Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Bupati Bogor Ade Yasin Ditangkap KPK di Rumahnya hingga Ditetapkan Jadi Tersangka

Kompas.com - 28/04/2022, 07:58 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021.

Ade Yasin ditangkap KPK bersama 11 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (26/4/2022) di wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan, penangkapan Bupati Bogor itu adalah tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan adanya pemberian uang dari Ade melalui orang kepercayaannya kepada anggota tim audit BPK Perwakilan Jawa Barat.

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Ditangkap KPK, Ridwan Kamil Dukung Pemberantasan Korupsi di Jabar

Firli mengatakan, awalnya tim KPK menuju ke salah satu hotel di Bogor. Namun penerima uang pulang ke Bandung, Jawa Barat.

Tim KPK pun dibagi dua. Salah satunya bergerak ke Bandung untuk mengamankan para pegawai BPK perwakilan Jawa Barat serta menyita uang yang dibawa.

Saat diamankan pada Selasa malam, empat pegawai BPK perwakilan Jawa Barat sedang berada di rumahnya masing-masing di Bandung.

Secara pararel dengan penangkapan di Bandung, tim KPK juga mengamankan Bupati Bogor Ade Yasin di rumahnya pada Rabu (27/4/2022) pagi.

Baca juga: Kasus Bupati Bogor Ade Yasin dan Deretan Kakak-Adik yang Korupsi

Selain Ade Yasin, KPK juga mengamankan pejabat dan ASN Pemkan Bogor di rumahnya masing-masing yakni di wilayah Cibinong.

Dari operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan barang bukti uang Rp 1,024 miliar yang terdiri dari Rp 570 juta uang tunai dan uang dalam rekening bank sekitar Rp 454 juta.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021.

Sebagai pemberi:

  1. Ade Yasin (AY), Bupati Bogor periode 2018-2023.
  2. Maulana Adam (MA), Sekdis Dinas PUPR Kab. Bogor.
  3. Ihsan Ayatullah (IA), Kasubid Kas Daerah BPKAD Kab. Bogor.
  4. Rizki Taufik (RT), PPK pada Dinas PUPR Kab. Bogor.

Sebagai penerima:

  1. Anthon Merdiansyah (ATM), Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis.
  2. Arko Mulawan (AM), Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim
  3. Audit Interim Kab. Bogor.
  4. Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa.
  5. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR), Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa

Baca juga: Kasus Bupati Bogor Ade Yasin dan Deretan Kakak-Adik yang Korupsi

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com