Ustaz di Bandung Sodomi 12 Muridnya, Dulu Korban Kini Pelaku, Ajak Murid Menginap hingga Berendam Air Panas

Kompas.com - 20/04/2022, 06:44 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - S alias ustaz SS (39), guru mengaji di di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ditangkap anggota Polresta Bandung karena mencabuli 12 anak laki-laki.

Sebagian besar korban adalah murid mengaj dan S melakukan aksinya sejak 2017.

Pelaku diketahui bukan warga asli Pangalengan, melainkan warga Tasikmalaya. Ia telah berkeluarga dan memiliki anak.

Sementara sang istri adalah kepala sekolah di tempat S mengajar sebagai guru agama.

Baca juga: Guru Mengaji yang Cabuli Belasan Murid di Bandung Mengaku Pernah Jadi Korban Sodomi

Buka privat mengaji di rumah

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan selain mengajar di sekolah, S juga membuka kelas privat mengaji di rumahnya.

Saat mencabuli para korbannya, S melakukan beberapa modus agar korban tak melawan.

Yang pertama, S dengan sengaja memperlama waktu mengajar privat mengaji di rumahnya sehingga korban diajak menginap di rumahnya.

"Ketika muridnya telah belajar terlalu lama, sehingga diajak bermalam oleh gurunya tersebut. Kemudian pada malam harinya terjadi," terangnya, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Guru Mengaji di Bandung Ditangkap Cabuli 12 Murid, Ini Modusnya

Modus kedua yang ia lakukan adalah mengajak salah satu berendam di lokasi air pans. Pada saat berendam, korban dicabuli oleh pelaku.

Yang ketiga, korban juga kerap mencabuli korban di kamar mandi miliknya saat ada murid yang menggunakan WC.

"Yang ketiga ketika itu muridnya tidak menginap, pada saat muridnya ke kamar mandi diikuti dan kemudian dilakukan di sana," kata Kusworo.

Selain tiga modus tersebut, beberapa korban mengaku dicabuli di sekolah tempat pelaku mengajar sebagai guru agama.

"Pelaku juga melakukan aksinya di Madrasah," jelasnya.

Baca juga: Cabuli 12 Muridnya, Guru Mengaji di Bandung Ditangkap

 

Jadi korban sodomi di usia 13 tahun

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan tak menutup kemungkinan korban pelecehan seksual di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akan bertambah. KOMPAS.com/ M ELGANA MUBAROKAH Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan tak menutup kemungkinan korban pelecehan seksual di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akan bertambah.
Kusworo mengatakan pelaku mengaku pernah menjadi korban sodomi tahun 1996. Saat itu S berusia 13 tahun.

Atas dasar itu, ia pun melakukan aksi serupa pada muridnya sejak tahun 2017.

Selama lima tahun, ia telah mencabuli 12 siswa.

"Karena sampai saat ini cukup lama dari durasi 2017 sampai 2022, sudah 5 tahun, dan sementara 12 ini yang baru memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan atau tersangka telah melakukan perbuatannya," ungkapnya.

Baca juga: Seorang Guru Mengaji di Pangalengan Bandung Diduga Cabuli Belasan Muridnya

Rata-rata korban yang dicabuli S berusia antara 10 hingga 11 tahun.

Kasus tersebut terungkap setelah keluarga salah satu korban melaporkan S atas kasus pencabulan ke pihak kepolisian pada 1 Maret 2022.

Saat itu salah satu korban diminta orangtuanya untuk mengaji ke S. Namun sang anak menolak perintah orangtuanya.

Lalu sang anak bercerita jika S kerap mencabuli dirinya serta murid lainnya. Tak terima dengan kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan Ustaz S ke polisi.

Baca juga: Modus Pura-pura Kesurupan, Ayah Cabuli Anak Tiri yang Berusia 12 Tahun sampai Melahirkan Bayi

Kusworo mengatakan S telah melakukan aksinya sejak tahun 2017, namun laporan baru dilakukan pada tahun 2022.

"Semenjak 2017 sampai dengan sekarang tidak ada yang melapor, hingga pada 1 Maret 2022 kemarin terjadi pelaporan," terangnya.

Kusworo menuturkan tak menutup kemungkinan korban dari SS akan bertambah.

"Karena sampai saat ini cukup lama dari durasi 2017 sampai 2022, sudah 5 tahun, dan sementara 12 ini yang baru memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan atau tersangka telah melakukan perbuatannya," ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun dengan minimal 3 tahun, dan denda Rp 300 juta," pungkasnya.

Baca juga: Kabur Usai Cabuli Seorang Anak di Batam, Pria Ini Ditangkap di NTT

Komnas PA ikut mengawal

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak.Shutterstock Ilustrasi kekerasan seksual pada anak.
Sementara itu Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (PA), Bimasena, mengaku sudah sejak awal mengawal kasus tersebut.

Bimasena menyebut kerap berkoordinasi dengan unit PPA Polresta Bandung untuk melakukan penyembuhan trauma bagi korban.

"Kami terus berkoordinasi, jangan sampai kejadian ini kembali terulang, apalagi pelaku juga merupakan korban pelecehan seksual, kami tak menginginkan ke 12 korban ini melakukan hal serupa nantinya," kata Bimasena.

Ia menuturkan kasus serupa kerap berulang, lantaran masih maraknya prilaku bejat yang dibiarkan, kemudian hukuman pun masih lemah menindak para pelaku.

Baca juga: Cabuli Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi, Oknum Dosen Unsri Divonis 6 Tahun Penjara

"Ini bentuk kesadaran dan kepedulian seluruh komponen masyarakat, karena ini prilaku yang bejad. Jadi hukuman seberat apapun tidak akan membuat pelaku kejahatan itu jera," ujarnya.

Dengan adanya kasus tersebut, pihaknya berharap terjadi sinergi dari pelbagai komponen masyarakat.

"Pemerintah, bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat termasuk dengan keluarga melakukan langkah-langkah preventif. Jadi tidak hanya tanggung jawab kami," pungkasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: M. Elgana Mubarokah | Editor : I Kadek Wira Aditya, Gloria Setyvani Putri)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 19 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Bogor Hari Ini, 19 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan, Malam Hujan Petir

Bandung
Tertangkap Basah Curi Motor di Teras Rumah, Pemuda di Parung Panjang Babak Belur Dihajar Massa

Tertangkap Basah Curi Motor di Teras Rumah, Pemuda di Parung Panjang Babak Belur Dihajar Massa

Bandung
Sebelum Pemboyongan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, Kapten Masrin Telah Membuat Peta Darurat RI

Sebelum Pemboyongan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, Kapten Masrin Telah Membuat Peta Darurat RI

Bandung
Tak Terima Sering Diajak Berkelahi, Pria di Majalaya Bandung Bacok Temannya hingga Tewas

Tak Terima Sering Diajak Berkelahi, Pria di Majalaya Bandung Bacok Temannya hingga Tewas

Bandung
Siswa SD di Cianjur Belajar di Bawah Pohon karena Kelas Rusak, Bupati: Sabar Dulu Sebentar

Siswa SD di Cianjur Belajar di Bawah Pohon karena Kelas Rusak, Bupati: Sabar Dulu Sebentar

Bandung
2 Tempat Hiburan Malam di Bandung Ditutup, Imbas dari Penangkapan Kasat Narkoba Karawang

2 Tempat Hiburan Malam di Bandung Ditutup, Imbas dari Penangkapan Kasat Narkoba Karawang

Bandung
Setahun Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Seratusan Saksi Diperiksa, tapi Pelaku Tak Kunjung Tertangkap

Setahun Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Seratusan Saksi Diperiksa, tapi Pelaku Tak Kunjung Tertangkap

Bandung
Polisi Tangkap Remaja 19 Tahun yang Diduga Bandar Ganja 1,2 Kg

Polisi Tangkap Remaja 19 Tahun yang Diduga Bandar Ganja 1,2 Kg

Bandung
Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Ibu di Tasikmalaya Ternyata Baru 2 Bulan Melahirkan

Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Ibu di Tasikmalaya Ternyata Baru 2 Bulan Melahirkan

Bandung
Ada Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes, DP2KBP3A Kabupaten Bandung Siapkan Selter Trauma dan Perlindungan

Ada Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes, DP2KBP3A Kabupaten Bandung Siapkan Selter Trauma dan Perlindungan

Bandung
Putusan Sela Sidang Doni Salmanan, Hakim Tolak Seluruh Eksepsi dari Kuasa Hukum

Putusan Sela Sidang Doni Salmanan, Hakim Tolak Seluruh Eksepsi dari Kuasa Hukum

Bandung
Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes, Polresta Bandung Belum Temukan Korban

Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes, Polresta Bandung Belum Temukan Korban

Bandung
 Soal Penembakan Kucing di Sesko TNI oleh Perwira Tinggi, 3 Betina Hamil Mati Ditembak

Soal Penembakan Kucing di Sesko TNI oleh Perwira Tinggi, 3 Betina Hamil Mati Ditembak

Bandung
Buntut Saling Ejek Hias Kelas, Siswa SMP di Garut Dianiaya 2 Temannya hingga Pingsan

Buntut Saling Ejek Hias Kelas, Siswa SMP di Garut Dianiaya 2 Temannya hingga Pingsan

Bandung
Sopir yang Tewas Usai Cekcok soal Parkir di Lembang Ternyata Purnawirawan TNI

Sopir yang Tewas Usai Cekcok soal Parkir di Lembang Ternyata Purnawirawan TNI

Bandung
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.