Sempat Luncurkan Awan Panas Guguran, Aktivitas Gunung Merapi Kembali Melandai

Dikatakan, jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi  yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Badan Geologi melalui PVMBG-BPPTKG terus berupaya dalam mitigasi bahaya Gunung Merapi, baik melalui pemantauan, penilaian bahaya, penyebaran informasi, dan sosialisasi aktivitas Gunung Merapi.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang terpercaya dan mengikuti rekomendasi dari Badan Geologi, pemerintah daerah, dan BPBD setempat. 

Seperti diketahui, Gunung Merapi ditetapkan menjadi siaga pada tanggal 5 November 2020 lalu oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan dinyatakan memasuki masa erupsi efusif dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, guguran dan awan panas guguran pada 4 Januari 2021.

Saat ini Gunung Merapi memiliki 2 kubah lava, yaitu kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.

Berdasarkan analisis foto udara tanggal 20 Februari 2022 volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.578.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.228.000 meter kubik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Merdeka dari Pertambangan, Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tebing Karst Bandung Barat

Belum Merdeka dari Pertambangan, Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tebing Karst Bandung Barat

Bandung
Penembakan Kucing di Sesko TNI, Ridwan Kamil Angkat Bicara

Penembakan Kucing di Sesko TNI, Ridwan Kamil Angkat Bicara

Bandung
Kecelakaan di Puncak Cianjur, 4 Pengendara dan Penumpang Motor Tewas

Kecelakaan di Puncak Cianjur, 4 Pengendara dan Penumpang Motor Tewas

Bandung
Viral, Video Ormas Lakukan Pungli di Ciawi Bogor, Wajib Bayar jika Ingin Lewati Portal

Viral, Video Ormas Lakukan Pungli di Ciawi Bogor, Wajib Bayar jika Ingin Lewati Portal

Bandung
Ingin Jaga Kebersihan, Brigjen NA Tembak 6 Ekor Kucing di Sesko TNI Bandung

Ingin Jaga Kebersihan, Brigjen NA Tembak 6 Ekor Kucing di Sesko TNI Bandung

Bandung
Kapuspen TNI Ungkap Penembak Kucing di Area Sesko TNI

Kapuspen TNI Ungkap Penembak Kucing di Area Sesko TNI

Bandung
Rumah Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Akan Diwakafkan Jadi Masjid

Rumah Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Akan Diwakafkan Jadi Masjid

Bandung
Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Ringan

Bandung
Mahasiswa Ini Pergoki Aksi Perburuan Landak Jawa di Pegunungan Sanggabuana

Mahasiswa Ini Pergoki Aksi Perburuan Landak Jawa di Pegunungan Sanggabuana

Bandung
Ambulans Tabrakan dengan Motor di Sukabumi, 1 Tewas 1 Luka Parah

Ambulans Tabrakan dengan Motor di Sukabumi, 1 Tewas 1 Luka Parah

Bandung
Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Balap Karung, Ini Penjelasan Polisi

Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Balap Karung, Ini Penjelasan Polisi

Bandung
Kisah Saepuloh Panjat Tiang Bendera Perbaiki Tali yang Tersangkut Saat Upacara HUT RI

Kisah Saepuloh Panjat Tiang Bendera Perbaiki Tali yang Tersangkut Saat Upacara HUT RI

Bandung
Hari-hari Soekarno di Penjara Sukamiskin

Hari-hari Soekarno di Penjara Sukamiskin

Bandung
Sejumlah Komunitas Tapak Tilas Peristiwa 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok

Sejumlah Komunitas Tapak Tilas Peristiwa 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok

Bandung
Saat Soekarno Ditangkap di Solo dan Dijebloskan di Penjara Banceuy...

Saat Soekarno Ditangkap di Solo dan Dijebloskan di Penjara Banceuy...

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.