Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Sabu 1 Ton di Pangandaran, Anjing Milik Warga Berperan Tangkap Pelaku, Endus Darah di Semak-semak

Kompas.com - 18/03/2022, 12:22 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Penangkapan lima tersangka kasus 1 ton sabu di Pantai Madasari, Pangandaran tak luput dari jasa seekor anjing milik warga setempat.

Penangkapan dilakukan sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga tepatnya di Blok Semprong, Dusun Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran pada Rabu (16/3/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pemilik anjing, Reihan Agustian (17) mengatakan dari lima tersangka ada satu pelaku yang kabur.

Baca juga: Salah Satu Penyelundup 1 Ton Sabu di Pangandaran Ternyata Mantan Atlet Sepeda BMX Nasional

Reihan bercerita awalnya ia mendapatkan kabar jika ada pencurian motor. Lalu salah satu petugas meminta Reihan membawa anjing miliknya.

"Awal mulanya, ada yang memberi tahu bahwa ada perampokan pencurian motor. Tapi, saya lihat ke sana (lokasi TKP), pas ngecek ke lokasi ternyata kasus apalah itu namanya (sabu-sabu) terus saya nanya dan disuruh bawa anjing," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di depan rumahnya, Kamis (17/3/2022) siang.

Kemudian, ia bersama temannya pulang ke rumahnya untuk membawa anjing dan langsung membawa anjing miliknya ke lokasi sekitar TKP.

"Kata si pak polisi, udah sok naik saja ke atas terus saya nyarilah buronan yang kabur itu ke atas berdua sama Augis," katanya.

Baca juga: Dari Iran, 1 Ton Sabu Diselundupkan ke Pangandaran, Mantan Pebalap Wanita Ikut Terlibat

Sekitar 30 menit di atas bukit, anjing peliharaannya mengendus tetesan darah di dedaunan.

Awalnya ia mengira darah tersebut adalah dari babi yang terluka. Namun belakangan ia tahu jika tetesan darah itu berasal dari kaki tersangka yang terluka.

Karena tak bisa berdiri, Reihan menduga buronan tersebut merayap saat akan sembunyi di semak-semak. Tak jauh dari posisi anjing yang mengendus, Reihan melihat tersangka jongkok bersembunyi.

"Awalnya, saya kira bekas babi ternyata bukan karena banyak tetesan darah. Enggak lama, dari tempat itu maju ke depan lalu ketemulah orang itu lagi jongkok. Dia (buronan) sempat ngelirik disampingnya ada anjing dikiranya mungkin anjing pelacak ," ucap Reihan.

Baca juga: Daerahnya Dipakai Penyelundupan Sabu 1 Ton, Bupati Minta Ada Lantamal di Pangandaran

Ia mengatakan, anjingnya yang pintar ini sebelumnya sama sekali tidak dilatih seperti anjing pelacak.

"Anjing enggak dilatih seperti anjing pelacak, hanya suka dibawa berburu saja itu. Jadi, sudah biasa," kata Reihan.

Menurutnya, buronan yang sempat kabur itu merupakan warga negara asing (WNA).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com